Black Powder di Temukan, Pasca Ledakan Bom di Mega Kuningan Jakarta

black powderBaru beberapa jam, setelah ledakan bom di Hotel Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot, dari olah TKP pihak kepolisian Indonesia menemukan sebuah bom rakitan jenis black powder dan low explosive di kamar 1808 Hotel JW Marriott, Jumat (17/07). Menurut polisi, jenis bom tersebut masih aktif, dan memiliki unsur yang sama seperti yang ditemukan 2 TKP, yaitu Ritz-Carlton dan Marriott.

Black powder atau yang disebut juga Gunpowder, merupakan campuran dari bahan yang mudah meledak, yakni sulfur, arang, potassium nitrat, KNO3 (atau yang dikenal mineral), yang kemudian meledak cepat, dan mampu memproduksi volume panas yang tinggi dan gas yang dapat digunakan sebagai propellant atau bahan bakar cair di senjata api antic atau model lama, dan sebagai komposisi pembuatan petasan atau kembang api.

Gunpowder diklasifikasikan sebagai bahan yang low explosive karena tingkat dekomposisinya yang lambat dan akan memproduksi pembakaran yang cepat seperti kecepatan gelombang suara daripada detonasi supersonic yang diproduksi oleh high explosive. Gas yang diproduksi berasal dari pembakaran gunpowder yang menghasilkan tekanan tinggi untuk mendorong peluru senjata api, namun tidak cukup untuk menghanguskan seluruh laras senjata. Hal ini yang membuat gunpowder tidak cocok untuk menghancurkan batu yang besar. Black powder atau Gunpowder ini dapat menyerap kelembapan 1.5 persen di bawah kelembapan relative 75 persen, di suhu 21.1.derajat Celcius atau 70 derajat Fahreinheit. Jika tingkat kelembapan black powder kurang, maka ada kemungkinan black powder tidak akan meledak dengan cepat. Tingkat kelembapan yang tinggi relatif mampu menyebabkan kondisi yang tidak stabil dari black powder. Udara dapat menyebabkan potassium nitrat dalam black powder untuk bermigrasi keluar dari black powder dan menyebabkan korosi logam. Pembakaran black powder akan menghasilkan sejumlah karbonmonoksida, sulfurdioksida, dan hidrogen sulfat. Dalam suhu tinggi, potassium nitrat akan memproduksi cairan dan akan bergabung dengan oksigen di atmosfir untuk memproduksi sulfurdioksida. Karbonmonooksida dan hydrogen sulfat juga mudah terbakar menghasilkan karbondioksida dan sulfurdioksida. Sulfudioksida dapat beresiko merusak membran selaput lendir dan rongga pernafasan atas, mata juga kulit. Selain itu, nafas menjadi berat, radang tenggorakan dan saluran pernafasan, dan radang paru-paru. Untuk yang menghirup sulfurdioksida secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan dan jika terlalu lama bisa mengakibatkan kematian.

Dintisarikan dari berbagai sumber oleh Kolonel Czi Zainal Abidin S.IP (Irditziad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: