Arsip untuk Januari, 2010

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Posted in PERBEKALAN AIR & LISTRIK on Januari 29, 2010 by zeniad

Selama ini kita mengenal sampah sebagai suatu yang menjijikan dapat kita manfaatkan tetapi minim,selama ini kita mengelola sampah hanya sebatas menjadikannya sebagai kompos/pupuk alami dan dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan, tetapi sampah diubah menjadi tenaga listrik,rasanya baru kali ini terdengar bayangkan jika ada PLTS (pembangkit Listrik tenaga sampah) kesannya sangat lucu.

Tetapi jangan kuatir Mimpi mengubah sampah dan limbah menjadi aliran listrik kian mendekati kenyataan, terlebih ketika para peneliti dari Universitas Minnesota Amerika Serikat menemukan kunci konversi sampah ke listrik(waw…….)











bagan aliran proses konversi sampah ke listrik

(www.pspincineration.co.uk/images/plant.jpg)

Baru-baru ini hasil penelitian tim Universitas Minnesota mendapati bahwa organisme bakteri yang mampu menghasilkan listrik bisa ditingkatkan produksi energinya dengan pasokan riboflavin- yang lazimnya dikenal dengan vitamin B-2.

Bakteri penghasil listrik itu bernama Shewanella, seringnya didapati di air dan tanah.

“Bakteri ini bisa mengubah asam susu (lactic acid) menjadi listrik,” kata Daniel Bond dan Jeffrey Gralnick dari Jurusan Mikrobiologi Institut Bio-Teknologi Universitas Minnesota yang memimpin penelitian.

Ini sangat membahagiakan buat kami, karena menuntaskan teka-teki biologi yang sangat fundamental, kata Bond. Ia menjelaskan, Para pakar selama sudah bertahun-tahun mengetahui bahwa Shewanella bisa menghasilkan listrik. Dan sekarang kami tahu bagaimana bakteri ini melakukannya.

Penemuan ini juga berarti bakteri Shewanellabisa memproduksi energi lebih banyak lagi bisa riboflavinditingkatkan jumlahnya. Selain itu penelitian tim UniversitasMinnesota ini juga membuka peluang bagi berbagai inovasi di bidang energi terbarukan dan pembersihan lingkungan.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciencesedisi 3 Maret 2008. Tim penelitian yang lintas-disiplin ilmu ini menunjukkan bahwa bakteri tumbuh di elektroda yang secara alamiah menghasilkan riboflavin.

Karena riboflavinsanggup membawa elektron dari sel-sel hidup ke elektroda, maka angka produksi listrik pun bisa ditingkatkan menjadi 370 persen saat riboflavinditambah jumlahnya. Penambahan bahan bakar mikroba ini menggunakan bakteri serupa yang bisa menghasilkan listrik untuk membersihkan limbah air. Bakteri bisa membantu kita menurunkan biaya pabrik pengelolaan limbah air, kata Bond. Tapi untuk aplikasi yang lebih ambisius seperti listrik untuk transportasi rumah atau bisnis, masih kata Bond, dibutuhkan temuan ilmu biologi yang lebih mutahir dan pasokan bahan bakar sel yang lebih murah.

Lalu timbul pertanyaan, Bagaimana bakteri ini bisa menghasilkan listrik?

Secara alamiah, bakteri seperti Shewanella butuh mendapatkan dan melarutkan benda-benda logam seperti besi. Dengan kemampuan mengarahkan secara langsung elektron ke logam, membuat bakteri ini bisa mengubah kadar kimia dan tingkat ketersediaannya.

Bakteri sudah sejak miliar tahun lalu mengubah kadar kimia di lingkungan hidup kita, kata Gralnick.

Kemampuan mereka membuat besi menjadi zat yang terlarutkan adalah kunci dari proses siklus logam di lingkungan dan memainkan peran yang sangat penting buat kehidupan di Bumi, tambahnya.

Proses ini bisa berlaku terbalik untuk menghindari logam terkena kerosi, teruma buat logam-logam di kapal laut.

Sumber:

http://www.koranindonesia.com

Iklan

MENGENAL JEMBATAN AIR MAGDEBURG, DI JERMAN

Posted in PENYEBERANGAN on Januari 28, 2010 by zeniad

Jika selama ini kita sudah biasa melihat jembatan aspal, beton, kayu dan sebagainya, maka jembatan yang satu ini adalah jembatan air, jembatan yang lintasanya bukan aspal, tanah, beton, kayu atau yang lain, tapi lintasannya berupa air.

Jembatan ini bernama Magdeburg Water Bridge atau yang dalam bahasa Jermannya disebut Wasserstraßenkreuz. Jembatan ini berada di negara Jerman dan melintasi sungai Elbe. Fungsinya yaitu untuk menghubungkan dua kanal penting yaitu Elbe-Havel Canal dan Midland Canal. Kanal tersebut bertemu di dekat Magdeburg di sisi seberang sungai dan mengarah ke jantung industri Jerman Ruhr Valley.

Mulai dibangun pada tahun 1997 dengan biaya € 500 juta, pembangunannya selesai dalam waktu 6 tahun, Dibangun dengan sekitar 68.000 meter kubik beton dan 24.000 metrik ton baja, jembatan air ini dibuka pada Oktober 2003.

Jembatan ini terbuka untuk pengunjung dan termasuk tempat parkir, jalur sepeda dan pejalan kaki dan tanda-tanda informasi detil sejarah dan pembangunan jembatan. Jembatan itu sendiri terletak di luar Hohenwarthe dekat kota Magdeburg dan dikenal secara lokal sebagai Wasserstrassenkreuz Magdeburg.

Data2 jembatan Magdeburg Water Bridge:

Lokasi : Magdeburg, Jerman

Panjang: 918 meter

Lebar: 34 meter

Kedalaman air: 4.25 meter

Pembangunan: 1997-2003

Biaya: € 500 juta

Diintisarikan Dari Berbagai Sumber

BOM TERDAHSYAT DI DUNIA

Posted in DESTRUKSI on Januari 18, 2010 by zeniad

Kita pasti sudah mendengar bagaimana hebatnya bom yang meledak di Hiroshima pada Perang Dunia II, sebagian orang berkata bahwa Bom yang meledak beberapa hari sebelum Indonesia Merdeka itu adalah ibu dari segala ledakan Bom (Mother of all Bomb),ledakannya yang mampu melumpuhkan hampir seluruh Jepang itu sangat terkenal kedahsyatannya, eitt tunggu dulu. anda mungkin belum pernah membaca bahwa ada ledakan yang jauh lebih hebat dari itu, coba perhatikan gambar dibawah ini ;

coba perhatikan gambar yang kanan, disudut kiri bawah terdapat lingkaran kecil, lalu perhatikan gambar yang ada dilingkaran, itulah ledakan yang terjadi di Hiroshima, bandingkan jauhnya perbedaan dengan Bom Mike, Bom Bravo dan yang terbesar Bom Tzar milik Soviet, baru baru ini Amerika mengadakan ujicoba sebuah bom yang kembali diberi nama MOAB (Mother Of All Bomb) atau ibu dari segala jenis Bom,tapi bom ini kekuatannya tidak jauh lebih hebat dari bom yang pernah mereka ledakan di Jepang 63 tahun silam, ini gambarnya ;

gambar diatas adalah produk terbaru departemen pertahanan AS. Tzar Bomb , King Of All Bomb Tzar Bomb Data Data Negara : USSR / UNI SOVIET (sekarang sudah bubar) Nama Proyek : Ivan Waktu Proyek : 15 minggu Waktu Uji Coba : 30 Oktober 1961, 11.53am Tempat Uji Coba : Sekitar Pulau Novaya Zemlya, Laut Artik Berat Bom : 27 Metric ton Media Angkut : Pesawat Pembom TU-95 (pesawat pembom terbesar pada zamannya) Ketinggian Pelepasan Bom : 34.500 feet Daya Ledak : 50 Megaton TNT, sebanding dengan seluruh bom yg meledak pada Perang Dunia II dan dikalikan 10 Rancangan awal daya ledak : 100 Megaton TNT dibatalkan karena berdampak luas bagi atmosfer Ledakan terlihat hingga jarak : 1.000 km Lama Suara ledakan : 49 menit Ketinggian Jamur Api : 34.000 feet, ionisasi dari ledakan menyebabkan gangguan radio komunikasi selama berjam-jam Accesoris : Parasut, yg berguna untuk mencegah bom meluncur terlalu cepat dan inilah gambar gambar saat bom Tzar meledak,

Pesawat Yang Membawa Tzar Bomb, Tupolev-95.

Museum Bomb di Russia.

Semoga Bermanfaat menambah wawasan anda

Dikutip dari berbagai sumber 

RANCANGAN JEMBATAN SELAT SUNDA RESMI DI PUBLIKASIKAN

Posted in PENYEBERANGAN on Januari 18, 2010 by zeniad

Rencana ambisius pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) telah dipublikasikan. Proyek yang diperkirakan menelan biaya konstruksi sekitar Rp 100 triliun itu, akan menggunakan teknologi jembatan teranyar yang baru digunakan di Shanghai, Cina.

Prastudi kelayakan jembatan yang dilakukan PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM), menyebutkan bahwa konstruksi jembatan akan menggunakan teknologi generasi ketiga. Sebuah teknologi dengan konstruksi penampang jembatan paling ringan.Menurut Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia, Agung R Prabowo, teknologi tersebut memungkinkan jarak antartiang jembatan atau spanlenghth lebih dari 2.000 meter. Jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra ini juga dirancang memiliki panjang 29 km.

Agung mengungkapkan, jembatan ini terdiri atas lima bagian. Dua jembatan gantung ultra panjang dengan jarak antartiang 3,5 km dan 2 km serta 108 jembatan dengan rentang lebih pendek. Jembatan ultra panjang ini sangat dibutuhkan.Sebab, untuk melintasi Selat Sunda, terdapat dua palung berkedalaman 135 dan 115 meter. ”Jadi, tiang-tiang antarjembatan harus diletakkan sebelum memasuki daerah palung laut tersebut,” kata Agung di Jakarta, belum lama ini.

Artinya, diperlukan rentang antartiang jembatan yang lebih panjang. Menurut Agung, tinggi pilon jembatan gantung ultra panjang sekitar 310 meter di atas muka air rata-rata dan akan terbuat dari baja bermutu tinggi.Ruang bebas vertikal di tengah bentang jembatan ultra panjang sekitar 81 meter. Artinya, jelas Agung, kapal-kapal terbesar di dunia saat ini, seperti USS Enterprise dan Queen Mary-2, masih dapat berlayar tanpa gangguan di bawah JSS.

Agung menambahkan, untuk melintasi perairan yang kedalamannya relatif dangkal, pihaknya menggunakan serangkaian jembatan kantilever seimbang dengan rentang antartiang 200 meter.Agung, yang terlibat dalam pembuatan prastudi kelayakan JSS, menambahkan, teknologi jembatan kantilever seimbang digunakan dengan rentang antartiang lebih pendek, yaitu 80 meter. Ini digunakan pada jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). ”Karena kita mau membuat jembatan dengan rentang lebih panjang, otomatis teknologi konstruksinya harus yang ringan. Makanya, dalam rancangan jembatan yang akan kami bangun digunakan teknologi generasi ketiga,” ujar Agung.

Jembatan yang telah dibangun dengan menggunakan jembatan gantung ultra panjang adalah Jembatan Xihoumen, yang menghubungkan beberapa pulau di selatan Shanghai, Cina. Jembatan tersebut memiliki rentang antartiang 1.650 meter. Cina, bisa dibilang sangat berpengalaman dalam membangun jembatan berskala besar. Dalam setahun, Cina bisa membangun 100-150 jembatan mengandalkan kemampuan sendiri. ”Saya yakin, jika ada political will yang kuat, kita juga bisa,” kata Agung. n wulan tunjung palupi

Dari Generasi ke Generasi

Generasi Pertama

Pada jembatan yang menggunakan teknologi generasi pertama atau disebut juga jembatan suspensi konvensional, rentang antartiang hanya mampu di bawah 2.000 meter. Pembangunan jembatan yang dititikberatkan pada beban gravitasi dan beban angin pada jembatan dianggap tidak signifikan.Kekakuan geometris generasi pertama juga memengaruhi panjangnya rentang jembatan. Contohnya adalah Jembatan Golden Gate (1937) dan Jembatan Verrazano Narrows (1964). Batas ini diwakili oleh Akashi Kaikyo Bridge di Jepang (1998) dengan rentang antartiang 1.991 meter.


Generasi Kedua

Agar bisa mencapai rentang lebih panjang, otomatis desain jembatan harus dibuat lebih ringan. Pada jembatan generasi kedua, penampang jembatan telah berusaha dirancang sedemikian rupa dan lebih aerodinamis agar lebih ringan dan tahan terhadap terpaan angin. Untuk memberikan jawaban atas masalah ketebalan dek penampang dan terpaan angin, konsep generasi kedua telah diperkenalkan menggunakan penampang berbentuk satu kotak tertutup, bentuk dek yang terdiri atas panel baja kaku.

Adapun perilaku seismik generasi kedua ini relatif fleksibel. Maka, dek jembatan hanya akan mengalami reaksi ringan jika terjadi gempa. Contoh awal generasi kedua ini adalah Jembatan Severn (1966) dengan rentang antartiang 988 meter dan Humber dengan rentang antartiang 1.410 meter. Namun, jembatan generasi kedua ini belum bisa memiliki rentang antartiang lebih dari 2.000 meter. The Great Belt-East Bridge (1998) dengan rentang 1.624 meter mewakili generasi kedua jembatan gantung, yang telah hampir mencapai batas maksimum rentang yang dimungkinkan.

Generasi Ketiga

Pada generasi ketiga, dek jembatan dipertahankan tidak terlalu tebal dengan konstruksi yang bisa dilalui angin sehingga lebih ringan dan tahan terpaan angin. Pada generasi ini, fleksibilitas jembatan yang relatif tinggi akan bertindak sebagai dasar isolator.Ini mencegah lebih lanjut propagasi atau perambatan gelombang seismik sehingga dek jembatan masih relatif tenang meski terjadi getaran. Jembatan Selat Messina di Italia, yang belum mulai dibangun, merupakan contoh pertama dari jembatan generasi ketiga.

Rentang utama jembatan tersebut memiliki panjang 3.300 meter. Pada teknologi generasi ketiga boks penampang dibuat lebih mudah mengakomodasi terpaan angin. Konstruksi lebih ringan, namun tahan angin, yang memungkinan rentang antartiang menjadi lebih panjang. Jembatan Xihoumen yang memiliki rentang 1.650 meter dibangun pada 2004 dan selesai pada 2009. Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia, Agung R Prabowo, dalam prastudi kelayakan, JSS yang menggunakan teknologi generasi ketiga, disebutkan mengenai berbagai aspek alam.

Seperti lokasi jembatan yang berdekatan dengan Anak Krakatau serta merupakan wilayah yang rawan gempa telah diantisipasi. ”Meskipun kalau letusan Krakatau yang terjadi pada 1883 itu terjadi lagi sekarang, konstruksi apa pun tidak akan tahan,” katanya. Namun, dengan perhitungan aktivitas anak Krakatau dan estimasi aktivitasnya, kata Agung, kondisi ini masih bisa dikelola. Hal yang pasti, banyak pekerjaan rumah menumpuk untuk mewujudkan proyek yang sudah didengungkan sejak 20 tahun silam ini.

Agung menyatakan, kesiapan industri baja dan semen dalam negeri yang merupakan material utama pembentuk jembatan harus sudah mulai dibangun. Kesiapan sumber daya manusia, antisipasi dampak sosial, dan budaya serta berbagai aspek lain pun harus mulai dipikirkan.

Diintisarikan Dari Berbagai Sumber