KOMPI ZENI NUBIKA TNI AD

  masker nubika

Sesuai konvensi Jenewa penggunaan-penggunaan senjata Nuklir, Biologi dan Kimia sudah dilarang. Namun demikian pengalaman selama ini setiap peperangan yang terjadi di belahan dunia seperti Perang Dunia I, perang Korea, perang Vietnam dan perang Irak issu penggunaan senjata nuklir, biologi dan kimia selalu mengemuka. Indonesia secara resmi berkomitmen untuk tidak menggunakan senjata nubika, tetapi TNI dalam hal ini TNI AD senantiasa waspada terhadap kemungkinan dampak bahaya senjata nubika dengan membentuk satuan Zeni Nubika. Sebagai upaya preventif melindungi seluruh prajurit TNI dari kemungkinan ancaman senjata nuklir, biologi dan kimia. Satuan setingkat kompi itu dinamakan Kompi Zeni Nubika.
Apa itu satuan Nubika ? Mungkin masih awam bagi telinga pembaca termasuk dari kalangan prajurit TNI. Satuan Nubika adalah satuan setingkat Kompi yang berada langsung dibawah Direktorat Zeni TNI Angkatan darat (Ditziad) yang bermarkas di Parung Bogor Jawa Barat.
Kompi Zeni Nubika yang saat ini di komandani oleh Kapten Czi Eddy Oswantoro mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan melaksanakan penyelidikan dan dekontaminasi dalam rangka pengamanan pasukan dan atau masyarakat terhadap bahaya Nubika yang disebabkan oleh musuh atau pencemaran lingkungan oleh limbah/kecelakaan suatu industri atau peristiwa alam.
Oleh karena itu di tingkat internasional ancaman nubika yang semula dikenal dengan istilah NBC saat ini telah berkembang menjadi CBRN (Chemical, Biological, Radiological and Nuclear Threats). Wacana baru mengindikasikan bahwa bahan peledak (eksplosif) masuk dalam kategori senjata pemusnah massal sehingga sebutannya menjadi CBRNE (CBRN+ Explosive).
Menurut Eddy. permasalahan utama yang menyebabkan Nubika menjadi ancaman sangat mengerikan adalah dampaknya yang bersifat massal dan terkait dengan berbagai bidang kehidupan yang sangat luas (Ipoleksosbudmil). Senjata nuklir yang terkenal demikian dahsyatnya, ternyata masih kalah dahsyat oleh agensia biologi (biological agent). Permasalahan lain adalah sulitnya mengendalikan penyebaran Nubika mengingat bahwa bahan-bahan tersebut, khususnya biologi, kimia dan radioaktif terdapat dimana-mana dan dapat jatuh ke tangan siapa saja. Oleh karena itu penangkalan utamanya terletak pada faktor manusianya dalam arti jangan sampai bahan-bahan tersebut disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Eddy, sebagai negara tropis, Indonesia merupakan “gudang” berbagai agensia biologi. Di lain pihak, sebagai negara agraris, Indonesia sangat rentan terhadap kemungkinan ancaman agensia biologi. Sementara itu kesiapan terhadap munculnya wabah-wabah penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan masih sangat rendah. Kesiapan vaksin untuk menghadapi wabah beberapa virus boleh dikatakan tidak ada bila dibandingkan dengan negara lain.Agrobisnis merupakan salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Berbagai serangan hama telah menunjukkan betapa rentannya perekonomian Indonesia. Posisi Indonesia dalam bidang pertanian kini telah menjadi obyek bagi negara lain untuk meraih keuntungan yang lebih besar dengan menciptakan ketergantungan yang luar biasa. Masalah utama yang muncul dalam penanganan permasalahan tersebut adalah sulitnya membedakan antara penggunaan agensia biologi untuk hostile purposes dan peaceful purposes. Kunci untuk membedakan apakah suatu agensia biologi digunakan sebagai senjata untuk berbagai permusuhan/persaingan (hostile purposes) atau digunakan untuk maksud-maksud damai (peaceful purposes) adalah terletak dibalik maksud (intention) dari penggunaannya, apakah itu digunakan secara sengaja (intentionally) atau tidak sengaja (unintenionally). Definisi yang dikeluarkan oleh PBB pun mengindikasikan hal senada. “Sebagai contoh, kasus flu burung yang terus meningkat kasusnya dan mendudukkan Indonesia pada peringkat pertama dunia dalam jumlah kematian telah menjadi “cambuk” untuk kita semua. Bila ditinjau dari aspek teknologi, Virus H5N1 adalah merupakan biotipe baru. Mungkinkah ini merupakan hasil iseng seseorang yang memodifikasi gen virus H-N- sebelumnya? Adakah ini karena unsur kesengajaan? Bila ya, siapakah “biang kerok” perekayasa atau penyebar virus tersebut. Kalau seandainya memang virus tersebut merupakan GMO (genetically modified organism), apakah yang membuat itu perorangan, non-state organisation, atau mungkinkah negara tertentu “, ungkapnya.
Dari kasus tersebut tentunya dibutuhkan penanganan serius apa yang seharusnya dilakukan. Seberapa siapkah kita mengantisipasi terhadap berbagai bahaya yang akan timbul berkaitan dengan hakekat ancaman yang telah nyata di depan mata.
Danki Nubika memaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan Kompi Nubika dan hakekat ancaman yang dihadapi seiring dengan perkembangan Biotehnologi yang dikembangkan oleh negara negara maju yang langsung atau tidak langsung pasti akan mempengaruhi keamanan dalam negeri.
Kompi Nubika adalah Satuan pelaksana di tingkat Ditziad yang organik administrasinya berkedudukan di bawah Dirziad, sedangkan pengoperasiaannya berdasarkan kebijakan umum Kasad, yang dalam pelaksanan tugasnya di bawah supervisi Kasad. Kompi Nubika sebagai Satuan Zeni terpusat yang di bina dan dipersiapkan oleh Dirziad merupakan satuan lapangan yang disusun dan dilengkapi dengan personel dan peralatan secara seimbang untuk dapat menyelenggarakan fungsi Nubika pasif dan diharapkan mencapai hasil yang optimal.
Kemampuan yang dimiliki Kompi Nubika saat ini meliputi Proteksi perorangan yakni tiap personel mampu melaksanakan proteksi diri sendiri terhadap bahaya Nubika, dengan alat peralatan proteksi perorangan yang dibekalkan Deteksi dan Identifikasi Nubika yaitu Satu kelompok penyelidikan yang bertugas melaksanakan deteksi dan identifikasi kontaminasi kimia di lapangan terhadap racun perang yang lazim dikenal dengan menggunakan satu set kit kimia lapangan yang dibekalkan dan untuk deteksi & identifikasi nuklir menggunakan detektor nuklir yang dimilikinya; sedangkan deteksi dan identifikasi biologi memiliki kemampuan deteksi dini dan sampling. Tim laboratorium lapangan memiliki kemampuan deteksi dan identifikasi kontaminasi nubika dengan menggunakan Unit Mobil Laboratorium Lapangan. Dekontaminasi, Kompi Nubika memiliki Regu Dekontaminasi yang mampu melaksanakan dekontaminasi sempurna terhadap personel, materiil alat peralatan, kendaraan dan medan ( masing-masing regu dilengkapi dengan unit decotrailler dan unit jeep bagi satuan setingkat kompi dengan menggunakan alpal dan bahan dekontaminasi yang dibekalkan; sedangkan regu dekon yang dilengkapi 1 unit decotrailler mampu melaksanakan decontaminasi sempurna terhadap personel, materiil, alat peralatan, kendaraan. Analisa dan Pemberitaan, saat ini Kompi Nubika belum memiliki kemampuan pengumpulan data meteorologi untuk keperluan analisa dan pemberitaan Nubika karena belum memiliki alat peralatan meteorologi yang dibutuhkan, namun data meteorologi untuk dapat diolah menjadi laporan cuaca udara, dapat diperoleh dari badan meteorologi dan geofisika. Disposal, saat ini Kompi nubika memiliki kemampuan di bidang Disposal Nubika yang dilaksanakan oleh Pleton Nubika. Sedangkan Batasan kemampuan Kompi Nubika antara lain melaksanakan identifikasi terhadap debu radio aktif, cuplikan agensia biologi dan racun perang/non perang. Melaksanakan dekontaminasi yang dapat dikerjakan dalam waktu 3 jam terhadap instalasi & medan seluas 9.000 M2 pertangki larutan kimia. Melaksanakan dekontaminasi sempurna terhadap perlengkapan personel perorangan dan perlengkapan satuan sampai dengan 1 Yonif.
Bila dikaitkan dengan perkembangan perang era modern, senjata pemusnah masal yang sangat berbahaya adalah senjata Nubika, dimana efeknya sangat dahsyat dan sangat signifikan. Bioterorisme yang berkembang saat ini juga merupakan gejala yang perlu diwaspadai. Amerika Serikat adalah salah satu negara yang telah menerapkan pengawasan ketat terhadap beberapa kemungkinan yang bisa dijadikan sarana serangan bioterorisme, yaitu dengan menerapkan “Bioterrorism Act” pada 12 Desember 2003, yaitu AS bisa menolak produk ekspor apabila dianggap membahayakan kesehatan manusia atau binatang.
Menurut Kapten Czi Eddy Oswantoro secara spesifik Kompi Nubika mempunyai dua fungsi yaitu menyelenggarakan dan melaksanakan penyelidikan nubika dengan cara pengamatan, deteksi, identifikasi dan pengukuran terhadap ancaman dan bahaya nuklir, biologi dan kimia. Menurutnya bahaya nubika terdiri dari unsur radio aktif, agensia biologi dan racun kimia yang mengkontaminasi manusia, materiil, medan, hewan dan cuaca. Kemungkinan menyelenggarakan dan melaksanakan dekontaminasi untuk menghilangkan, menetralisasikan dan mengurangi kontaminasi Nubika terhadap manusia, materiil, (perlengkapan perorangan maupun satuan), medan, instalasi/bangunan, hewan dan makanan sehingga dapat berfungsi kembali.

protective clothing and equipmentLulusan Sepa PK tahun 2000 itu menjelaskan tentang ancaman nubika dan perkembangannnya dewasa ini. Menurutnya senjata pemusnah massal atau weapon of mass destruction (WMD) yang terdiri dari nuklir, biologi dan kimia (Nubika) saat ini menjadi isu yang semakin mengemuka di luar maupun di dalam negeri terutama setelah munculnya berbagai teror biologi dan kimia. Isu nuklir juga tidak kalah pentingnya, terutama setelah Iran mendeklarasikan dirinya sebagai negara yang mampu memperkaya Uranium. Sumber ancaman nuklir pun telah meluas hingga ke tingkat zat radioaktif.

Sumber : Google.co.id tentang kompi nubika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: