Melongok Bunker Saddam

Pintu Seberat Tiga Ton, Berdinding 3,5 Meter.

Sumber : Balipost.co.id

Di hari ke-9 Operation Iraqi Freedoom, AS membuat kejutan dengan melepaskan bom penghancur bunker di sebuah gedung pusat komunikasi di kota Baghdad. Bom seberat dua ton itu dilepaskan dari pesawat bomber B-52 dan membuat bumi kota Baghdad bergetar. Menteri Penerangan Mohammed al-Sahhaf menyatakan serangan itu menewaskan lebih dari tujuh orang dan melukai 92 orang. Bangunan tujuh lantai itu pun hancur.

Bom itu beratnya dua kali dari bom yang digunakan selama ini yakni bom EGBU-27. Bom tersebut diyakini Barat mampu menghancurkan lubang perlindungan di bawah tanah setelah bangunan di atasnya lebih dahulu dihajar dengan rudal Tomahawk.

Namun, teori hancurnya bunker itu langsung dibantah Karl Esser, arsitek Jerman yang mengerjakan salah satu dari sejumlah lubang perlindungan untuk Saddam di kota Baghdad. Esser yang kini menjadi konsultan keamanan menjelaskan, Saddam bahkan mungkin hidup bila ada ledakan bom nuklir jika dia berada di dalam bunker yang mempunyai ketebalan dinding 1,5 meter.

”Jika ada bom nuklir sebesar bom Hiroshima dan didetonasi dari jarak 250 meter, bunker itu tetap tidak hancur,” kata Esser yang membangun lubang perlindungan di bawah istana presiden di Baghdad.

Esser menambahkan, AS sekarang berusaha keras dengan bom teknologi mutakhirnya untuk menghancurkan pintu lubang perlindungan itu. Pintu bunker seberat tiga ton itu dibuat oleh sebuah perusahaan di Swiss dan dirancang antiserangan bom.

Pendapat Esser itu diperkuat oleh seorang perwira Yugoslavia yang membantu pembangunan lubang bawah tanah tersebut. Ia menyebutkan bunker tersebut memang didesain tidak tembus serangan bom dan akan mengamankan orang yang berada di dalamnya dari radiasi bom atom.

Bunker tersebut mampu memuat 50 orang dan mempunyai dua pintu keluar yang salah satunya mengarah ke Sungai Tigris yang berjarak 200 meter. Bunker itu dibangun selama dua tahun (1982-1983) oleh sebuah prusahaan Jerman Boswau & Knauer yang kini menjadi kontraktor bangunan Walter-Bau AG.

Pembangunan bunker tersebut dilakukan saat perusahaan-perusahaan Barat diizinkan untuk menyuplai senjata atau peralatan lain kepada Saddam. Saat itu Irak tengah terlibat Perang Irak-Iran yang berlangsung 1980-1988. Esser menduga rancangan lubang perlindungan bawah tanah (bunker) itu buatan intelijen Jerman.

Saat membangun bunker tersebut, Esser adalah konsultan pada sebuah perusahaan Jerman yang mensponsori perlindungan warga sipil. Esser memiliki perusahaan Schutzraumtechnik Esser GmbH, yang menyuplai perlengkapan untuk bunker Saddam.

Esser menjelaskan, bom seberat dua ton kemarin diyakini sulit menembuas bunker seluas 1.800 are yang dibangun tepat di bawah istana presiden. Namun, bunker itu bisa ditembus lewat serangan pasukan darat. ”Lubang perlindungan bisa diakses lewat dari dalam istana presiden. Berarti hal itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan pasukan darat atau dengan bahan peledak taktis,” tambahnya.

Langit-langit pada bunker tersebut terkomposisi dari baja dengan beton setebal 1,5 meter. Dengan ketebalan seperti itu, dinding itu tidak akan retak oleh ledakan dari bom seberat 250 kg tepat di atasnya. Untuk menembus bunker itu hanya bisa dilakukan lewat pintu masuk bunker dengan menggunakan bazoka atau bahan peledak lainnya.

Esser pernah membawa Saddam jalan-jalan ke bunker tersebut saat pembangunannya selesai. Di dalam bunker Saddam bisa menyaksikan sendiri tempat itu dilengkapi dengan tangki air, pembangkit listrik, penyaringan udara, pusat komando seluas 30 are dan sistem perlindungan getaran elektromagnetik hingga sirkuit perlindungan listrik dari dampak ledakan bom.

”Dia sangat puas,” kenang Esser atas kunjungan Saddam itu. ”Dia ramah, mengenakan seragam sipil dan serupa dengan pegawai negeri. Namun, yang membuat dirinya sebagai pejabat penting adalah saat dia akan bicara, semua orang tidak ada yang membuka mulut.”

Ditanya tentang tuduhan bahwa dirinya membantu diktator serupa Hitler, Esser menjelaskan, bunker itu bukan didesain untuk satu orang tetapi banyak orang, Saddam dan stafnya. ”Inilah salah satu pencapaian dari teknologi pembuatan bunker,” kata Esser.

Sejak operasi pembunuhan Saddam dimulai 20 Maret lalu, kota Baghdad dihujani bom dari berbagai jenis — dari rudal penjelajah hingga penghancur bunker. Namun, semua serangan itu dijawab dengan pemunculan Saddam di televisi yang mengobarkan semangat rakyatnya untuk memerangi pasukan AS dan koalisinya. Pemunculan Saddam itu dijawab AS dengan menyatakan semua siaran televisi yang memuat Saddam tidak bisa dipercaya sepanjang siaran itu dilakukan secara rekaman atau tidak langsung. Hanya dengan siaran langsung (live), keberadaan Saddam bisa dipercayai, itu pun keaslian Saddam masih diragukan. Sebab, pihak Barat sepertinya telah menyepakati bahwa di istana presiden Baghdad terdapat lebih dari tiga orang yang mempunyai tampang seperti Saddam.

 

Posted by Infolahta Ditziad

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: