Archive for the DESTRUKSI Category

BOM TERDAHSYAT DI DUNIA

Posted in DESTRUKSI on Januari 18, 2010 by zeniad

Kita pasti sudah mendengar bagaimana hebatnya bom yang meledak di Hiroshima pada Perang Dunia II, sebagian orang berkata bahwa Bom yang meledak beberapa hari sebelum Indonesia Merdeka itu adalah ibu dari segala ledakan Bom (Mother of all Bomb),ledakannya yang mampu melumpuhkan hampir seluruh Jepang itu sangat terkenal kedahsyatannya, eitt tunggu dulu. anda mungkin belum pernah membaca bahwa ada ledakan yang jauh lebih hebat dari itu, coba perhatikan gambar dibawah ini ;

coba perhatikan gambar yang kanan, disudut kiri bawah terdapat lingkaran kecil, lalu perhatikan gambar yang ada dilingkaran, itulah ledakan yang terjadi di Hiroshima, bandingkan jauhnya perbedaan dengan Bom Mike, Bom Bravo dan yang terbesar Bom Tzar milik Soviet, baru baru ini Amerika mengadakan ujicoba sebuah bom yang kembali diberi nama MOAB (Mother Of All Bomb) atau ibu dari segala jenis Bom,tapi bom ini kekuatannya tidak jauh lebih hebat dari bom yang pernah mereka ledakan di Jepang 63 tahun silam, ini gambarnya ;

gambar diatas adalah produk terbaru departemen pertahanan AS. Tzar Bomb , King Of All Bomb Tzar Bomb Data Data Negara : USSR / UNI SOVIET (sekarang sudah bubar) Nama Proyek : Ivan Waktu Proyek : 15 minggu Waktu Uji Coba : 30 Oktober 1961, 11.53am Tempat Uji Coba : Sekitar Pulau Novaya Zemlya, Laut Artik Berat Bom : 27 Metric ton Media Angkut : Pesawat Pembom TU-95 (pesawat pembom terbesar pada zamannya) Ketinggian Pelepasan Bom : 34.500 feet Daya Ledak : 50 Megaton TNT, sebanding dengan seluruh bom yg meledak pada Perang Dunia II dan dikalikan 10 Rancangan awal daya ledak : 100 Megaton TNT dibatalkan karena berdampak luas bagi atmosfer Ledakan terlihat hingga jarak : 1.000 km Lama Suara ledakan : 49 menit Ketinggian Jamur Api : 34.000 feet, ionisasi dari ledakan menyebabkan gangguan radio komunikasi selama berjam-jam Accesoris : Parasut, yg berguna untuk mencegah bom meluncur terlalu cepat dan inilah gambar gambar saat bom Tzar meledak,

Pesawat Yang Membawa Tzar Bomb, Tupolev-95.

Museum Bomb di Russia.

Semoga Bermanfaat menambah wawasan anda

Dikutip dari berbagai sumber 

Uji Coba Bom Vacum Terkuat Di Dunia

Posted in DESTRUKSI on Agustus 14, 2009 by zeniad

MOSKWA – Rusia telah berhasil menguji coba bom vakum paling kuat di dunia. Bom itu menghasilkan gelombang kejut yang kekuatannya setara dengan bom nuklir. Militer Rusia menyebut bom itu ”bapak segala bom” (father of all bombs).

roket lapanBom itu menambah deretan persenjataan baru Rusia untuk mendukung langkah-langkah kebijakan luar negerinya. Presiden Vladimir Putin sedang gigih membangkitkan kembali peran Rusia di kancah internasional.
”Hasil uji coba senjata baru itu menunjukkan, kekuatan dan efisiensinya tidak kalah dengan senjata nuklir,” kata Deputi Kepala Staf Angkatan Darat Alexander Rukshin kepada televisi ORT First Channel. ”Bom itu sedang beraksi. Senjata itu tidak ada tandingannya di dunia dan sukses dalam uji coba di lokasi militer kami,” tambahnya. Televisi menayangkan pesawat bomber Tupolev Tu-160 sedang menjatuhkan bom di atas lahan uji coba. Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan dahsyat.
Dalam tayangan itu, terlihat gedung-gedung bertingkat di sekitar lokasi runtuh dan rata dengan tanah. ”Tanah di lokasi yang terkena bom menjadi seperti permukaan bulan,” demikian laporan televisi milik pemerintah Rusia itu.
Kementerian Pertahanan menegaskan, penemuan senjata baru itu tidak bertentangan dengan traktat internasional tunggal. ”Rusia tidak bermaksud memprovokasi perlombaan senjata baru,” kata dia.
Bom vakum terdiri atas dua bagian utama. Bagian pertama untuk menghasilkan ledakan kecil yang melontarkan bahan peledak utama. Setelah terlontar, peledak gas cair itu otomatis meledak.
Setara 44 Ton TNT
Ledakan itu menghasilkan gelombang tekanan udara dengan radius jangkauan yang lebih jauh dibandingkan dari bahan peledak konvensional. Ledakan itu juga menghisap udara sehingga menimbulkan kondisi hampa udara dan dampak ledakan makin destruktif.
”Gelombang ultrasonik dan temperatur tinggi akibat ledakan bom itulah yang menimbulkan kerusakan hebat,” kata dia. ”Semua makhluk hidup akan terempas hancur.”
Rukshin mengatakan, ”Namun, saya ingin menegaskan bahwa bom itu tidak meracuni lingkungan, berbeda dengan dampak bom nuklir.”
Pesawat bomber supersonik Tu-160 yang menjatuhkan bom itu dijuluki NATO dengan nama ”Blackjack”. Pesawat itu adalah pesawat berbobot terberat. Putin memerintahkan pesawat Blackjack dan Tu-05 ”Beruang” berpatroli di seluruh dunia.
Menurut laporan itu, bom vakum itu jauh lebih kuat daripada bom sejenis produksi Amerika Serikat, yakni bom Massive Ordnance Air Blast (MOAB). MOAB dijuluki ”ibu segala bom” (mother of all bombs). ”Karena itulah, militer Rusia menyebut bom vakum itu Bapak Segala Bom,” kata Rukshin.
Menurut militer Rusia, bom itu empat kali lebih kuat daripada bom MOAB. Daya ledaknya setara 44 ton TNT. Lonjakan temperatur di pusat ledakan juga dua kali lebih tinggi.
Pada 1999, para jenderal Rusia pernah mengancam akan menggunakan bom vakum untuk menumpas gerilyawan Chechnya dari persembunyian di gunung-gunung melalui operasi antiteroris.
Lembaga Human Rights Watch ketika itu kemudian minta Putin untuk tidak menggunakan bom tersebut. Sampai kini pun, belum jelas apakah bom vakum itu pernah digunakan selama Perang Chechen.

Diintisarikan dari berbagai sumber

X-51 WAVERIDER RUDAL JELAJAH MASA DEPAN AS

Posted in DESTRUKSI on Agustus 13, 2009 by zeniad

1Bagi AS punya seabreg armada rudal jelajah Tomahawk belumlah cukup. Mereka menganggap gerakan arsenal penghancur masal ini masih kelewat lambat. “Kami butuh senjata yang bisa melesat lima kali lebih cepat dari semua senjata yang ada sekarang,” ujar Letjen. Robert Kehler, deputy commander dari Komando Strategis AS. Tak perlu berlama-lama. Kehler mengakui kalau saat ini AS sedang mengembangkan rudal jelajah berkecepatan hipersonik. Salah satu kandidatnya adalah X-51.

 

Punya panjang sekitar 14 kaki (4,2 m) rudal berjulukan WaveRider mi masuk golongan arsenal eksotis dan high-tech. Dengan hidung bersudut, flaps di bagian tengah serta inletdi ba-wah perut, sosoknya merupakan gabungan antara wahana angka-sa luar dan rudal jelajah masa depan. Jangan heran bila Penta­gon mematok X-51 WaveRider baru bisa beroperasi satu dekade ke depan. Uji terbang dilakukan paling cepat pada 2008.

2Bicara tentang kecepatan, disinilah kunci dari kesaktian X-51. Dalam kondisi normal rudal mampu melesat hingga kecepat­an Mach 5. Atau bila dihitung sekitar tujuh kali lebih cepat ketimbang Tomahawk. Dalam penerapan di lapangan jika di-lontarkan dari Laut Arab menuju target di timur Afghanistan, X-51 hanya butuh 20 menit saja buat merampungkan misinya.

3Bagi orang awam, proyek pengembangan X-51 terkesan mengada-ada. Maklum, selama ini penerbangan hipersonik dianggap hanya berlaku pada penerbangan luar angkasa atau rudal balistik. Pentagon punya alasan yang menjamin program X-51 bakal melenggang tanpa hambatan. Pada 2004 NASA berhasil melakukan uji coba pe-nerbangan level dengan kecepat-an hipersonik pada wahana X-43A. Berbekal mesin ramjet, wa­hana tadi mampu melesat hingga Mach 10. Alias dua kali dari syarat kecepatan minimal X-51. Berbekal ilmu dari NASA, Pentagon tinggal melakukan pembenahan. X-51 Waverider nantinya bakal dikemas kompak hingga seukuran JASSM (Joint Air to Surface Standoff Missile). Tujuannya tak lain agar bisa diusung jet-jet berukuran kecil.

Sementara untuk urusan bahan bakar tetap memakai standar AB AS yaitu JP-7. Alhasil bisa di-simpulkan, X-51 memang bu-kanlah sekadar proyek mimpi. (from Angkasa)

Diintisarikan dari berbagai sumber

Hiu Merah Rudal Sergap Korea Selatan

Posted in DESTRUKSI on Juni 29, 2009 by zeniad

rudalRudal yang dapat melakukan perjalanan lebih dari 20 kilometer di udara dan membawa Torpedo ringan untuk menyergap torpedo yang terdeteksi dibawah permukaan air, rudal ini disebut juga dengan nama Hongsangeo. Korea Selatan mengembangkan Rudal Anti Kapal Selam ini selama sembilan tahun sehingga menjadi negara kedua yang mengembangkan sistem Rudal anti kapal selam (KASM).

Tahun 1979 Amerika Serikat memberikan kesepakatan kepada Korea Selatan untuk membuat Rudal dengan jangkauan 180 km. Namun pada tahun 1995 melihat Kemajuan perkembangan teknologi rudal Korea Utara, Washington menawarkan kerja sama dalam teknologi pembangunan rudal.

Dengan meningkatnya ancaman teknologi Rudal Korea Utara, tahun 2001  Amerika Serikat memberikan kesepakatan baru Korea Selatan untuk membangun berbagai rudal yang memiliki kemampuan jangkauan yang melebihi 300 kilometer. Pada saat yang sama, Amerika 

Serikat menyatakan mendukung Korea Selatan dari keanggotaan MTCR(Missile Tekhnology Control Regime) 

MTCR yang merupakan kelompok informal dan sukarela yang beranggotakan lebih dari 30 negara yang berusaha untuk membatasi ekspor peluru kendali dengan kisaran 300 kilometer atau 

lebih. Setelah Korea Utara menguji beberapa peluru kendalinya pada tahun 2006, termasuk Taepodong-2 misil balistik, maka-Menteri Pertahanan Yoon Kwang-ung mengumumkan niat untuk 

mengembangkan Rudal Jarak Jauh, yang tidak melanggar prinsip-prinsip MTCR.Rudal yang dapat melakukan perjalanan lebih dari 20 kilometer di udara dan membawa Torpedo ringan untuk 

Perkembangan Rudal Korea Selatan

Tahun 1979 Amerika Serikat memberikan kesepakatan kepada Korea Selatan untuk membuat Rudal dengan jangkauan 180 km. Namun pada tahun 1995 melihat Kemajuan perkembangan teknologi rudal Korea Utara, Washington menawarkan kerja sama dalam teknologi pembangunan rudal.

Mekanisme Rudal Menyergap Torpedo di Bawah Permukaan Air Dengan meningkatnya ancaman teknologi Rudal Korea Utara, tahun 2001 Amerika Serikat memberikan kesepakatan baru Korea Selatan untuk membangun berbagai rudal yang memiliki kemampuan jangkauan yang melebihi 300 kilometer. Pada saat yang sama, Amerika Serikat menyatakan mendukung Korea Selatan dari keanggotaan MTCR (Missile Tekhnology Control Regime). 

Organisasi Pengawasan Pengembangan Rudal

MTCR yang merupakan kelompok informal dan sukarela yang beranggotakan lebih dari 30 negara yang berusaha untuk membatasi ekspor peluru kendali dengan kisaran 300 kilometer atau lebih. Setelah Korea Utara menguji beberapa peluru kendalinya pada tahun 2006, termasuk Taepodong-2 misil balistik, maka-Menteri Pertahanan Yoon Kwang-ung mengumumkan niat untuk mengembangkan Rudal Jarak Jauh, yang tidak melanggar prinsip-prinsip MTCR.

Memang teknologi rudal sebaiknya memiliki kesepakatan bersama, sehingga penggunaannya bukan hanya sebagai alat politik salah satu negara saja, namun yang lebih penting untuk peningkatan teknologi untuk mengemangkan kesejahtraan manusia di masa depan. 

Sumber : Kompas.com

RUSSIA SUKSES MELAKUKAN UJICOBA NEW BULAVA (SS-NX-30)

Posted in DESTRUKSI on Juni 2, 2009 by zeniad

submissilePada 28 Juni 2007 lalu Russia berhasil melakukan tes ujicoba Rudal Balistic Bulava (SS-NX-30) dari kapal selam-nya setelah beberapa kali gagal dilakukan. Kapt. Igor Dygalo mengatakan kepada Associated Press Rudal Balistik Bulava tepat mengenai sasaran di Pacifik peninsula, Kamchatka, yang berjarak 6,700 kilometers (4,200 miles) timur Moscow, Rudal ini diluncurkan dari platform Kapal selam Dmitry Donskoi, a 941 Akula / TYPHOON class yang mulai dioperasikan 2005 lalu.

Peluru kendali balistik berbasis kapal selam

Peluru kendali balistik berbasis kapal selam atau dalam bahasa Inggris: submarine-launched ballistic missiles disingkat SLBM adalah peluru kendali balistik yang membawa hulu ledak nuklir yang ditembakkan dari kapal selam. Jenis terbaru membawa MIRV yang masing-masing membawa hulu ledaknya sendiri yang memungkinkan sebuah misil tetapi dapat menghancurkan beberapa target sekaligus.

Uji coba sukses pertama peluncuran rudal balistik berbasis kapal selam dilakukan oleh U-boat Jerman pada Perang Dunia II menggunakan menara peluncuran di atas sebuah kapal selam. Pada tahap perkembangan awal, rudal jenis ini mengharuskan kapal selam untuk muncul di permukaan sebelum dapat menembakkan rudal. Setelah Perang Dunia II, dikembangkan sistem peluncuran yang memungkinkan peluncuran dari kapal selam yang sedang berada di bawah air. Uni Soviet pada 1955 merupakan negara pertama yang sukses meluncurkan rudal balistik dari sebuah kapal selam.

Rudal balistik berbasis kapal selam telah menjadi kepentingan strategis bagi Amerika Serikat dan Rusia sejak masa Perang Dingin dikarenakan sifatnya yang dapat bersembunyi dari satelit dan dapat merapat ke perairan musuh kemudian menembakkan senjata nuklir tanpa peringatan.

Sumber : Teknologi militer

Bagan Airborne Laser

Posted in DESTRUKSI on Februari 26, 2009 by zeniad

bagan airborn laser

Disarikan oleh Kolonel Czi Zainal Arifin, S.IP (Irditziad)

Bom Elektromagnetik

Posted in DESTRUKSI on Februari 24, 2009 by zeniad

Ide dasar dari bom elektromagnetik ialah untuk menghancurkan sirkuit listrik menggunakan medan elektromagnetik kuat. Arus listrik menghasilkan medan magnet dan perubahan medan menghasilkan arus listrik. Prinsip ini pula lah yang digunakan pada antenna penangkap radio. Transmisi radio berintensitas rendah hanya menginduksi cukup arus listrik pada receiver. Tetapi dengan memperbesar intensitas sinyal (medan magnet), akan dihasilkan arus yang amat besar; cukup besar untuk membakar komponen semikonduktor. Ide bom elektromagnetik berawal dari riset senjata nuklir pada 1950-an. Uji coba bom hidrogen yang dilakukan oleh Amerika memberikan hasil yang mengejutkan. Letusan/angin menyebar di samudra pasifik dan menghancurkan lampu-lampu jalanan di Hawaii, ratusan mil dari lokasi uji coba. Bahkan kerusakan pada peralatan radio berdampak hingga ke Australia. peneliti menyimpulkan bahwa gangguan listrik ini diakibatkan oleh efek Compton — teori oleh fisikawan Arthur Compton, 1925. Compton menyatakan bahwa foton dari energi elektromagnetik dapan “menendang” elektron dari atom dengan bilangan atom kecil.

e bomb photon

Pada uji coba 1958, peneliti menyimpulkan bahwa foton dari ledakan radiasi gamma “menendang” begitu banyak elektron dari oksigen dan nitrogen bebas di atmosfer. banjir elektron ini berinteraksi dengan medan magnetik Bumi menghasilkan fluktuasi arus listrik, yang menginduksi medan magnet yang luar biasa. Hasilnya ialah pulsa elektromagnetik menginduksi sejumlah arus listrik kuat pada material induktif dalam areal yang cukup luas.

Semasa perang dingin, inteligen Amerika mengkhawatirkan bahwa Uni Soviet akan meluncurkan misil nuklir dan meledakkannya pada ketinggian 50 km di atas Amerika Serikat, untuk menghasilkan efek dalam skala besar. Dikhawatirkan bahwa ‘ledakan’ elektromagnetik yang dihasilkan akan menghancurkan seluruh peralatan elektronik di seluruh Amerika Serikat.

Bom Elektromagnetik Non-nuklir (Explosively Pumped Flux Compression Generators, FCG)
FCG pertama kali didemonstyrasikan oleh Clarence Fowler di Los Alamos Laboratories (LANL) di akhir 1950-an. Sejak saat itu sejumlah konfigurasi FCG telah dibuat dan diujicoba baik oleh Amerika Serikat maupun Uni Soviet. Divais FCG mampu memproduksi energi listrik puluhan MegaJoule dalam puluhan hingga ratusan mikrodetik. Dengan daya puncak mencapai TeraWatt hingga puluhan TerraWatt.
berikut ialah gambaran prinsip kerja FCG:

coaxfcg

e bomb detonation
Bom terdiri dari silinder logam (disebut armatur), yang dikelilingi oleh kumparan kawat (stator). Silinder armatur diisi dengan bahan eksplosif. Seluruh divais dibungkus dengan “jaket” yang kokoh. Stator dan armatur dipisahkan oleh ruang kosong. Bom juga memiliki sumber daya listrik berupa bank kapasitor, yang bisa dikoneksikan ke stator.

Saklar menghubungkan bank kapasitor bertegangan tinggi ke stator, menghasilkan arus listrik sepanjang kabel statos. Ini menghasilkan medan magnet.
Medan magnet ini menyulut material explosif. ledakan ini bergerak dari depan menuju belakang armatur.
Ledakan ini mengakibatkan (pecahan) armatur kontak dengan stator dan menhasilkan hubungan pendek (short circuit).
Short circuit ini bergerak dari depan ke belakang seiring dengan arah ledakan. Arus short circuit yang terperangkat pada tiap loop stator mengkompresi medan magnet dan menghasilkan ledakan elektromagnetik.

Tipe senjata elektromagnetik ini menghasilkan kerusakan pada area yang lebih kecil — dibandingkan serangan bom elektromagnetik nuklir — tetapi tetap menghasilkan kerusakan yang serius.

Disarikan dari Teknologi Militer forumsains.com