Pengembangan Rudal Korea Utara

Asal usul program rudal Korea Utara dimulai sekitar tahun 1969, saat Uni Soviet memberikan kepada mereka rudal darat ke darat dengan kemampuan mencapai sasaran 60 Km ’FROG’.

Tetapi, pengembangan yang sebenarnya rudal Korea Utara diperkirakan dimulai tahun 1976, atau menjelang Perang Timur Tengah pada tahun 1973, Yaitu pada saat ‘Perang Ramadhan 1973’ (Perang Yom Kippur), antara pasukan Israel melawan koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah. Korea Utara menerima rudal SCUD- B buatan Rusia dan papan peluncur sebagai imbalan mendukung Mesir dalam perang itu. Korea Utara mulai mengembangkan rudal itu menjadi rudal sendiri dengan membongkar dan merakit kembali rudal Scud Uni Soviet itu. Dengan demikian Sistem rudal Korea Utara berbasis rudal jenis Scud. Korea Utara terus mengembangkan dan memperbaharuinya hingga rudal berjarak panjang seperti ‘Scud-C’, rudal balistik berjarak menengah (IRBM) ‘Rodong’, dan rudal balistik bertingkat ‘Taepodong’. Rudal balistik Korea Utara diperkirakan memiliki kemampuan untuk menghantam benua Amerika.

Kronologi pengembangan rudal Korut < Sumber : Buku Putih Pertahanan Nasional 2006>

Awal tahun 70  –> Berpartisipasi dalam proyek pengembangan rudal China dan memperoleh teknologi rudal (diperkirakan)

1976 – 1981  –> Penggunaan rudal SCUD-B dan papan peluncur buatan Uni Soviet dari Mesir untuk mengembangkan rudal sendiri

1984.4  –>  Peluncuran Scud-B yang telah dikembangkan sebagai uji coba pertama.

1986.5 –>  Peluncuran uji coba Scud-C

1988 –> Alokasi Scud-B/C dalam operasi militer

1990.5 –> Peluncuran uji coba rudal Rodong pertama

1991.6 — Peluncuran rudal Scud-C

1993.5 –> Peluncuran uji coba rudal Rodong

1994.1 –> Identifikasi pertama tentang adanya Taepodong-1

1998 –> Alokasi rudal Rodong dalam operasi militer

1998.8 –> Peluncuran uji coba Taepodong-1 (Korut mengklaim bahwa rudal itu diluncurkan dengan sistem pengendalian satelit)

2006.7 –> Peluncuran uji coba Taepodong-2 dan peluncuran rudal Rodong/Scud

Kemampuan rudal terutama diukur dengan ‘jarak tembak’ dan ‘tingkat ketepatan mengenai sasaran’. Jarak tembak merupakan yang paling penting dalam mengevaluasi kemampuan rudal, sejauh mana rudal itu mampu mencapai sasarannya. Sedangkan, tingkat keakuratan adalah kemampuan yang mengakses ke sasaran secara akurat dan tepat . Tingkat keakuratan rudal Korea Utara tidak begitu menjadi masalah. Untuk rudal balistik IRBM, ada kemungkinan bahwa rudal Korea Utara bisa menghantam suatu daerah di dalam wilayah Jepang atau benua Amerika, dan hal itu akan menjadi ancaman serius. Para ahli menilai kemampuan serangan rudal Korea Utara secara nyata tidak begitu menjadi ancaman karena tingkat keakuratan rudal negara komunis itu sangat kurang. Tetapi, di masa depan, masyarakat internasional merasa khawatir bahwa rudal itu akan menjadi ancaman besar karena pada kenyataannya Korea Utara akan terus memperbaiki teknologi rudal untuk memperoleh rudal berjarak tempuh lebih panjang dan tingkat keakuratannya lebih tinggi.

Khususnya, kalau rudal itu dilengkapi hulu ledak nuklir dan menghantam suatu daerah, hal itu akan menajdi ancaman serius, kendatipun rudal ada kemungkinan besar rudal tidak mengenai sasaran dengan tepat. Kekhawatiran lainnya adalah kemungkinan rudal yang dikembangkan oleh Korea Utara diekspor ke negara lain.

Sumber : Buku Putih Dephan 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: