Arsip untuk Februari, 2009

Mesin Penggali Terbesar Di Dunia

Posted in KONSTRUKSI on Februari 27, 2009 by zeniad

Perusahaan Krupp Jerman membuat mesin mengali batubara terbesar didunia. Mesin ini memecahkan rekor dunia sebagai mesin pengali paling besar dengan ukurannya mencapai 95 tinggi dan panjang 215 meter.
Beratnya saja tidak kepalang tanggung , mencapai 45.5 ribu ton, dan panjangnya 2.5x dari panjang lapangan bola.

Kemampuan mesin sangat hebat, mengali sampai jarak 10 meter permenit, dan memindahkan 76 ribu kubik meter batu bara dalam satu hari saja.

1

2

3

5

Disarikan dari berbagai sumber

Iklan

Bagan Airborne Laser

Posted in DESTRUKSI on Februari 26, 2009 by zeniad

bagan airborn laser

Disarikan oleh Kolonel Czi Zainal Arifin, S.IP (Irditziad)

Bagaimana Phospor Pertama Kali Ditemukan?

Posted in NUBIKA PASIF on Februari 26, 2009 by zeniad

Hening Brand memang tidak mempublikasikan bagaimana pertama kali phosphor si ‘cahaya pembawa pesan’ ditemukan, istrinyalah yang memberikan kumpulan catatan penelitian Brand kepada Gottfried Leibnez (ahli kalkulus) setelah Brand wafat.
Leibnez menyusun ulang dan menguji kembali apa yang dilakukan Brand pada abad 17.
Metode yang dikemukakan oleh Leibnez bahwa:
” Urin dipanaskan hingga mengental,
” Panaskan kembali hingga menghasilkan minyak merah yang kemudian di destilasi lalu gambar.
” Tunggu hingga dingin, dimana itu terdiri dari asap hitam pada bagian atasnya dan garam pada bagian bawahnya.
” Garam buangan itu dicampurkan lagi dengan minyak merah ke dalam material hitam.
” Panaskan campuran itu selama 16 jam
” Pertama-tama muncul uap putih, lalu minyak dan kemudian phosfor.
” Phosfor disimpan di dalam air dingin

Yang ditemukan Brand, urin terdiri dari PO43 dalam Natrium phospat dan beberapa senyawa organik. Untuk memisahkannya ditambahkan oksigen dan dihasilkan CO berupa gas dan phosfor berupa padatan dibawahnya. Phosfor itu adalah phosfor putih. Brand menggunakan 5500L dan menghasilkan 120 gram phosfor.artinya 1 L urin orang dewasa mengandung 1,4 gram phosfor.

Luka Bakar Dalam Peperangan

            Ledakan keras dalam sebuah peperangan belum tentu menyebabkan luka bakar, kecuali bila ledakan terjadi dalam jarak tertentu. Sebuah peledak dengan berat 13,5 kg dapat menghasilkan ledakan api sampai lebih dari 18 meter, dan dengan cepat hancur di udara, tapi panas yang dihasilkan mengenai korban yang berada dekat dengan benda yang diledakkan. Udara sekitar juga meningkat, sehingga dapat menimbulkan ”partial thickness flash burns” .

            Dalam peperangan, luka akibat senjata konvensional yang ditembakkan dari udara menunjukkan kerusakan yang sebanding dengan dua serangan nuklir di Hiroshima dan Nagasaki. Ratusan ton bahan peledak yang yang mudah terbakar dan berdaya ledak tinggi telah menyebabkan kebakaran besar di Hamburg pada tahun 1943, yang menelan korban 65.000 jiwa. Peristiwa kedua terjadi di Dresden bulan Februari tahun 1945 yang membakar pusat kota sampai seluas 21km2 , dan menewaskan 135.000 jiwa, dimana sekitar 70% penyebab kematian diduga akibat asfiksia atau keracunan karbon moniksida. Bom atom di Hiroshima menghancurkan seluruh kota dan menewaskan 80.000 jiwa. Korban tewas akibat suhu yang sangat panas di pusat ledakan dengan kebakaran hebat di daerah sekitarnya, tertimpa reruntuhan gedung serta terpapar radiasi sinar γ. Penemuan senjata nuklir yang senakin berkembang akhir-akhir ini dapat menciptakan tragedi yang lebih parah dari kejadian terdahulu.

            Dalam perang modern, para awak tank merupakan kelompok yang beresiko menjadi korban luka bakar. Misil anti tank  yang menembus lapisan baja tank menghasilkan api dan suhu yang sangat panas dalam ruang tertutup, sama seperti ketika tank melepas misil nya yang terbuat dari metal. Ini bisa menyebabkan luka di jaringan lunak, luka bakar yang luas, dan kerusakan paru-paru. Langkah untuk menekan jumlah korban luka bakar

diambil   tentara Israel di perang Lebanon tahun 1982, diamana 9% awak tank menggunakan pakaian tahan api, dan hanya 12% yang terkena luka bakar di bagian perutnya. 9% dari prajurit yang terkena luka bakar mengenakan sarung tangan pencegah luka bakar, dan 75% dari mereka tidak mengenakan sarung tangan. Tetapi, 51% luka bakar yang diderita para tentara di Lebanon, merupakan luka bakar minor, dibandingkan dengan 21% korban di bulan 1973, dimana 29% dari korban luka  bakar tekena luaka bakar sampai setengah badan, dibandingkan denga tahun 1982 sebanyak 18%.

            Konflik di Falklands tahun 1982 menunjukkan bahwa personil yang bekerja di laut juga beresiko terhadap terjadinya kebakaran. 140 pasukan Inggris terkena luka bakar walaupun hanya luka kecil, dan banyak dari mereka menggunakan pakaian pelindung. Kejadian yang lebih buruk menimpa penerbangan RFA Sir Galahad,dimana 33 orang tewas  dimana 18 orang dari mereka  terjebak api dan asap setelah diserang “exocet missile” .  82 orang lainnya yang selamat mendapat perawatan di rumah sakit di atas kapal Uganda. Kejadian ini hanya sebagian kecil dari kecelakaan lainnya. Steroid berupa 2 gram methylprednisolon digunakan sebagai terapi awal, dilanjutkan dengan dosis yang sama, dan tidak bereaksi terhadap udem pulmo.

            Napalm dapat digunakan sebagai senjata  yang efektif. Bensin, yang bersifat volatil, dapat membakar cukup besar tapi percikannya tidak terlalu berbahaya.. Kedua bahan tersebut dapat dimodifikasi menjadi sebuah senjata dengan dicampur berbagai bahan tambahan yang dapat merubah sifat kimia mereka, menjadi kohesif dan adhesif,  melekat di permukaan sebagai partikel yang mudah terbakar. Karet pernah digunakan pada tahun 1935, namun pada tahun 1942, sabun aluminium yang terbuat dari minyak kelapa, asam naphtenic dan asam oleat menghasilkan partikel yang lebih banyak dan efektif. Napalm (derivat alumunium naphthenate dan palmitat)  saat ini merupakan nama generik yng diunakan untuk semua jenis hidrokarbon yang tebal. Ini termasuk polimer sintetik seperti polyurethane dan poliseter yang mungkin dapt dimodifikasi dengan dicampur alumunium bubuk atau metal carbon. Phosfor putih atau alumunium  biasa ditambahkan kepada bom berbahan dasar minyak tanah ini. Bahan-bahan ini jika dibakar akar menghasilkan suhu yang sangat tinggi, dan pada suhu diatas 1000ºC (1832 F) akan dengan mudah terbakar dengan adanya sifat adesif.  Efeknya terhadap tubuh manusia membahayakan, dapat menyebabkan luka bakar yang luas, lebih dari 25% permukaan tubuh.            Fosfor dapat menyebabkan trauma yang bersifat toksik, dan bahan-bahan adesif ini sulit dibersihkan.

            Fosfor yang digunakan dalam peperangan atau industri dapat menyebabkan kematian, karena apabila terbakar, walaupun hanya menyebabkan luka bakar seluas 12-15%. Membakar fosfor menyebabkan terjadinya lesi yang bisa meluas sampai seluruh fosfor diserap tubuh, atau area disekitar lesi kehabisan oksigen, misalnya dengan berendam di air dingin. Pasien akan merasa sangat sakit. Luka akan membentuk jaringan nekrotik berwarna kekuningan, berbau seperti bawang putih dan bersinar dalam kondisi gelap. Selain dari luka bakar yang terlihat, fosfor juga mengakibatkan kerusakan ginjal akibat sifat toksiknya. Glomerulonekrotik dan tubulonenkrotik menyababkan oliguria dan mempercepat kematian akibat gagal ginjal. Kerusakan hati juga dapat terjadi. Diduga penyebab dari kerusakan-kerusakan tersebut adalah masuknya  inorganik fosfor  kedalam peredaran darah.  Sebagai terapi yang paling optimal, saat ini digunakan “cooper sulphate” 0,5%-2%, menghasilkan lapisan “cupric phospide” diseluruh permukaan. Reaksi ini diharapkan efektif namun juga memliki efek toksik, dengan manifestasi primer perdarahan masif, dan gagal ginjal akut.

Bebeberapa tahun terakhir, kasus-kasus luka bakar akibat senjata kimia ditangani di “European Burn Centres”. “Mustard gas” dapat menghasilkan uap berbahaya yang jika kontak dengan zar cair, bisa menyebabkan terbentuknya bula di kulit, kerusakan mata, dan jika terhisap bisa menyebabkan gangguan saluran nafas.  Jika di absorpsi bisa menyebabkan depresi sumsum tulang sekitar 2 minggu setelah terpajan, dan bisa menyebabkan kematian. Pengobatan yang diberikan hanya bersifat simptomatik. Pada perang dunia I, hanya 2% dari seluruh korban yang meninggal akibat kasus ini.  

 

Posted by Kolonel Czi Soekartono (Kalabzi Ditziad)

Bom Elektromagnetik

Posted in DESTRUKSI on Februari 24, 2009 by zeniad

Ide dasar dari bom elektromagnetik ialah untuk menghancurkan sirkuit listrik menggunakan medan elektromagnetik kuat. Arus listrik menghasilkan medan magnet dan perubahan medan menghasilkan arus listrik. Prinsip ini pula lah yang digunakan pada antenna penangkap radio. Transmisi radio berintensitas rendah hanya menginduksi cukup arus listrik pada receiver. Tetapi dengan memperbesar intensitas sinyal (medan magnet), akan dihasilkan arus yang amat besar; cukup besar untuk membakar komponen semikonduktor. Ide bom elektromagnetik berawal dari riset senjata nuklir pada 1950-an. Uji coba bom hidrogen yang dilakukan oleh Amerika memberikan hasil yang mengejutkan. Letusan/angin menyebar di samudra pasifik dan menghancurkan lampu-lampu jalanan di Hawaii, ratusan mil dari lokasi uji coba. Bahkan kerusakan pada peralatan radio berdampak hingga ke Australia. peneliti menyimpulkan bahwa gangguan listrik ini diakibatkan oleh efek Compton — teori oleh fisikawan Arthur Compton, 1925. Compton menyatakan bahwa foton dari energi elektromagnetik dapan “menendang” elektron dari atom dengan bilangan atom kecil.

e bomb photon

Pada uji coba 1958, peneliti menyimpulkan bahwa foton dari ledakan radiasi gamma “menendang” begitu banyak elektron dari oksigen dan nitrogen bebas di atmosfer. banjir elektron ini berinteraksi dengan medan magnetik Bumi menghasilkan fluktuasi arus listrik, yang menginduksi medan magnet yang luar biasa. Hasilnya ialah pulsa elektromagnetik menginduksi sejumlah arus listrik kuat pada material induktif dalam areal yang cukup luas.

Semasa perang dingin, inteligen Amerika mengkhawatirkan bahwa Uni Soviet akan meluncurkan misil nuklir dan meledakkannya pada ketinggian 50 km di atas Amerika Serikat, untuk menghasilkan efek dalam skala besar. Dikhawatirkan bahwa ‘ledakan’ elektromagnetik yang dihasilkan akan menghancurkan seluruh peralatan elektronik di seluruh Amerika Serikat.

Bom Elektromagnetik Non-nuklir (Explosively Pumped Flux Compression Generators, FCG)
FCG pertama kali didemonstyrasikan oleh Clarence Fowler di Los Alamos Laboratories (LANL) di akhir 1950-an. Sejak saat itu sejumlah konfigurasi FCG telah dibuat dan diujicoba baik oleh Amerika Serikat maupun Uni Soviet. Divais FCG mampu memproduksi energi listrik puluhan MegaJoule dalam puluhan hingga ratusan mikrodetik. Dengan daya puncak mencapai TeraWatt hingga puluhan TerraWatt.
berikut ialah gambaran prinsip kerja FCG:

coaxfcg

e bomb detonation
Bom terdiri dari silinder logam (disebut armatur), yang dikelilingi oleh kumparan kawat (stator). Silinder armatur diisi dengan bahan eksplosif. Seluruh divais dibungkus dengan “jaket” yang kokoh. Stator dan armatur dipisahkan oleh ruang kosong. Bom juga memiliki sumber daya listrik berupa bank kapasitor, yang bisa dikoneksikan ke stator.

Saklar menghubungkan bank kapasitor bertegangan tinggi ke stator, menghasilkan arus listrik sepanjang kabel statos. Ini menghasilkan medan magnet.
Medan magnet ini menyulut material explosif. ledakan ini bergerak dari depan menuju belakang armatur.
Ledakan ini mengakibatkan (pecahan) armatur kontak dengan stator dan menhasilkan hubungan pendek (short circuit).
Short circuit ini bergerak dari depan ke belakang seiring dengan arah ledakan. Arus short circuit yang terperangkat pada tiap loop stator mengkompresi medan magnet dan menghasilkan ledakan elektromagnetik.

Tipe senjata elektromagnetik ini menghasilkan kerusakan pada area yang lebih kecil — dibandingkan serangan bom elektromagnetik nuklir — tetapi tetap menghasilkan kerusakan yang serius.

Disarikan dari Teknologi Militer forumsains.com

Amerika Mulai Melengkapi Pesawat Perangnya dengan Laser

Posted in DESTRUKSI on Februari 23, 2009 by zeniad

hercules dilengkapi senjata laserMinggu lalu. Sinar laser dengan energi tinggi berhasil ditembakkan oleh angkatan udara US untuk pertama kalinya dari pesawat Boeing C-130 Hercules miliknya. Pemerintah US berharap agar pada tahun depan mereka sudah dapat melengkapi sistem pertahanan mereka dengan sinar laser tersebut.

pesawat

 Sistem yang bernama ATL (Advanced Tactical Laser) ini sebenarnya lebih ditujukan untuk menghancurkan misil-misil di udara yang akan menyerang US, namun Boeing mengatakan bahwa ATL juga dapat digunakan untuk menghancurkan sasaran yang berada di darat. Dengan tingkat ketepatan yang luar biasa, ATL dapat meminimalkan atau bahkan menghilangkan sama sekali kemungkinan salah tembak. Sasaran yang berada dalam gedung dapat dihancurkan dengan mudah tanpa harus merusak keseluruhan gedung atau gedung-gedung lain di sekitarnya.
MSF06-1488-2
Wah, sepertinya era perang laser akan segera dimulai nih..?!
Disarikan dari berbagai sumber oleh Kolonel Czi Zainal Arifin, S.IP  (Irditziad)

Melego Hulu Ledak Nuklir

Posted in Uncategorized on Februari 20, 2009 by zeniad

Amerika bersama republik rusia dan ukraina bekerja sama dalam pemusnahan hulu ledak nuklir. amerika mengkhawatirkan senjata nuklir uni soviet akan ja- tuh ke pihak yang tak bersahabat.

HARGA bahan baku nuklir di Eropa terancam anjlok. Meredanya perang dingin antara Timur dan Barat, runtuhnya Uni Soviet, dan lilitan inflasi, membuat negara semacam Republik Rusia dan Ukraina ingin melego bijih uraniumnya ke Barat. Negeri-negeri persemakmuran bekas Uni Soviet itu mulai memburu devisa. Banjir bahan baku nuklir itu diperkirakan akan membludak. Rusia dan Ukraina telah bersiap-siap membongkar rudal-rudalnya, baik yang taktis (jarak menengah) maupun yang strategis (jarak jauh). Mereka mencopot hulu ledaknya (warhead), kemudian “menjinakkan”, dan menjualnya sebagai uranium berkadar rendah yang dapat dipakai pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Eropa. Serangkaian persetujuan pembatasan senjata nuklir antara Amerika dan Uni Soviet memang telah diteken. Sejumlah roket peluncur bom nuklir dan kendaraan pengangkutnya telah dihancurkan oleh kedua belah pihak. Namun, adakah jaminan bahwa hulu ledak nuklir itu benar-benar dimandulkan? Didorong kekhawatiran itu, Amerika pun memprakarsai kerja sama dalam “pemusnahan” hulu ledak nuklir itu. Sebuah delegasi independen Amerika, beranggota 14 orang, menjelang tutup tahun lalu, terbang ke Moskow. “Kami ingin bahu-membahu menyusun pedoman pemusnahan hulu ledak nuklir,” kata David W. Watkins, ahli nuklir dari Laboratorium Los Alamos, New Mexico, yang memimpin delegasi itu. Selama sepekan di Moskow, tamu Amerika itu dijamu oleh mitranya, ahli-ahli persenjataan nuklir, yang beranggota sepuluh orang, dari Republik Rusia dan Ukraina. Mereka adalah para mantan staf ahli dari Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Tenaga Atom dan Energi Uni Soviet. Pertemuan ini berjalan unik. Mula-mula kedua kelompok itu kikuk duduk satu meja. Soalnya, seperti dituturkan Watkins, dulu mereka saling mengintai, mencari kelemahan pihak lain untuk menciptakan keunggulan. “Kini kami bertemu dan kerja sama memecahkan problem bahaya nuklir,” tutur Watkins. Persoalan yang mereka tangani adalah hulu ledak nuklir yang telah dikeluarkan dari tubuh rudal atau selongsong bom. Kedua belah pihak itu hendak merintis kesepakatan untuk mengontrol material nuklir yang berdaya rusak tinggi itu. Dalam konsep yang telah disusun, baik delegasi Amerika maupun pihak Persemakmuran, sepakat bahwa pelaksanaan dari perjanjian pembataasan senjata nuklir tidak hanya menghancurkan roket-roket pelontar bom nuklir, kendaraan angkut, dan bunkernya. Yang lebih penting adalah memusnahkan hulu ledaknya itu sendiri. Hulu ledak nuklir yang dianggap membawa ancaman itu ada dua jenis, Uranium (U235) dan Plutonium (Pu-239). Setelah menjadi bom, keduanya sama-sama menjadi senjata pamungkas, memusnahkan sasaran. U-235 dapat diperoleh dari tambang bijih uranium, sedangkan Pu-239 bukan bahan alam. Pu-239 dibuat dari Uranium-238, yang tidak berbahaya, yang ditembak dengan sinar netron? Bahan Plutonium itu sering pula diambil dari limbah PLTN. Penjinakan hulu ledak U-235 itu lebih gampang. Sebagai hulu ledak, U-235 itu memang garang, mudah meledak kalau dipancing dengan tembakan netron karena kumurniannya tinggi, 90-100%. Untuk membuatnya jinak, U-235 berkadar tinggi, yang sering pula disebut sebagai uranium yang telah diperkaya 90-100%, dicampur dengan U238 yang mandul. Lalu, kemurniannya diturunkan. Pada batan/as kemurnian 3% U-235 dan 97% U238, bahan nuklir ini aman dipakai sebagai elemen bakar di PLTN-PLTN. Pada level pengkayaan 20%, U-235 itu diijinkan untuk dipakai di reaktor-reaktor riset seperti yang ada di Kompleks Batan Serpong, dan Tangerang. “Secara teknis, pemanfaatan hulu ledak uranium tak ada persoalan. Yang perlu hanya pengawasannya,” kata Watkins. Yang jadi masalah memang hulu ledak Plutonium itu. Delegasi Amerika dan Persemakmuran sepakat bahwa Plutonium itu perlu diencerkan. Tingkat kemurniannya diturunkan sampai serendah mungkin, kemudian limbah hulu ledak nuklir itu disimpan secara permanen dalam bunker di bawah tanah. Tapi, bagaimana pun juga, Plutonium tetap berbahaya: berlaku sebagai isotop yang memancarkan radioaktif. Tak seperti U-235, Pu-239 tak laku untuk industri PLTN. “Sampai saat ini belum ada PLTN yang mengomsumsi elemen bakar Plutonium,” tutur Sutaryo Supadi, Deputi Bidang Penelitian dan Pengembangan Industri Nuklir Batan. Semua PLTN hanya dirancang untuk “makan” uranium. “Untuk dekade mendatang, mungkin plutonium diperlukan di PLTN,” tambahnya. Reaksi nuklir plutonium, menurut Sutaryo, memerlukan pemicu radiasi netron berkecepatan tinggi. Tapi, Uranium hanya butuh netron yang berkecepatan rendah. Alhasil, di PLTN-PLTN air bisa dipakai sebagai medium reaksi nuklir, sekaligus pendinginnya. Kemudahan itu tak bisa diberikan oleh plutonium. Celakanya, dunia kedokteran pun menolak Plutonium untuk sarana diagnostik atau pengobatan. “Karena plutonium itu bersifat toksik,” ujar Sutaryo. Jadi, material ini memang belum punya pasaran, selain sebagai bom alias alat pemusnah. Untuk mendorong pelucutan senjata nuklir itu, pihak Amerika telah menyiapkan dana darurat sebesar US$ 400 juta, hampir Rp 800 milyar, ke negara-negara Persemakmuran. Dana itu dimaksudkan untuk membantu bekas seterunya dalam memproses U-235 menjadi berkadar rendah dan menyiapkan bunker-bunker untuk mengubur hulu ledak Pu-239. Amerika mengkhawatirkan bahwa setidaknya 15 ribu dari 30 ribu buah senjata nuklir Uni Soviet akan jatuh ke tangan pihak yang tak bersahabat, sebelum hulu ledak yang berbahaya bagi umat manusia itu dijinakkan. Kecuali menurunkan kadar uraniumnya, mereka juga mau mengobral nuklir “bekas” itu.

Sumber : MBM.Tempo.com

Perlindungan Bawah Tanah dari Serangan Tornado

Posted in KONSTRUKSI on Februari 19, 2009 by zeniad

Perlindungan dalam tanah paling dikenal luas dan mempunyai banyak keuntungan. Tempat ini mungkin merupakan gudang buah-buahan. Sehingga, bagi petani gudang mempunyai dwifungsi yaitu sebagai menyimpan hasil pertanian dan tempat berlindung disaat badai. Tempat perlidungan dibuat tidak jauh dari rumah agar mempercepat penduduk mencapai tempat perlindungan. Tipe ini juga memiliki kelemahan yaitu tidak cocok pada tempat dengan akifer rendah.

Perlindungan bawah tanah harus memiliki kemampuan menahan tekanan bumi. Tekanan bumi berubah tergantung pada kedalaman tempat, tipe tanah, dan kelembaban tanah. Minimasi tekanan perlu dilakukan yaitu dengan memasang pipa saluran sekeliling tempat perlindungan. Pipa saluran dipasang dari kaki sampai atas ke ruang terbuka atau tempat tandon air. Lapisan dinding anti air dipakai untuk menjaga kondisi ruangan tetap kering. Ventilasi yang memadai juga dipasang untuk menghilangkan gaya tekan disebabkan oleh penurunan tekanan secara tiba-tiba.

Perlindungan model Berm dibuat hampir mirip dengan tipe bawah tanah. Perbedaannya terletak pada bentuknya. Model Berm memiliki ketinggian beberapa kaki di atas tanah.

arah tornadoTempat perlindungan di atas tanah harus tahan terhadap gaya angin dan lontaran tornado. Tempat pelindungan ini memiliki beberapa keuntungan. Pertama, dapat dibuat di dalam rumah atau di luar rumah. Kedua, tempat perlindungan bisa berupa kantor, ruang tidur, ruang tamu, atau kamar mandi.

Dinding dan atap harus kuat dan kontinu mulai dari pondasi, dinding, sampai ke atap. Dinding dan atap yang kuat mampu menahan gaya angin dan lontaran tornado. Bahan masif cocok dipakai untuk membuat dinding dan atap. Contohnya pecahan batu yang diisi dengan pasir.

Pintu keluar dan pintu masuk harus terlindung dari lontaran tornado. Pintu masuk dapat dilindungi oleh dinding penahan dengan konstruksi hampir sama dengan konstruksi tempat perlindungan itu sendiri. Jika tidak ada dinding penahan, dapat diganti dengan pintu masif atau pelindung baja yang diletakkan di bagian dalam permukaan dinding.

bawah tanah

Gambar 2. Pintu keluar tempat berlindung tornado yang dilindungi oleh dinding penahan.

Perlengkapan dan kebutuhan pokok selama di tempat perlindungan juga perlu disiapkan. Hal-hal yang perlu disiapkan adalah persediaan makanan dan air selama 2 hari, penerangan dan listrik dengan cadangan baterai, baju hangat, selimut dan tempat tidur, kotak P3K beserta isinya, dan sarana MCK. 

Disarikan dari berbagai sumber