Arsip untuk Agustus, 2009

Amerika Uji Rudal Balistik Antar Benua

Posted in Uncategorized on Agustus 24, 2009 by zeniad

rudal balistikAngkatan Udara AS berhasil meluncurkan rudal balistik antarbenua  (ICBM) Minuteman 3 dari sebuah pangkalan di California. Rudal yang tidak dilengkapi bahan peledak tersebut diarahkan ke targetnya di Samudera Pasifik.   
    
Sersan Benjamin Rojek dari Angkatan Udara AS menjelaskan rudal ICBM ini diluncurkan dari Pangkalan Udara Vandenber pada pukul 9:01 pagi, Minggu (23/8), waktu setempat atau pukul 23:01 WIB tadi malam. Menurut Rojek, rudal ini menyentuh sasarannya dekat kepulauan karang Kwajalein di kepulauan Marshall, yang berjarak sekitar 6.758 kilometer dari lokasi peluncuran.
 
Peluncuran ini dilaksanakan sebagai sebuah uji operasional untuk memeriksa akurasi dan kehandalan sistem persenjataan. Data tes ICBM ini selanjutkan digunakan untuk ditelaah oleh perancang kebijakan Komando Strategis dan lab Departemen Energi AS.  

Sumber : Kompas.com

Uji Coba Bom Vacum Terkuat Di Dunia

Posted in DESTRUKSI on Agustus 14, 2009 by zeniad

MOSKWA – Rusia telah berhasil menguji coba bom vakum paling kuat di dunia. Bom itu menghasilkan gelombang kejut yang kekuatannya setara dengan bom nuklir. Militer Rusia menyebut bom itu ”bapak segala bom” (father of all bombs).

roket lapanBom itu menambah deretan persenjataan baru Rusia untuk mendukung langkah-langkah kebijakan luar negerinya. Presiden Vladimir Putin sedang gigih membangkitkan kembali peran Rusia di kancah internasional.
”Hasil uji coba senjata baru itu menunjukkan, kekuatan dan efisiensinya tidak kalah dengan senjata nuklir,” kata Deputi Kepala Staf Angkatan Darat Alexander Rukshin kepada televisi ORT First Channel. ”Bom itu sedang beraksi. Senjata itu tidak ada tandingannya di dunia dan sukses dalam uji coba di lokasi militer kami,” tambahnya. Televisi menayangkan pesawat bomber Tupolev Tu-160 sedang menjatuhkan bom di atas lahan uji coba. Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan dahsyat.
Dalam tayangan itu, terlihat gedung-gedung bertingkat di sekitar lokasi runtuh dan rata dengan tanah. ”Tanah di lokasi yang terkena bom menjadi seperti permukaan bulan,” demikian laporan televisi milik pemerintah Rusia itu.
Kementerian Pertahanan menegaskan, penemuan senjata baru itu tidak bertentangan dengan traktat internasional tunggal. ”Rusia tidak bermaksud memprovokasi perlombaan senjata baru,” kata dia.
Bom vakum terdiri atas dua bagian utama. Bagian pertama untuk menghasilkan ledakan kecil yang melontarkan bahan peledak utama. Setelah terlontar, peledak gas cair itu otomatis meledak.
Setara 44 Ton TNT
Ledakan itu menghasilkan gelombang tekanan udara dengan radius jangkauan yang lebih jauh dibandingkan dari bahan peledak konvensional. Ledakan itu juga menghisap udara sehingga menimbulkan kondisi hampa udara dan dampak ledakan makin destruktif.
”Gelombang ultrasonik dan temperatur tinggi akibat ledakan bom itulah yang menimbulkan kerusakan hebat,” kata dia. ”Semua makhluk hidup akan terempas hancur.”
Rukshin mengatakan, ”Namun, saya ingin menegaskan bahwa bom itu tidak meracuni lingkungan, berbeda dengan dampak bom nuklir.”
Pesawat bomber supersonik Tu-160 yang menjatuhkan bom itu dijuluki NATO dengan nama ”Blackjack”. Pesawat itu adalah pesawat berbobot terberat. Putin memerintahkan pesawat Blackjack dan Tu-05 ”Beruang” berpatroli di seluruh dunia.
Menurut laporan itu, bom vakum itu jauh lebih kuat daripada bom sejenis produksi Amerika Serikat, yakni bom Massive Ordnance Air Blast (MOAB). MOAB dijuluki ”ibu segala bom” (mother of all bombs). ”Karena itulah, militer Rusia menyebut bom vakum itu Bapak Segala Bom,” kata Rukshin.
Menurut militer Rusia, bom itu empat kali lebih kuat daripada bom MOAB. Daya ledaknya setara 44 ton TNT. Lonjakan temperatur di pusat ledakan juga dua kali lebih tinggi.
Pada 1999, para jenderal Rusia pernah mengancam akan menggunakan bom vakum untuk menumpas gerilyawan Chechnya dari persembunyian di gunung-gunung melalui operasi antiteroris.
Lembaga Human Rights Watch ketika itu kemudian minta Putin untuk tidak menggunakan bom tersebut. Sampai kini pun, belum jelas apakah bom vakum itu pernah digunakan selama Perang Chechen.

Diintisarikan dari berbagai sumber

PEMANFAATAN ENERGI OMBAK SEBAGAI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PERTAMA DI DUNIA

Posted in PERBEKALAN AIR & LISTRIK on Agustus 13, 2009 by zeniad

Tahukah anda???

Untuk bisa melangsungkan hidupnya, manusia harus berusaha memanfaatkan sumber daya hayati yang ada di bumi ini dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi penggunaan tersebut haruslah mempunyai tujuan yang positif yang nantinya tidak akan membahayakan manusia itu sendiri.

Kenyataanya, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Norwegia. Sayangnya potensi energi pantai yang ada belum banyak dimanfaatkan. Masalah yang terjadi dalam kebutuhan manusia adalah kesenjangan antara kebutuhan hidup serta persediaan energi. Seperti saat ini kebutuhan akan minyak semakin turun, dikhawatirkan 5 tahun mendatang kebutuhan akan energi akan habis, lalu bagaimana dengan nasib anak cucu kita nanti? Oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan energi sumber daya hayati yang perlu dikembangkan saat ini.

BGambar tengah (1): Rumput laut mekanik yang disebut juga Biowave.

Sumber daya hayati yang ada di planet bumi ini salah satunya adalah lautan. Selain mendominasi wilayah di bumi ini, laut juga mempunyai banyak potensi pangan (beranekaragam spesies ikan dan tanaman laut) dan potensi sebagai sumber energi. Energi yang ada di laut ada 3 macam, yaitu: energi ombak, energi pasang surut dan energi panas laut.

Salah satu energi di laut tersebut adalah energi ombak. Sebenarnya ombak merupakan sumber energi yang cukup besar. Ombak merupakan gerakan air laut yang turun-naik atau bergulung-gulung. Energi ombak adalah energi alternatif yang dibangkitkan melalui efek gerakan tekanan udara akibat fluktuasi pergerakan gelombang.

Energi ombak dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, seperti saat ini telah didirikan sebuah Pembangkit Listrik Bertenaga Ombak (PLTO) di Yogyakarta, yaitu model Oscillating Water Column. Tujuan didirikannya PLTO ini adalah untuk memberikan model sumber energi alternatif yang ketersediaan sumbernya cukup melimpah di wilayah perairan pantai Indonesia. Model ini menunjukan tingkat efisiensi energi yang dihasilkan dan parameter-parameter minimal hiroosenografi yang layak, baik itu secara teknis maupun ekonomis untuk melakukan konversi energi.

Dalam PLTO ini proses masuk dan keluarnya aliran ombak pada suatu ruangan tertentu (khusus) dapat menyebabkan terdorongnya udara keluar dan masuk melalui sebuah saluran di atas ruang khusus tersebut. Apabila diletakkan sebuah turbin di ujung saluran tersebut, maka aliran udara yang keluar masuk akan memutar turbin yang menggerakkan generator. Kelemahan dari model ini adalah aliran keluar masuk udara dapat menimbulkan kebisingan, akan tetapi karena aliran ombak sudah cukup bising umumnya ini tidak menjadi masalah besar.

FGambar kanan (2): Sirip ekor ikan hiu buatan yang disebut Biostream.

Selain model Oscillating Water Column, ada beberapa perusahaan & lembaga lainnya yang mengembangkan model yang berbeda untuk memanfaatkan ombak sebagai penghasil energi listrik, antara lain:

1.   Ocean Power Delivery; perusahaan ini mendesain tabung-tabung yang sekilas terlihat seperti ular mengambang di permukaan laut (dengan sebutan Pelamis) sebagai penghasil listrik. Setiap tabung memiliki panjang sekitar 122 meter dan terbagi menjadi empat segmen. Setiap ombak yang melalui alat ini akan menyebabkan tabung silinder tersebut bergerak secara vertikal maupun lateral. Gerakan yang ditimbulkan akan mendorong piston diantara tiap sambungan segmen yang selanjutnya memompa cairan hidrolik bertekanan melalui sebuah motor untuk menggerakkan generator listrik. Supaya tidak ikut terbawa arus, setiap tabung ditahan di dasar laut menggunakan jangkar khusus.

2.   Renewable Energy Holdings; ide mereka untuk menghasilkan listrik dari tenaga ombak menggunakan peralatan yang dipasang di dasar laut dekat tepi pantai sedikit mirip dengan Pelamis. Prinsipnya menggunakan gerakan naik turun dari ombak untuk menggerakkan piston yang bergerak naik turun pula di dalam sebuah silinder. Gerakan dari piston tersebut selanjutnya digunakan untuk mendorong air laut guna memutar turbin.

3.   SRI International; konsepnya menggunakan sejenis plastik khusus bernama elastomer dielektrik yang bereaksi terhadap listrik. Ketika listrik dialirkan melalui elastomer tersebut, elastomer akan meregang dan terkompresi bergantian. Sebaliknya jika elastomer tersebut dikompresi atau diregangkan, maka energi listrik pun timbul. Berdasarkan konsep tersebut idenya ialah menghubungkan sebuah pelampung dengan elastomer yang terikat di dasar laut. Ketika pelampung diombang-ambingkan oleh ombak, maka regangan maupun tahanan yang dialami elastomer akan menghasilkan listrik.

4.   BioPower Systems; perusahaan inovatif ini mengembangkan sirip-ekor-ikan-hiu buatan dan rumput laut mekanik untuk menangkap energi dari ombak. Idenya bermula dari pemikiran sederhana bahwa sistem yang berfungsi paling baik di laut tentunya adalah sistem yang telah ada disana selama beribu-ribu tahun lamanya. Ketika arus ombak menggoyang sirip ekor mekanik dari samping ke samping sebuah kotak gir akan mengubah gerakan osilasi tersebut menjadi gerakan searah yang menggerakkan sebuah generator magnetik. Rumput laut mekaniknya pun bekerja dengan cara yang sama, yaitu dengan menangkap arus ombak di permukaan laut dan menggunakan generator yang serupa untuk merubah pergerakan laut menjadi listrik.

  HGambar kiri (3): Pelamis Wave Energy Converters dari Ocean Power Delivery. 

Namun kekurangan dalam pemanfaatan energi ombak sebagai pembangkit listrik ini adalah

1.   Bergantung pada ombak; kadang dapat energi, kadang pula tidak,

2.   Perlu menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan muncul secara konsisten. Akan tetapi jika kita memanfaatkan energy ini maka kelebihan yang kita dapatkan adalah energi bisa diperoleh secara gratis, tidak butuh bahan bakar, tidak menghasilkan limbah, mudah dioperasikan dan biaya perawatan rendah, serta dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai.

Oleh karena itu mengingat potensi yang telah dmiliki oleh  ombak begitu besar, maka sebaiknya mulai sekarang kita perlu memanfaatkan energi ombak ini sebagai pembangkit tenaga listrik guna memenuhi kebutuhan akan energy listrik di hari mendatang, dengan mengembangkan model tersebut di seluruh pesisir pantai Indonesia.

Diintisarikan Dari Berbagai Sumber

X-51 WAVERIDER RUDAL JELAJAH MASA DEPAN AS

Posted in DESTRUKSI on Agustus 13, 2009 by zeniad

1Bagi AS punya seabreg armada rudal jelajah Tomahawk belumlah cukup. Mereka menganggap gerakan arsenal penghancur masal ini masih kelewat lambat. “Kami butuh senjata yang bisa melesat lima kali lebih cepat dari semua senjata yang ada sekarang,” ujar Letjen. Robert Kehler, deputy commander dari Komando Strategis AS. Tak perlu berlama-lama. Kehler mengakui kalau saat ini AS sedang mengembangkan rudal jelajah berkecepatan hipersonik. Salah satu kandidatnya adalah X-51.

 

Punya panjang sekitar 14 kaki (4,2 m) rudal berjulukan WaveRider mi masuk golongan arsenal eksotis dan high-tech. Dengan hidung bersudut, flaps di bagian tengah serta inletdi ba-wah perut, sosoknya merupakan gabungan antara wahana angka-sa luar dan rudal jelajah masa depan. Jangan heran bila Penta­gon mematok X-51 WaveRider baru bisa beroperasi satu dekade ke depan. Uji terbang dilakukan paling cepat pada 2008.

2Bicara tentang kecepatan, disinilah kunci dari kesaktian X-51. Dalam kondisi normal rudal mampu melesat hingga kecepat­an Mach 5. Atau bila dihitung sekitar tujuh kali lebih cepat ketimbang Tomahawk. Dalam penerapan di lapangan jika di-lontarkan dari Laut Arab menuju target di timur Afghanistan, X-51 hanya butuh 20 menit saja buat merampungkan misinya.

3Bagi orang awam, proyek pengembangan X-51 terkesan mengada-ada. Maklum, selama ini penerbangan hipersonik dianggap hanya berlaku pada penerbangan luar angkasa atau rudal balistik. Pentagon punya alasan yang menjamin program X-51 bakal melenggang tanpa hambatan. Pada 2004 NASA berhasil melakukan uji coba pe-nerbangan level dengan kecepat-an hipersonik pada wahana X-43A. Berbekal mesin ramjet, wa­hana tadi mampu melesat hingga Mach 10. Alias dua kali dari syarat kecepatan minimal X-51. Berbekal ilmu dari NASA, Pentagon tinggal melakukan pembenahan. X-51 Waverider nantinya bakal dikemas kompak hingga seukuran JASSM (Joint Air to Surface Standoff Missile). Tujuannya tak lain agar bisa diusung jet-jet berukuran kecil.

Sementara untuk urusan bahan bakar tetap memakai standar AB AS yaitu JP-7. Alhasil bisa di-simpulkan, X-51 memang bu-kanlah sekadar proyek mimpi. (from Angkasa)

Diintisarikan dari berbagai sumber