Arsip untuk Maret, 2009

Dell E6400 XFR, Laptop ‘Berjiwa Militer’

Posted in Uncategorized on Maret 23, 2009 by zeniad

ynsf7oiyiyTEXAS – Kebutuhan terhadap sebuah laptop yang tangguh dan siap di berbagai medan sangat penting untuk menunjang kerja pasukan militer. Kerasnya medan tugas seorang anggota militer membuat produsen komputer Amerika Serikat Dell terinspirasi untuk mengeluarkan produk Laptop yang canggih, namun tangguh di segala medan.

Langkah itu pun diwujudkan Dell dengan merilis laptop terbarunya, E6400 XFR. Laptop tersebut didesain khusus sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan militer AS. Laptop tangguh yang menggunakan teknologi layar sentuh itupun juga menargetkan para anggota militer di seluruh dunia sebagai target pasar.

PC World, Selasa (10/3/2009) melansir, E6400 XFR akan mulai dipasarkan di AS, Kanada, Perancis, Spanyol, Inggris, Jerman� dan Itali pada 10 Maret 2009. Laptop tangguh itu bakal dibanderol seharga USD4299 atau sekira Rp51 juta.

Bak seorang prajurit militer, E6400 tahan terhadap semua tantangan. Laptop itu mampu bekerja di tempat dengan ketinggian lebih dari 15 ribu kaki dan suhu – 33 derajat celcius hingga 63 derajat Celcius serta kondisi angina 70 mil per jam. Tak hanya itu laptop tersebut juga tahan terhadap air dan tahan banting meskipun jatuh dari ketinggian 4 kaki atau 48 inci saat tidak beroperasi dan� 3 kaki saat sedang beroperasi.

Untuk urusan spesifikasi, XFR didukung oleh prosesor Intel Core 2 Duo dan media penyimpanan 120 GB, dengan RAM hingga 8GB. Laptop berlayar 14,1 inci itu menggunakan sistem operasi Windows Vista dan dilengkapi fasilitas Wi_Fi, 3G mobile broadband dan antena GPS.

Sumber : Okezone.com

Laser Pengganti Rudal Patriot

Posted in Uncategorized on Maret 20, 2009 by zeniad

Alkisah James Bond mencari pengendali senjata rahasia bertajuk Golden Eye. Ia adalah sinar laser beserta gelombang elektromagnetik yang menghancurkan kota sebesar London dengan satu tembakan. Mimpi? Tampaknya bukan. Kini telah ada Golden Eye di dunia nyata. Ia dipakai untuk menghentikan dan menembak misil dan pesawat berkecepatan tinggi. Adakah ia rudal Patriot masa depan itu?

Laser bertenaga tinggi yang akan menghancurkan rudal penjelajah. Peluru kendali supercepat yang datang dari luar atmosfer, menghancurkan target di mana bahan peledak tak diperlukan. Inilah deskripsi teknologi yang akan mempersenjatai kapal perang masa depan.

Keinginan mewujudkannya menjadi kenyataan sudah ada dalam rencana roadmap Angkatan Laut (AL) Amrik yang bertajuk Sea Power 21. Rasanya, senjata sejenis ini yang paling revolusioner adalah electromagnetic (EM) railgun, yang daya hancurnya menurut sumber AL Amrik mirip dengan meteor.

Tak seperti senjata konvensional –yang memakai bahan pembakar (propelan) untuk menciptakan gas pendorong yang mengeluarkan proyektil dari moncongnya– EM yang didesain AL Amrik ini memanfaatkan arus listrik untuk menciptakan gaya elektromagnetik (dalam Fisika dikenal dengan gaya Lorenz).

AL Amrik sendiri berharap mendemokan konsep senjata laser EM mereka itu pada empat atau lima tahun lagi. Sedangkan senjata dalam bentuk siap operasionalnya direncanakan akan benar-benar siap dalam 15 tahun. Tak hanya itu. AL AS juga tengah mengembangkan laser berenergi tinggi untuk pertahanan (self-defence) kapal dari incaran peluru kendali, pesawat tak berawak, pesawat bahkan kapal kecil lainnya. Diperkirakan diperlukan laser berdaya satu megawatt.

Selain itu adapula senjata laser mobile tactical high energy laser (MTHEL) yang mampu menembak rudal nan melaju dengan kecepatan tinggi. Ia dikembangkan Angkatan Bersenjata (AB) Amrik bersama TRW Inc. MTHEL bisa menembakkan sinar laser berkekuatan tinggi. Ia mampu melacak sasaran, lalu menghancurkannya dengan konsentrasi sinar energi foton.

Kala dicoba di White Sands, New Mexico, sinar laser yang ditembakkan dari senjata baru bak kilat itu sanggup mengejar rudal dan menghancurkannya. “Peluru artileri yang meluncur dengan kecepatan supersonik pun bukan tandingan laser,” terang Letjen Joseph Cosumano, komandan Pertahanan Peluru Kendali Amrik. Maka ia pun bisa menembak berbagai jenis sasaran di udara. Menggunakan kontrol dari jarak jauh, ia bisa dibuat mobile untuk bergerak dalam medan pertempuran.

Bila percobaan ini berhasil, maka di masa depan rudal Scud milik Iraq dan sejenisnya tidak akan lagi berhadapan dengan rudal Patriot kepunyaan Israel, seperti yang terjadi pada Perang Teluk 1991. Namun, ia bakalan menghadapi sinar laser yang dimuntahkan oleh MTHEL.

Sumber : Jawa Pos

Cara Kerja Senjata Laser

Posted in Uncategorized on Maret 19, 2009 by zeniad
senjata laser
Untuk mengetahui bagaimana cara laser bekerja sebaiknya kita pahami apa itu laser. Yang perlu di ingat laser adalah sumber cahaya. Coba kita lihat cahaya disekeliling kita, contohnya lampu pijar. Lampu pijar mengirim gelombang cahaya ke berbagai arah.
Gelombang cahaya ini mirip dengan gelombang air yang punya puncak dan lembah, titik tertinggi dan terendah. Jika kita mampu melihat gelombang cahaya dari lampu pijar tersebut, kita akan melihat gelombang yang datang mengenai kita terus menerus. Cahaya putih yang kita lihat itu merupkan kombinasi dari banyak frekwensi cahaya.
Bandingkan dengan lampu senter, cahayanya lebih fokus dari pada lampu pijar yang tergantung di langit -langit rumah. Cahaya senter ini masih terdiri dari banyak frekwensi cahaya bedanya pergerakan gelombang lampu senter dalam satu arah.
Kalau laser lebih fokus lagi dari lampu senter. Laser terbuat dari satu panjang gelombang cahaya yang puncak kepuncak dan lembah kelembahnya selalu sinkron. Jadi gelombang cahayanya tidak menggangu gelombang cahaya yang lainnya. Karena laser sangat fokus, maka ia dapat menjangkau jarak yang sangat jauh. Dan yang lebih penting lagi daya yang dihasilkan laser antara 1.000 sampai 1.000.000 kali lebih kuat dari bola pijar, bayangin aja panasnya!
Laser untuk senjata meliter
Ada beberapa jenis laser yang digunakan dalam industri militer, tapi yang sangat dikembangkan adalah free electron laser (FEL) yang terdiri dari electron injector, a particle accelerator and a magnetic undulator or wiggler. Cara kerja senjata laser tipe ini adalah:
  • electron injector menginjeksikan elektron bebas ke partcle accelerator
  • particle accelerator akan mengakselirasi elektron samapi kecepatan cahaya (300.000 km/detik)
  • elektron akan berpindah ke undulator dengan serangkain magnet
  • didalam wiggler elektron akan berosilasi maju mundur, Saat membelok elektron akan memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang spesifik
  • Penempatan magnet didalam wiggler akan mengontrol panjang gelombang yang dipancarkan. Laser jenis ini dapat diatur dengan cara mengatur jarak magnetnya.

Nah begitulah kira-kira cara kerja senjata laser.

Diintisarikan dari berbagai sumber

Awas, Tentara Robot Mengancam Manusia

Posted in Uncategorized on Maret 17, 2009 by zeniad

f-robot-barue-f

Meningkatnya pasukan robot di medan perang bisa membahayakan kemanusiaan. Mesin pintar penyandang senjata itu dikhawatirkan ditiru atau jatuh ke tangan teroris. Selain itu, suatu saat akan ada persaingan senjata robot yang sengit dan tak terkendali. Mimpi buruk tersebut bisa mirip film Terminator: The Rise of Machine.

’’Masalahnya adalah kita tidak bisa memasukkan kembali jin ke botol. Sekali senjata baru keluar, mereka dengan mudah ditiru,’’ kata Profesor Noel Sharkey di London (27/2). Pakar teknologi kecerdasan buatan dari Universitas Sheffield itu pembicara utama dalam konferensi lembaga bergengsi Royal United Services Institute, Inggris.

Saat ini robot yang dikerahkan di medan perang di seluruh dunia bisa mengidentifikasi dan mengunci target tanpa banyak bantuan manusia. Ia bisa berbentuk peluncur granat bergerak hingga pesawat tanpa awak penembak roket.

Amerika mengerahkan sekitar 4.000 unit robot di medan perang Iraq, termasuk pesawat tanpa pilot yang mempunyai ribuan jam terbang. Tiga robot tempur pertama dikerahkan, yang bisa membawa senapan mesin kaliber besar, diproduksi oleh pembuat senjata AS Foster-Miller. ’’(Ketiganya) terbukti sukses sehingga dipesan 80 unit lagi,’’ kata Sharkey.

Meskipun bisa beroperasi secara efektif, selama ini robot-robot itu sedikit banyak membutuhkan bantuan tangan manusia untuk menekan tombol atau menarik picu. ’’Jika kita tidak hati-hati, itu bisa berubah (makin otonom),’’ ingat profesor top tersebut.

Pendorongnya, para pimpinan militer menginginkan robot yang lebih otonom sesegera mungkin. Sebab, mereka ingin lebih efisien dalam ongkos perang dan bebas risiko korban perang.

Beberapa negara, dipimpin AS, sudah berlomba-lomba membuat robot tempur untuk dikerahkan lebih banyak ke medan perang. Korsel dan Israel menggunakan robot sebagai penjaga perbatasan. India, Tiongkok, Rusia, dan Inggris juga meningkatkan penggunaan pasukan robot.

Washington siap mengucurkan dana USD 4 miliar (sekitar Rp 36,2 triliun dengan kurs Rp 9.050) pada 2010 untuk teknologi tanpa awak. Sedangkan total belanjanya, menurut data departemen yang mengurusi teknologi tanpa awak yang dirilis Desember lalu, menanjak ke USD 24 miliar (Rp 217,2 triliun).

James Canton, pakar inovasi teknologi dan CEO Institute for Global Futures, memprediksi bahwa pada masa mendatang, untuk pengerahan pasukan selama 10 tahun, sebanyak 150 tentara dibantu 2.000 robot.

Kemungkinan alat tersebut digunakan teroris, kata Sharkey, menjadi keprihatinan serius. Sebab, robot yang tertangkap tak sukar dibelokkan penggunaanya. Bisa saja digunakan sebagai bom bunuh diri. ’’Saya tak tahu mengapa ini belum terjadi,’’ kata pakar itu.

Meskipun makin mengkhawatirkan, lanjut dia, hanya ada perkembangan kecil dari robot semiotonom ke robot mesin pembunuh yang benar-benar mandiri. ’’Saya telah berkerja dengan teknologi kecerdasan buatan selama berpuluh tahun dan gagasan ada robot yang bisa membuat keputusan untuk melenyapkan manusia menakutkan kami,’’ kata Sharkey.

Ronald Arkin dari Georgia Institute of Technology, yang bekerja dekat dengan militer AS di bidang robot, setuju bahwa pergeseran menuju otonomi akan bertahap. Tapi, dia tidak percaya bahwa robot tak punya tempat di garis depan. Dia mengakui, mungkin robot tak paham hukum perang. Namun, teknologi kecerdasan bisa membuat robot lebih paham lingkungan dan memproses informasi. ’’Dan, di sana tak ada emosi yang bisa mengganggu penilaian, seperti kemarahan,’’ katanya dalam konferensi teknologi perang di Universitas Stanford, AS, Januari lalu. (AFP/Rtr/roy)< Meningkatnya pasukan robot di medan perang bisa membahayakan kemanusiaan. Mesin pintar penyandang senjata itu dikhawatirkan ditiru atau jatuh ke tangan teroris. Selain itu, suatu saat akan ada persaingan senjata robot yang sengit dan tak terkendali. Mimpi buruk tersebut bisa mirip film Terminator: The Rise of Machine.

’’Masalahnya adalah kita tidak bisa memasukkan kembali jin ke botol. Sekali senjata baru keluar, mereka dengan mudah ditiru,’’ kata Profesor Noel Sharkey di London (27/2). Pakar teknologi kecerdasan buatan dari Universitas Sheffield itu pembicara utama dalam konferensi lembaga bergengsi Royal United Services Institute, Inggris.

Saat ini robot yang dikerahkan di medan perang di seluruh dunia bisa mengidentifikasi dan mengunci target tanpa banyak bantuan manusia. Ia bisa berbentuk peluncur granat bergerak hingga pesawat tanpa awak penembak roket.

Amerika mengerahkan sekitar 4.000 unit robot di medan perang Iraq, termasuk pesawat tanpa pilot yang mempunyai ribuan jam terbang. Tiga robot tempur pertama dikerahkan, yang bisa membawa senapan mesin kaliber besar, diproduksi oleh pembuat senjata AS Foster-Miller. ’’(Ketiganya) terbukti sukses sehingga dipesan 80 unit lagi,’’ kata Sharkey.

Meskipun bisa beroperasi secara efektif, selama ini robot-robot itu sedikit banyak membutuhkan bantuan tangan manusia untuk menekan tombol atau menarik picu. ’’Jika kita tidak hati-hati, itu bisa berubah (makin otonom),’’ ingat profesor top tersebut.

Pendorongnya, para pimpinan militer menginginkan robot yang lebih otonom sesegera mungkin. Sebab, mereka ingin lebih efisien dalam ongkos perang dan bebas risiko korban perang.

Beberapa negara, dipimpin AS, sudah berlomba-lomba membuat robot tempur untuk dikerahkan lebih banyak ke medan perang. Korsel dan Israel menggunakan robot sebagai penjaga perbatasan. India, Tiongkok, Rusia, dan Inggris juga meningkatkan penggunaan pasukan robot.

Washington siap mengucurkan dana USD 4 miliar (sekitar Rp 36,2 triliun dengan kurs Rp 9.050) pada 2010 untuk teknologi tanpa awak. Sedangkan total belanjanya, menurut data departemen yang mengurusi teknologi tanpa awak yang dirilis Desember lalu, menanjak ke USD 24 miliar (Rp 217,2 triliun).

James Canton, pakar inovasi teknologi dan CEO Institute for Global Futures, memprediksi bahwa pada masa mendatang, untuk pengerahan pasukan selama 10 tahun, sebanyak 150 tentara dibantu 2.000 robot.

Kemungkinan alat tersebut digunakan teroris, kata Sharkey, menjadi keprihatinan serius. Sebab, robot yang tertangkap tak sukar dibelokkan penggunaanya. Bisa saja digunakan sebagai bom bunuh diri. ’’Saya tak tahu mengapa ini belum terjadi,’’ kata pakar itu.

Meskipun makin mengkhawatirkan, lanjut dia, hanya ada perkembangan kecil dari robot semiotonom ke robot mesin pembunuh yang benar-benar mandiri. ’’Saya telah berkerja dengan teknologi kecerdasan buatan selama berpuluh tahun dan gagasan ada robot yang bisa membuat keputusan untuk melenyapkan manusia menakutkan kami,’’ kata Sharkey.

Ronald Arkin dari Georgia Institute of Technology, yang bekerja dekat dengan militer AS di bidang robot, setuju bahwa pergeseran menuju otonomi akan bertahap. Tapi, dia tidak percaya bahwa robot tak punya tempat di garis depan. Dia mengakui, mungkin robot tak paham hukum perang. Namun, teknologi kecerdasan bisa membuat robot lebih paham lingkungan dan memproses informasi. ’’Dan, di sana tak ada emosi yang bisa mengganggu penilaian, seperti kemarahan,’’ katanya dalam konferensi teknologi perang di Universitas Stanford, AS, Januari lalu.

Diintisarikan dari berbagai sumber

Google Earth Kuak Rahasia Militer AS di Pakistan

Posted in Uncategorized on Maret 12, 2009 by zeniad

googleearthdlm

Gambar satelit yang direkam di Google Earth mengungkap bahwa Amerika Serikat secara diam-diam meluncurkan serangan pesawat militer tak berawak dari sebuah basis di Pakistan. Serangan itu ditujukan untuk menghantam kaum militan di perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Berdasarkan gambar di Google Earth ini, militer AS tampaknya menerbangkan pesawat yang tak diketahui namanya itu dari wilayah Baluchistan, Pakistan. Selain memperlihatkan gambar pesawat, pangkalan militer itu tampaknya dikelilingi oleh perumahan tentara.

Dikutip detikINET dari PressTV, Jumat (20/2/2009), pesawat yang tampak diperkirakan berjenis MQ1 Predator yang biasa digunakan untuk mengawasi dan menyerang kaum militan di perbatasan Pakistan – Afghanistan.

Militer Pakistan memang pernah dilaporkan mengizinkan AS memakai basis di negerinya untuk menginvasi Afghanistan. Namun kemudian dinyatakan bahwa militer negeri adidaya itu telah meninggalkan basis tersebut di tahun 2006.

Akan tetapi, serangan udara AS masih terjadi belakangan ini dan memakan banyak korban sipil Pakistan. Dilansir FoxNews, sumber militer AS mengakui mereka masih meluncurkan serangan dari Pakistan setelah merebaknya gambar dari Google Earth ini.

Selain memicu sentimen anti Amerika, berbagai pihak di negeri itu menganggap pengoperasian pesawat dari wilayah Pakistan melanggar kedaulatan wilayah mereka.

ANALISA RODA GERINDA DALAM PENGOPERASIAN MESIN GERINDA

Posted in Uncategorized on Maret 11, 2009 by zeniad

 

1.         Umum

 

a.         Mesin gerinda tangan merupakan mesin yang berfungsi untuk menggerinda benda kerja. Awalnya mesin gerinda hanya ditujukan untuk benda kerja berupa logam yang keras seperti besi dan stainless steel. Menggerinda dapat bertujuan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat, atau dapat juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil pemotongan, merapikan hasil las, membentuk lengkungan pada benda kerja yang bersudut, menyiapkan permukaan benda kerja untuk  dilas, dan lain-lain.

b.         Mesin Gerinda didesain untuk dapat menghasilkan kecepatan sekitar 11.000 – 15.000 rpm. Dengan kecepatan tersebut batu gerinda yang merupakan komposisi aluminium oksida dengan kekasaran serta kekerasan yang sesuai, dapat menggerus permukaan logam sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Dengan kecepatan tersebut juga, mesin gerinda juga dapat digunakan untuk memotong benda logam dengan menggunakan batu gerinda yang dikhususkan untuk memotong.

 

c.         Pada umumnya mesin gerinda tangan digunakan untuk menggerinda atau memotong logam, tetapi dengan menggunakan batu atau mata yang sesuai kita juga dapat menggunakan mesin gerinda pada benda kerja lain seperti kayu, beton, keramik, genteng, bata, batu alam, kaca, dan lain-lain. Tetapi sebelum menggunakan mesin gerinda tangan untuk benda kerja yang bukan logam, perlu juga dipastikan agar kita menggunakannya secara benar karena penggunaan mesin gerinda tangan untuk benda kerja bukan logam umumnya memiliki resiko yang lebih besar.

 

2.         Maksud dan Tujuan

 

a.         Maksud.        Tulisan ini dibuat dengan maksud agar dapat mengetahui roda gerinda lebih mendalam karena minimnya tingkat pengetahuan tentang roda gerinda dan cara pengoperasian mesin gerinda.

 

b.         Tujuan.         Tulisan ini dibuat dengan tujuan agar dapat mengetahui lebih banyak tentang roda gerinda agar mempunyai dasar pengetahuan sehingga memudahkan penggerindaan dengan penggunaan roda gerinda yang sesuai dengan material benda kerja yang akan digerinda dan bermanfaat untuk mencegah kecelakaan kerja.

 

3.         Ruang lingkup dan Tata Urut.    Ruang lingkup penulisan ini meliputi analisa roda gerinda dan mesin gerinda dalam rangka mencegah kecelakaan kerja dengan tata urut sebagai berikut  :

a.            Pendahuluan

b.            Analisa Roda Gerinda

c.            Langkah Kerja penggunaan mesin gerinda

d.            Faktor – faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja

e.            Upaya mencegah kecelakaan kerja dalam penggunaan mesin gerinda.

f.             Penutup

 

4.         Metode Pendekatan.     Dalam pembuatan tulisan ini menggunakan  metoda pendekatan diskriptif analisis dengan melalui pengamatan dan pengalaman di lapangan.

 

ANALISA RODA GERINDA

 

5.         Macam-macam batu gerinda.      Fungsi dari batu gerinda berbeda-beda dalam pemakaiannya, berikut fungsi dari beberapa jenis batu gerinda :

 

a.         Flat wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti handtap, countersink, mata bor, dan sebagainya.

b.         Cup wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti cutter, pahat bubut, dan sebagainya.

c.         Dish grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan profil pada cutter.

d.         Shaped grinding wheels, untuk memotong alat potong ataupun material yang sangat keras, seperti HSS, material yang sudah mengalami proses heat treatment.

e.         Cylindrical grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan diameter dalam suatu jenis produk.

 

Selain fungsi yang berbeda pada setiap jenis batu, juga mempunyai warna batu yang berbeda pula, dimana setiap warna yang dimiliki batu mempunyai karakteristik yang berbeda pula, di pasaran pada umumnya terdapat warna merah muda, putih dan hijau.

6.         Bagian-Bagian dari Roda Gerinda.       Setiap roda gerinda mempunyai dua komponen :

a.         Abrasive berfungsi sebagai pemotong/pengasah.

b.         Bond berfungsi sebagai perekat yang mengikat butiran-butiran abrasive selama pemotongan.

Diantara abrasive dan bond terdapat bagian-bagian kosong atau pori-pori dalam ukuran dan jumlah yang beraneka ragam, mempengaruhi roda-roda gerinda dalam pengasahannya.

 

7.         Pembuatan Roda Gerinda.                      Butiran-butiran abrasive dan perekat dicampur, kemudian dicetak/dibentuk dan dikeringkan dalam cetakan pada tekanan yang tinggi dan suhu antara 42°- 45° C.  Ukuran terakhir dan bentuknya dibuat setelah proses pengeringan. Perekat roda gerinda kemudian di “vitrify” kan pada suhu antara 1200°- 1300°C dan didinginkan dengan perlahan-lahan sekali. Proses pendinginan kadang-kadang maksimum lamanya 120 hari. Sebagai tindakan pencegahan demi keamanan, pemeriksaan yang teliti diadakan setelah proses pendinginan.

 

8.         Aksi Potong (pemotongan).        Proyeksi dari permukaan roda gerinda akan terlihat beribu-ribu butiran tajam. Apabila diputar dengan kecepatan tinggi dan dipertemukan dengan benda kerja, akan memotong beram-beram yang kemudian menjadi merah dan panas karena gesekan yang keras.

 

9.         Bahan Asah/Pengasah.    Amril (ampelas), corundum, silicon carbide, alumunium oxide, boron nitride dan intan yang dihancurkan adalah bahan-bahan asah yang digunakan sampai sekarang. Bahan-bahan tersebut beraneka ragam dalam kekerasan dan kerapuhan, mempunyai sifat dan bentuk yang berbeda-beda.

 

a.         Amril adalah kristal dari alumunium oksida dan besi oksida dengan persentase campuran yang bermacam-macam.

b.         Corundum adalah alumunium oksida dengan bermacam-macam tingkat kemurniannya. Amril dan corundum sebagian besar digunakan dalam pembuatan kertas pengasah dan kain pengasah.

 

c.         Silicon carbide adalah kombinasi kimia dari karbon dan silicon yang dibuat dari dapur tinggi listrik. Pekerjaan ini memakan waktu ± 36 jam pada temperatur 2000°C. Setelah itu silicon carbide diambil dalam bentuk kristal-kristal yang banyak. Silicon carbide berwarna hitam kehijau-hijauan.

 

d.         Alumunium oxide yang mula-mula berasal dari bauksit, juga dibuat dalam dapur tinggi listrik. Bauksit lebur dalam temperatur ± 2100°C. Batangan-batangan dipatahkan, dihancurkan dan digiling menjadi butiran-butiran kecil.

 

e.         Boron nitride adalah hasil produksi buatan General Electrik Corp. Barang tersebut mempunyai bentuk kristal berbentuk kubus keras seperti silicon carbide, suhunya stabil hingga 1400°C.

 

f.          Intan adalah bahan asah yang terkeras. Carbon yang murni dan sekarang ini dibuat untuk pembuatan proses industri.

 

10.       Perekat.         Perekat harus mengikat butiran-butiran pengasah bersama-sama dan melengkapi roda gerinda dengan kekuatan dan kekerasan. Ada beberapa tipe perekat yang digunakan dan masing-masing tipe mempunyai kegunaan tersendiri.

 

a.         Vitrified bonds adalah suatu campuran dari tanah liat, feldspar dan kwarsa dicampur pada suhu kira-kira 1100° – 1350°C. Roda gerinda ini sensitif terhadap hentakan dan pukulan tapi tidak berubah karena panas atau dingin dan tidak dapat dipengaruhi oleh air, asam atau oli. Roda gerinda ini tidak dibuat dalam bentuk yang tipis seperti roda gerinda untuk memotong karena tidak dapat menerima beban dari samping. Perekat ini dicampur dalam bermacam-macam persentase yang baik sehingga mendapatkan bermacam-macam tingkatan. Kepadatan dari roda gerinda dapat dengan mudah ditentukan oleh proses “vitrified”.

 

b.         Silicate bonds (mineral bond).   Komponen ini digunakan silicate dari soda (water glass). Oksida seng ditambahkan sebagai bahan anti air. Campuran butiran-butiran pengasah dan perekatnya dipadatkan didalam cetakan besi dan dibakar pada temperatur 260°C selama 2 – 4 hari. Dengan perekat ini butiran-butiran pengasah lebih mudah lepas dari pada vitrified bond dan roda gerinda ini disebut “pulder acting” yang digunakan khusus untuk mengasah alat-alat potong.

 

c.         Shellac bonds (organik bond).  Roda gerinda “shellac” dapat dibuat tipis 3 mm atau kurang.  Serbuk shellac dicampur dengan butiran-butiran pengasah dan dipanaskan sampai shellacnya meleleh dan menyelimuti setiap butiran pengasah. Campuran ini diroll menjadi lembaran dan dipotong. Perekat ini baik untuk pengerjaan halus dan ketahanan terhadap panas rendah.

 

d.         Rubber bonds (organik bond).  Untuk membuat roda gerinda ini, karet murni dicampur dengan sulfur sebagai komponen pemanas. Roda gerinda ini dapat digunakan juga sebagai pemotong.

 

e.         Synthetic resin bond bakelite adalah salah satu perekat yang digunakan untuk pembuatan roda gerinda potong yang tipis. Perekat ini elastis dan ulet. Digunakan untuk menghilangkan kerak-kerak besi tuang dan menggerinda las.

 

LANGKAH KERJA PENGGUNAAN MESIN GERINDA

 

11.       Umum.           Bekerja dengan mesin gerinda prinsipnya sama dengan proses pemotongan benda kerja. Pisau atau alat potong gerinda adalah ribuan keping berbentuk pasir gerinda yang melekat menjadi keping roda gerinda.  Proses penggerindaan dilakukan oleh keping roda gerinda yang berputar menggesek permukaan benda kerja.  Kecepatan kerja dalam kerja gerinda bukan faktor utama, hasil akhir dalam bentuk dan ketepatan ukuran lebih diutamakan. Dua operasi penggerindaan yang akan dijelaskan adalah kerja gerinda permukaan dan kerja gerinda silinder luar dan dalam.

Urutan kerja gerinda umumnya adalah sebagai berikut :

a.         Pemahaman gambar kerja

b.         Pencekaman benda kerja

c.         Pemeriksaaan air pendingin

d.         Pemeriksaan ketajaman roda gerinda

e.         Pengaturan putaran

f.          Penyetelan panjang langkah dan dalamnya pemakanan

g.         Pemeriksaan penggerindaan (jalan kosong)

h.         Penggerindaan benda kerja

i.          Pemeriksaan hasil gerinda

 

12.       Syarat utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan roda gerinda ialah :

a.         Sifat fisik dari material yang akan digerinda mempengaruhi pemilihan dari bahan asah. Gunakan roda gerinda alumunium oksida untuk material-material berkekuatan tarik yang tinggi. Seperti contoh baja karbon, baja campuran, baja kecepatan tinggi, besi tempa, perunggu dll.  Gunakan roda gerinda silicon carbide untuk material berkekuatan tarik yang rendah. Contoh besi kelabu, kuningan, alumunium, tembaga, granite, karet, kulit dan lain – lain.  Gunakan roda gerinda keras untuk material yang lunak dan gunakan roda gerinda lunak untuk material yang keras. Bila menggerinda material keras, butiran-butiran lebih cepat tumpul dari material lunak, maka lunaknya perekat diperlukan untuk memudahkan butiran-butiran membelah atau meninggalkan roda gerinda dengan tujuan memunculkan butiran-butiran baru sebagai penggantinya.  Material lunak kurang cepat penumpulan butiran-butirannya. Perekat kuat memungkinkan pemegangan butiran-butiran lebih lama.

 

b.         Banyaknya material yang dihilangkan dan hasil akhir yang diminta mempengaruhi pemilihan dari ukuran butiran, struktur dan tipe perekat. Gunakan roda gerinda yang kasar dan berpori-pori untuk pemakanan banyak.  Gunakan roda gerinda berbutiran halus untuk penyelesaian yang baik. Gunakan roda gerinda berbutiran kasar untuk material liat dan berbutiran halus untuk material keras.  Disini kecepatan produksi bukan faktor yang penting, gunakan roda gerinda elastis untuk penyelesaian yang terbaik.

 

13.       Menggerinda Permukaan.           Menggerinda permukaan adalah mengerjakan penggerindaan pada permukaan yang lurus. Jenis gerinda permukaan antara lain :

 

a.         Memotong atau menipiskan permukaan yang panjang dan gerinda bentuk.  Benda kerja diletakkan pada meja mesin yang diikat dengan magnit.  Roda gerinda dipasang pada poros yang letaknya horizontal.  Pamakanannya bergerak menurun dan diatur antara 1/1000 sampai 5/100 mm setiap gerak pemakanannya.

 

b.         Gerinda permukaan lainnya adalah menggerinda benda kerja yang dipasang pada kepala tetap (cekam), dan diantara dua senter. Untuk benda kerja yang dijepit antara dua senter, dapat menggunakan permukaan depan roda gerinda.  Agar permukaan benda kerja rata, permukaan depan roda gerinda di truing minimum 1 derajat  kearah pusat sumbu.

 

14.       Menggerinda silinder.

 

a.         Menggerinda silinder luar.           Dilakukan dengan gerak memanjang untuk benda kerja panjang, dan gerak tegak lurus untuk benda yang tebalnya tidak melebihi tebal roda gerinda.  Gerak tegak lurus juga dilakukan untuk gerinda bentuk.

 

b.         Menggerinda silinder dalam.       Dilakukan sesuai posisi benda kerja, yaitu benda kerja dapat berputar misalnya bentuk ring, pelana (bush), dan benda kerja tidak dapat berputar, misal bentuk jig dan dies.

 

15.       Menggerinda Tanpa Senter.       Menggerinda tanpa senter digunakan untuk produk masal.  Benda kerja dijepit antara dua gerinda yang berhadapan dan ditahan oleh penyangga.

 

FAKTOR – FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI KECELAKAAN KERJA

 

16.       Umum.         Analisa kecelakaan memperlihatkan bahwa untuk setiap kecelakaan kerja ada faktor penyebabnya. Sebab-sebab tersebut bersumber kepada alat-alat mekanik dan lingkungan serta kepada manusianya sendiri. Untuk mencegah kecelakaan,  penyebab-penyebab ini harus dihilangkan.   Delapan puluh lima persen (85%) dari sebab-sebab kecelakaan adalah faktor manusia. Maka dari itu, usaha – usaha keselamatan selain ditujukan kepada teknik mekanik juga harus memperhatikan secara khusus aspek manusiawi.  Dalam hubungan ini, pendidikan dan penggairahan keselamatan kerja kepada tenaga kerja merupakan sarana penting.

 

17.       Latar Belakang Sosial, ekonomi dan kultural.     Kultur dan kedisiplinan dalam menggunakan perlengkapan kerja standar akan memberikan pengaruh terhadap keselamatan kerja yang didukung latar belakang sosial ekonomis dan kultural yang sangat luas. Tingkat pendidikan dan latar belakang kehidupan yang luas, seperti kebiasaan-kebiasaan, kepercayaan-kepercayaan, peralatan dan perlengkapan kerja erat bersangkut paut dengan pelaksanaan keselamatan kerja. Demikian juga, keadaan ekonomi ada sangkut pautnya dengan permasalahan keselamatan kerja tersebut. Maka keselamatan kerja lebih tampil ke depan lagi, dikarenakan cepatnya penerapan teknologi dengan segala seginya termasuk problematik keselamatan kerja menampilkan banyak permasalahan, sedangkan kondisi sosial – kultural belum cukup siap untuk menghadapinya.  Bahkan kadang -kadang hilang hasil jerih payah suatu usaha dikarenakan kecelakaan. Keselamatan kerja merupakan satu bagian dari keselamatan pada umumnya.  Kecelakaan adalah kejadian yang tak terduga dan tidak diharapkan. Tak terduga, oleh karena dibelakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan, lebih-lebih dalam bentuk perencanaan.  Maka dari itu, peristiwa sabotase atau tindakan kriminal di luar ruang lingkup kecelakaan yang sebenarnya. Tidak diharapkan, oleh karena peristiwa kecelakaan disertai kerugian material ataupun penderitaan dari yang paling ringan sampai kepada yang paling berat.  Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada suatu instansi.  Hubungan kerja di sini dapat berarti bahwa kecelakaan terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan.  Maka dalam hal ini, terdapat dua permasalahan penting, yaitu :

 

a.         Kecelakaan adalah akibat langsung pekerjaan.

b.        Kecelakaan terjadi pada saat pekerjaan sedang dilakukan

 

Terdapat tiga kelompok kecelakaan :

a.         Kecelakaan akibat kerja di tempat pekerjaan.

b.         Kecelakaan lalu lintas

c.         Kecelakaan di rumah

Bahaya pekerjaan adalah faktor-faktor dalam hubungan pekerjaan yang dapat mendatangkan kecelakaan.  Bahaya tersebut disebut potensial jika faktor-faktor tersebut belum mendatangkan kecelakaan.  Jika kecelakaan telah terjadi, maka bahaya tersebut sebagai bahaya nyata.

 

18.       Sebab-Sebab Kecelakaan Kerja.   Dari pengalaman selama ini dapat diketahui bahwa penyebab kecelakaan pada garis besarnya dapat dibagi atas dua golongan, yaitu :

 

a.         Kecelakaan yang disebabkan oleh karena keadaan yang berbahaya, misalnya tidak ada pengamannya, peralatan kerja yang rusak, instalasi yang tidak memenuhi syarat, lantai yang licin dan sebagainya.

 

b.         Kecelakaan yang disebabkan oleh tindakan-tindakan yang berbahaya, yang umumnya ditimbulkan oleh tingkah laku manusia sewaktu bekerja.

 

Pada umumnya kecelakaan yang terjadi adalah akibat dari kedua golongan penyebab tersebut di atas, yang kalau dianalisa secara mendalam, dapat diuraikan

lagi menjadi tiga faktor, sebagai berikut :

 

a.         Faktor lingkungan kerja.

b.         Faktor mesin dan peralatan.

c.         Faktor manusia atau tenaga kerja.

 

Supaya pencegahan kecelakaan dapat terlaksana dengan baik, maka harus dilakukan usaha-usaha agar ketiga faktor penyebab kecelakaan tersebut di atas tidak berada pada kondisi yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.

 

19.       Faktor lingkungan kerja.    Faktor lingkungan kerja yang penting dan perlu diperhatikan adalah kebersihan, pertukaran udara di dalam ruangan, penerangan, dan tata ruang dari mesin dan peralatan kerja. Jadi supaya tidak terjadi kecelakaan perlu kita perhatikan :

 

a.         Kebersihan, misalnya lantai tidak licin karena tidak adanya kotoran berupa minyak pelumas.

 

b.         Pertukaran udara di dalam ruangan dapat berlangsung dengan baik sehingga tidak perlu terjadi seseorang tenaga kerja kehilangan kesadaran karena kekurangan udara bersih (oksigen).

 

c.         Penerangan dijaga agar kapasitasnya mencukupi, sesuai dengan sifat pekerjaan yang dilakukan.

 

d.         Tata ruang harus dijaga agar mematuhi persyaratan, misalnya tidak terlalu sempit dan mudah bagi lalu lintas barang atau orang.

 

20.       Faktor mesin dan peralatan.       Faktor mesin dan peralatan yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, adalah :

 

a.         Pengaman-pengaman harus dipasang pada mesin, sesuai dengan persyaratan – persyaratan  keselamatan kerja.

 

b.         Peralatan-peralatan pengaman yang dipakai oleh mekanik harus dijaga agar tetap pada kondisi yang baik, sehingga benar-benar dapat berfungsi sebagai pengaman dalam kerja.

 

21.       Faktor manusia.      Faktor manusia yang menyebabkan terjadinya kecelakaan biasanya adalah :

a.         Kelalaian

b.         Kekurangan pada keterampilan atau kecakapan dalam bekerja

c.         Kekurangan yang terdapat pada fisik dan mental si tenaga kerja.

UPAYA MENCEGAH KECELAKAAN KERJA

DALAM PENGGUNAAN MESIN GERINDA

 

22.       Umum.           Keselamatan kerja perlu mendapat perhatian, karena pada saat bekerja roda gerinda berputar sangat tinggi. Pecahnya roda gerinda akibat kesalahan operasi dan pemeriksaan kondisi roda gerinda yang tidak cermat dapat mencelakakan operator. 

 

23.       Pencegahan Kecelakaan Kerja.   Kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan :

 

a.         Standarisasi, yaitu penetapan standar-standar resmi, setengah resmi atau tak resmi mengenai misalnya konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis peralatan tertentu, praktek-praktek keselamatan dan higiene umum, atau alat-alat perlindungan diri.

 

b.         Pengawasan, yaitu pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan yang diwajibkan.

 

c.         Penelitian bersifar teknik, yang meliputi sifat dan ciri-ciri bahan-bahan yang berbahaya, pengujian alat-alat perlindungan diri, penelitian tentang pencegahan peledakan gas dan debu, atau penelaahan tentang bahan-bahan dan desain paling tepat untuk tambang-tambang pengangkat dan peralatan pengangkat lainnya.

 

d.         Riset medis, yang meliputi terutama penelitian tentang efek-efek fisiologis dan patologis faktor-faktor lingkungan dan teknologis, dan keadaan-keadaan fisik yang mengakibatkan kecelakaan.

 

e.         Penelitian psikologis, yaitu penyelidikan tentang pola-pola kejiwaan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.

 

f.          Penelitian secara statistik, untuk menetapkan jenis-jenis kecelakaan yang terjadi, banyaknya , mengenai siapa saja, dalam pekerjaan apa, dan apa sebab-sebabnya.

 

g.         Pendidikan, yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum teknik, sekolah-sekolah atau kursus-kursus pertukangan.

 

h.         Latihan-latihan, yaitu latihan praktek bagi operator, khususnya yang baru, dalam keselamatan kerja.

 

24.       Alat – alat keselamatan yang diperlukan selama menggunakan mesin gerinda adalah sebagai berikut :

a.         Masker,  digunakan untuk melindungi pernafasan kita pada saat melakukan penggerindaan, terutama pada saat melakukan dressing.

b.         Kacamata,  untuk melindungi mata dari percikan bunga api dan debu pada saat penggerindaan.

c.         Bevel protector,  alat yang digunakan untuk mengukur sudut pada alat potong setelah melakukan penggerindaan.

d.         Surface plate, alat yang digunakan untuk melihat kerataan atau ketinggian pada mata cutter, berupa alat yang mempunyai permukaan sangat rata dan halus.  

e.         Caliper, digunakan untuk mengukur sebuah dimensi, biasanya dipakai untuk membuat pahat ulir.

f.          Dresser, merupakan batu diamond yang digunakan untuk membersihkan batu gerinda yang kotor.

g.         Kunci “L” dan kunci pas, untuk mengatur sudut-sudut pada alat potong yang akan digerinda.

 

25.       Selama roda gerinda berputar, posisi operator tidak boleh berada pada bidang perputaran roda gerinda. Beberapa langkah keselamatan kerja mesin gerinda antara lain :

 

a.         Selalu periksa kondisi roda gerinda dari keretakan.  Ketuk roda gerinda dengan tangkai obeng, bila suaranya nyaring berarti baik, dan sember beararti ada keretakan.

 

b.         Jaga kecepatan roda gerinda sesuai ketentuan tabel kecepatan pada mesin tersebut.

 

c.         Pastikan benda kerja, kepala lepas, pencekam dan peralatan yang lain sudah pada posisi yang benar.

 

d.         Gunakan roda gerinda sesuai dengan jenis kerja dan benda kerjanya.

 

e.         Jangan memakankan (to feed) terlalu cepat benda kerja antara dua senter kemungkinan akan tertekan dan dapat merusakkan benda kerja dan roda gerindanya.

f.          Stop seluruh motor penggerak sebelum mengatur atau menyetel mesin gerinda.

 

g.         Ketika mengasah roda gerinda (dressing / truing) pastikan intan pengasah terletak pada posisi yang kuat dan benar.

 

h.         Jangan memeriksa dimensi (pengukuran) selama benda kerja sedang digerinda.

 

i.          Ketika memasang atau menempatkan benda kerja, pastikan roda gerinda diundurkan atau dijauhkan agar tidak mengganggu pemasangan.

j.          Jangan gunakan pakaian kerja yang panjang dan terjurai, kalung, dan perhiasan lainnya yang memungkinkan jatuh atau tersangkut selama kerja gerinda.

 

k.         Jangan tinggalkan mesin gerinda dalam keadaan hidup, pastikan mesin mati pada saat meninggalkan.

 

 

 

PENUTUP

 

26.       Kesimpulan                        

 

a.         Mesin gerinda tangan adalah mesin yang serba guna, dapat digunakan untuk menggerinda atau memotong benda logam, kayu, bahan bangunan, kaca dan juga memoles mobil. Dengan menggunakan mesin dan mata yang tepat maka kita dapat menggunakan mesin gerinda dengan optimal. Tetapi tak lupa kita juga perlu memperhatikan keselamatan kerja.

 

b.         Keselamatan kerja perlu mendapat perhatian, karena pada saat bekerja roda gerinda berputar sangat tinggi. Pecahnya roda gerinda akibat kesalahan operasi dan pemeriksaan kondisi roda gerinda yang tidak cermat dapat mencelakakan operator. Untuk itu pemakaian baju kerja termasuk kacamata kerja sangat diwajibkan. Hal ini bertujuan agar sesuatu yang tidak diinginkan tidak terjadi.  Kecelakaan kerja tidak akan terjadi jika kita mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan kecuali atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

 

 

27.       Saran

 

a.         Mohon adanya sosialisasi standar keselamatan kerja dalam penggunaan alat peralatan zeni kepada Satuan Lapangan dari Komando atas.

 

b.         Mohon diterbitkannya Bujuklap, Bujuknis dan Bujuk lainnya tentang Alpalzi yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini.

 

28.       Demikianlah tulisan ini dibuat,  sebagai sumbangan pemikiran penulis   untuk memberikan sedikit gambaran tentang analisa roda gerinda dalam pengoperasian mesin gerinda guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja.   Kami menyadari masih adanya kekurangan dalam penulisan ini, oleh sebab itu segala koreksi dan saran sangat kami harapkan dalam rangka penyempurnaan tulisan ini. 

Sumber dari : Kapten Purbo Awin Niarto, S.Si

Teror Nubika

Posted in Uncategorized on Maret 5, 2009 by zeniad

01“…dunia (termasuk Indonesia) sedang menghadapi suatu phenomena (trend) baru berupa ancaman atau tindak kekerasan yang menimbulkan korban jiwa massal dan kerusakan luar biasa yang digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan politik……..”

(Kebijakan dan Strategi Nasional PemberantasanTerorisme)

 

Fakta bahwa Negara kita telah mengalami beberapa kali aksi terrorisme berupa peledakan bom dengan menggunakan bahan peledak konvensional atau bahan kimia yang bersifat dual use telah menimbulkan korban jiwa dan materiil yang tidak sediki. Disamping itu berbagai penangkapan dan penyitaan terhadap kepemilikan bahan peledak secara tidak sah yang berlangsung sampai saat ini, hal ini mengindikasikan bahwa Negara kita masih rentan terhadap aksi-aksi  terrorisme.

 

Dengan pesatnya perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dalam bidang Nuklir Biologi dan Kimia (Nubika) di dukung dengan kemajuan alat transportasi dan komunikasi informasi dewasa ini, penguasaan dan penggunaan bahan dan Iptek Nubika  untuk kepentingan kesejahteraan manusia di satu sisi telah meningkat dan tersebar dengan pesatnya diseluruh bagian dunia, namun di sisi lain dapat juga merupakan ancaman.

 

Bahan dan Iptek Nubika untuk kesejahteraan manusia telah diterapkan dalam berbagai macam industri untuk memenuhi kebutuhan energi, pangan, sandang, perumahan, kesehatan dan lain-lain.   Sedangkan Iptek dan bahan Nubika bisa menjadi ancaman bila penanganannya tidak benar (tidak sesuai prosedur) atau disalahgunakan oleh organisasi atau kelompok baik langsung maupun tidak langsung menyebarkan bahan–bahan beraspek Nubika  untuk pencapaian maksud-maksud  tertentu.

 

Aksi teror yang melibatkan bahan Nuklir, Biologi dan Kimia (Terror Nubika) sendiri dapat didefinisikan sebagai penggunaan/ ancaman secara sengaja baik secara lansung maupun tidak langsung yang bertujuan tersebarnya bahan radioaktif, bahan kimia beracun (Agensia kimia), dan atau bahan biologi (Agensia Biologi) seperti virus, bakteri, jamur atau racun (toxin)  untuk mengakibatkan kematian atau penyakit pada manusia, hewan atau tumbuhan guna pencapaian tujuan-tujuan tertentu.

 

Terkait dengan hal tersebut diatas, tulisan ini mencoba untuk membahas seberapa nyata kemungkinan aksi teror Nubika di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan akan bentuk ancaman teror ini. Tulisan ini  akan diawali dengan gambaran umum bahaya Nubika, perkembangan teror  Nubika dan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan terror Nubika. Dilanjutkan dengan penilaian kemungkinan ancaman teror Nubika di Indonesia.

 

GAMBARAN UMUM ANCAMAN BAHAYA NUBIKA

 

Ancaman dan Bahaya Nubika umumnya berasal dari penggunaan senjata NUBIKA, penggunaaan bahan nuklir/radioaktif, agensia biologi dan agensia kimia, baik di instalasi maupun dalam pengangkutan serta akibat bencana alam beraspek nubika.  Bahaya Nubika tersebut dapat mengancam keselamatan manusia dan lingkungan hidup, termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan.   Tinggi rendahnya dampak yang ditimbulkan, baik secara langsung atau tidak langsung, dari kejadian yang beraspek Nubika tergantung  pada jenis dan jumlah bahan nubika yang terlepas ke lingkungan.

 

BAHAYA NUKLIR     

 

02Sumber atau potensi ancaman dan bahaya Nuklir umumnya berasal dari ledakan senjata nuklir atau lepasan bahan radioktif yang digunakan untuk maksud-maksud damai. Senjata nuklir memiliki kekuatan yang besar dan destruktif. Akibat serangan senjata nuklir yang berupa ledakan bom nuklir bagi manusia dapat dibagi menjadi 2 bagian :

           

Gelombang Tekan, Radiasi Panas dan Elektromagnetik.    

 

Gelombang Tekan.     Efek gelombang tekan mengakibatkan jatuhnya korban secara massal dan menyebabkan  kerusakan yang luar biasa pada objek-objek sasaran. 

 

Hal ini dikarenakan tekanan gelombang udara yang sangat besar  dapat menyebabkan benda-benda yang berterbangan yang dapat melukai atau mematikan dan menghancurkan berbagai fasilitas atau gedung. Kerusakan fatal pada alat tubuh akibat gelombang tekan ini, seperti emboli udara pada pembuluh darah, pendarahan pada paru-paru, patah tulang, perdarahan pada rongga perut, dan luka-luka akibat terlempar.

 

Radiasi Panas.           Efek radiasi panas dan kilatan cahaya dari titik ledak, dengan kecepatan  yang sangat tinggi akan melanda daerah yang luas. Efek ini dapat menimbulkan kehancuran karena kebakaran terhadap materi apa saja di sekitar titik ledak. Akibat lain dari efek ini ialah timbulnya debu radioaktif yang meliputi daerah yang luas. 

 

Gelombang Elektromagnetik.             Efek gelombang elektromagnetik umumnya akan merusak sistem kerja alat-alat elektronik yang berada diatas permukaan disekitar daerah yang berdekatan dengan  lokasi titik ledak nuklir.

 

Radiasi Nuklir.          

 

Efek radiasi nuklir umumnya berasal dari pancaran radiasi  suatu bahan radiokatif, baik dalam bentuk radiasi sinar alpha, beta, gamma atau neutron. Sinar gamma dan neutron amat berbahaya dan merusak jaringan sel pada makhluk hidup. Radiasi ini dapat berasal dari debu  radioaktif sisa ledakan senjata nuklir maupun bahan radioktif yang terlepas ke lingkungan akibat kecelakaan suatu reaktor nuklir, fasilitas/industri pengguna bahan nuklir/radioaktif, serta kecelakaan dalam pengangkutan.

 

Contoh nyata akibat ledakan senjata nuklir, seperti ledakan bom nuklir di Hiroshima (little boy) berkekuatan 16.000 ton TNT dan di Nagasaki (fat man) berkekuatan 21.000 ton TNT yang menewaskan 140.000 orang tahun 1945.

04Contoh kecelakaan nuklir yang mengakibatkan  terlepasnya bahan radioaktif seperti; kecelakaan Chernobyl, dikenal dengan sebutan Bencana Chernobyl. Kecelakaan nuklir ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah.   

Akibat kecelakaan nuklir ini sebanyak 31 orang meninggal langsung ditempat, dan banyak lagi korban yang menderita baik berat maupun ringan akibat terkena radiasi nuklir, seperti janin bayi yang sedang dikandung oleh ibu hamil yang telah terpapar bahan radioaktif berasal dari reaktor Chernobil dalam jumlah terbatas telah dapat menimbulkan penyakit kanker ataupun mutasi negatif pada gen manusia. Disamping itu aktivitas penduduk yang bertani dan industri pada radius 30 km harus dihentikan dan dilakukan tindakan pengevakuasian terhadap 135.000 orang dikarenakan tingkat bahaya radiasi yang dilepaskan oleh ledakan   itu sangat tinggi diatas ambang normal yang dapat diterima tubuh manusia, lebih kurang 100 kali lebih besar daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Pada saat ini, dua puluh tiga tahun  sejak kecelakaan yang menewaskan 31 orang dan membuat 135 ribu lainnya mengungsi itu sudah lewat,  berjalan efek dari radiasi yang ditimbulkan pada daerah yang terkontaminasi masih sangat dirasakan masyarakat disekitarnya.  

Disamping itu beberapa insiden radioaktif yang berasal dari lepasan sumber radioaktif yang digunakan untuk maksud-maksud damai, dengan akibat yang lebih kecil dari kasus Chernobyl telah beberapa kali terjadi, seperti di Meksiko, Georgia, Turki, Rusia, Thailand.

Posted By Kapten Czi Robert