Archive for the JIHANDAK Category

Black Powder di Temukan, Pasca Ledakan Bom di Mega Kuningan Jakarta

Posted in JIHANDAK on Juli 22, 2009 by zeniad

black powderBaru beberapa jam, setelah ledakan bom di Hotel Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot, dari olah TKP pihak kepolisian Indonesia menemukan sebuah bom rakitan jenis black powder dan low explosive di kamar 1808 Hotel JW Marriott, Jumat (17/07). Menurut polisi, jenis bom tersebut masih aktif, dan memiliki unsur yang sama seperti yang ditemukan 2 TKP, yaitu Ritz-Carlton dan Marriott.

Black powder atau yang disebut juga Gunpowder, merupakan campuran dari bahan yang mudah meledak, yakni sulfur, arang, potassium nitrat, KNO3 (atau yang dikenal mineral), yang kemudian meledak cepat, dan mampu memproduksi volume panas yang tinggi dan gas yang dapat digunakan sebagai propellant atau bahan bakar cair di senjata api antic atau model lama, dan sebagai komposisi pembuatan petasan atau kembang api.

Gunpowder diklasifikasikan sebagai bahan yang low explosive karena tingkat dekomposisinya yang lambat dan akan memproduksi pembakaran yang cepat seperti kecepatan gelombang suara daripada detonasi supersonic yang diproduksi oleh high explosive. Gas yang diproduksi berasal dari pembakaran gunpowder yang menghasilkan tekanan tinggi untuk mendorong peluru senjata api, namun tidak cukup untuk menghanguskan seluruh laras senjata. Hal ini yang membuat gunpowder tidak cocok untuk menghancurkan batu yang besar. Black powder atau Gunpowder ini dapat menyerap kelembapan 1.5 persen di bawah kelembapan relative 75 persen, di suhu 21.1.derajat Celcius atau 70 derajat Fahreinheit. Jika tingkat kelembapan black powder kurang, maka ada kemungkinan black powder tidak akan meledak dengan cepat. Tingkat kelembapan yang tinggi relatif mampu menyebabkan kondisi yang tidak stabil dari black powder. Udara dapat menyebabkan potassium nitrat dalam black powder untuk bermigrasi keluar dari black powder dan menyebabkan korosi logam. Pembakaran black powder akan menghasilkan sejumlah karbonmonoksida, sulfurdioksida, dan hidrogen sulfat. Dalam suhu tinggi, potassium nitrat akan memproduksi cairan dan akan bergabung dengan oksigen di atmosfir untuk memproduksi sulfurdioksida. Karbonmonooksida dan hydrogen sulfat juga mudah terbakar menghasilkan karbondioksida dan sulfurdioksida. Sulfudioksida dapat beresiko merusak membran selaput lendir dan rongga pernafasan atas, mata juga kulit. Selain itu, nafas menjadi berat, radang tenggorakan dan saluran pernafasan, dan radang paru-paru. Untuk yang menghirup sulfurdioksida secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan dan jika terlalu lama bisa mengakibatkan kematian.

Dintisarikan dari berbagai sumber oleh Kolonel Czi Zainal Abidin S.IP (Irditziad)

ISRAEL SIAPKAN ROBOT ULAR UNTUK PERANG

Posted in JIHANDAK on Juni 19, 2009 by zeniad

snack robotIsrael – Sadar terus diintai ancaman peperangan, lembaga pertahanan Israel, Israel Defense Forces (IDF), berupaya memperkuat teknologi militernya dengan kehadiran sebuah robot perang berwujud ular.
Dikutip detikINET dari Jerusalem Post, Rabu (10/9/2009), robot ular hasil riset ilmuwan Yahudi ini antara lain ditujukan sebagai perangkat mata-mata di medan pertempuran. Untuk itulah, robot ini mampu merekam baik video maupun suara.
Wujud dan gerak-geriknya dibuat semirip mungkin dengan ular sungguhan. Panjang tubuhnya sendiri mencapai 2 meter. Para pembuatnya memang meneliti gerakan ular dengan seksama di dunia nyata, untuk diterapkan dalam robot ini.
Sang robot mampu menyusup di sela-sela bangunan ataupun gua sembari merekam aktivitas yang sedang terjadi. Robot ini dapat dipakai pula untuk mendeteksi keberadaan orang atau mayat di sebuah bangunan yang sudah runtuh. 
Bahkan selain untuk keperluan mata-mata, robot canggih ini juga dapat digunakan membawa senjata atau bom. Selain robot militer semacam itu, Israel juga sudah membuat beberapa robot jenis lain, misalnya robot berbentuk kucing yang bisa memanjat bangunan dengan cakarnya.

MENDETEKSI RANJAU DENGAN PASUKAN LUMBA-LUMBA

Posted in JIHANDAK on Juni 7, 2009 by zeniad

LUMBAPencarian ranjau dan bahan peledak anti kapal di Teluk Persia selama ini dilakukan menggunakan helikopter yang menyeret piranti pendeteksi ranjau. Namun bukan hanya mesin yang digunakan dalam pencarian ranjau tersebut, melainkan juga mamalia laut pintar, yakni lumba-lumba.

Lumba-lumba tersebut –seperti K-Dog yang tampak dalam gambar– dilengkapi kamera video kecil yang dipasang pada sirip kanannya. Lewat kamera tersebut, militer AS bisa melihat  keadaan perairan Teluk Persia tanpa harus mengirimkan penyelam ke dasarnya. Adapun gambar yang diambil kamera tersebut akan dikirimkan ke sebuah monitor di markas AL.

Dalam Perang Irak kali ini, Angkatan Bersenjata AS yang bertugas di Teluk menggunakan lumba-lumba jenis hidung botol (bottlenose dholpin atau Tursiops truncatus) terlatih untuk mencari ranjau anti kapal di perairan sekitar pelabuhan Umm Qasr. Pemanfaatan kecerdasan lumba-lumba tersebut bukan yang pertama kali dilakukan militer AS.

Pihak militer telah menggunakan binatang-binatang laut sejak tiga dekade dalam berbagai operasinya. Di antara binatang-binatang tersebut terdapat lumba-lumba, paus putih (beluga atau Delphinapterus leucas), pilot whale (Globicephala melaena) dan singa laut (Zalophus califonianus) yang dilatih memberikan peringatan bila ada sabotase dari lawan. Singa-singa laut yang dilepas di Teluk dilatih untuk menampakkan diri di wilayah yang disusupi musuh.

Bila paus beluga dimanfaatkan karena pendengarannya yang hebat hingga kedalaman 300 meter, lumba-lumba yang bisa berkomunikasi dengan sonar, selain dilatih untuk menemukan ranjau juga dipakai untuk penelitian sistem sonar milik AL.

Kemampuan lumba-lumba menemukan ranjau dan melepas tali pengikatnya sehingga ranjau terlihat akan sangat membantu tentara membersihkan perairan dari bahan peledak itu, sehingga kapal-kapal militer dan kapal bantuan kemanusiaan bisa merapat di Umm Qasr dengan aman.

Berbagai Misi

Angkatan laut AS mulai menggunakan mamalia laut sejak awal tahun 1960, saat para ilmuwan mulai menyelidiki bentuk tubuh lumba-lumba untuk memperoleh bentuk torpedo dan kapal selam yang mampu menembus air dengan mulus.

Para peneliti militer kemudian mulai menyadari bahwa kemampuan mamalia laut itu –seperti sonarnya– dapat dimanfaatkan lebih jauh. Sepanjang penelitian tahun 60-an itu lumba-lumba dan singa laut terbukti mampu membawa dan menyampaikan pesan, serta mengerjakan pekerjaan sederhana seperti menemukan benda-benda di dasar laut. Lebih jauh, mereka juga bisa menjalankan misi tanpa harus ditemani di perairan lepas.

Lumba-lumba pernah pula ditugaskan di Perang Vietnam pada tahun 1970-an. Sedangkan pada tahun 1980-an, enam lumba-lumba AL dikirim ke Bahrain untuk berpatroli di pelabuhan kota itu. Mereka bertugas melindungi kapal-kapal AS dari penyusup dan ranjau, serta mengawal tanker Kuwait melewati perairan berbahaya.

http://www.kompas.com

Tahukah Anda : “Tikus Pendeteksi Ranjau”

Posted in JIHANDAK on Juni 1, 2009 by zeniad

gambian-pouch-rat-tikus-afrika-pendeteksi-ranjau-300x225Buat sebagian orang, tikus adalah hewan yang menjijikan dan sama sekali tidak bermanfaat. Tikus juga menjadi hama dan dimusuhi oleh petani, tapi tau kah anda jika tikus dapat menjadi penyelamat hidup manusia ? bagaimana mungkin ?

Kita ikuti laporannya. Di Mozambique, sebuah negara kecil di benua Afrika . Ranjau darat telah merenggut ribuan nyawa setiap tahunnya, ranjau darat tersebut merupakan sisa/peninggalan perang saudara yang terjadi beberapa tahun lalu. Pemerintah setempat kesulitan secara teknis dan tentu saja keuangan, mengatasi permasalahan ini.

Awalnya mereka menggunakan anjing sebagai pendeteksi ranjau, namun menurut mereka tikus lebih efektif dan mempunyai penciuman yang lebih tajam dibanding anjing. Sesuatu yang mungkin baru pertama kalinya di dunia !

Sejauh ini asumsi mereka terbuktikan .                                                                            

Tikus asli asal Afrika ini dikenal dalam bahasa Inggris-nya  Gambian pouch rat dan latin- nya (Cricetomys gambianus) . Hewan pengerat ini mempunyai pengelihatan yang sangat buruk dan semata-mata hanya mengandalkan penciuman  dan pendengarannya yang sangat tajam.

Berikut ini kisah se-ekor  tikus Afrika yang sudah terlatih, diberi nama Kofi. Dengan penciumannya yang tajam, dia dapat mengendus ranjau dalam radius sekitar 50 meter , dengan berat badan yang hanya sekitar 1,3 Kg , sangat kecil kemungkinan ranjau dapat terpicu (trigger) dan meledak oleh tekanan berat badannya.

Kofi dan tikus pendeteksi ranjau lainnya , dilatih  pada saat berhenti menyusui, atau saat berumur lima minggu. Tikus ini dilatih untuk mengendus (mendeteksi) aroma/bau casing baja sebuah ranjau darat, sebagai hadiah-nya, tikus ini akan mendapatkan makanan, dalam hal Kofi sang pahlawan ini, hadiahnya adalah sebuah alpukat.

Se-ekor tikus pendeteksi ranjau yang sudah terlatih, dengan cekatan akan mengendus ranjau, kemudian duduk dan mengorek tanah tempat lokasi ranjau ditemukan, dan menunggu untuk diberikan makanan sebagai hadiahnya. Setelah itu, seorang ahli demolisi akan akan menghancurkan ranjau tersebut.

gambian-pouch-rat-tikus-afrika-300x288Saat ini ada 30 ekor tikus pendeteksi ranjau yang digunakan di Mozambique untuk membersihkan ranjau darat, sisa peninggalan perang saudara di negara tersebut.

Tikus pendeteksi ranjau ini dapat mensterilkan  ladang ranjau  seluas 100 meter persegi hanya dengan waktu 30 menit, setara dengan dua hari pekerjaan manusia (petugas  penjinak ranjau). Luar biasa !

Sumber : artikelmu.co.cc

PVI Mempublikasi Armor Baru Anti-EFP

Posted in JIHANDAK on Maret 2, 2009 by zeniad

pvi

Jika permintaan akan barang/ jasa tinggi, disitulah peluang usaha terbuka. Demikian pula industri-industri strategis di AS, melihat peluang tinggi terhadap kendaraan tempur pelindung Improvised Explosive Devices (IED) di Iraq dan Afganistan, mereka berlomba-lomba membuat inovasi terbaru dari produk Armor vehicle-nya.

Adalah Prairie View Industries Inc. (PVI) mengenalkan Armor terbaru pelindung IED bagi pasukan AS, seperti diketahui IED menjadi penyebab kematian pasukan AS (70%) di Irak dan kini menjalar ke Afganistan.
Explosively Formed Penetrators (EFP) atau penetrasi efek ledakan menjadi salah satu solusi terbaik bagi ancaman maut IED, dimana menurut laporan dilapangan IED sangat sulit dihentikan peredarannya dikalangan milisi Iraq dan Afgan.

Disarikan dari berbagai sumber

Peran Robot dalam Kekuatan Militer Amerika di Tahun 2020

Posted in JIHANDAK on Februari 12, 2009 by zeniad

robotAda sebuah artikel menarik di Washington University di St Louis situs tentang peningkatan penggunaan robotics dalam operasi militer. Beberapa peneliti universitas dan Smart dicatat bahwa militer mengharapkan agar robot diimplementasikan sebagai kekuatan sampai 30% di tahun 2020 oleh militer. Dengan peningkatan penyebaran yang tak udara kendaraan (UAV), robot mencari IED dan perangkat pengawasan robot,  dengan ini tampaknya tujuan penciptaan robot akan segera tercapai. Dengan memperhatikan hal itu mungkin waktu untuk yang akan mempertanyakan militer robot dapat digunakan untuk fasilitas keamanan dari radiasi kimia?

teknologi robotMenurut artikel yang ini generasi robot perangkat disebarkan dengan militer AS memanfaatkan beberapa tingkat teleoperation; yang jauh manusia menggunakan perangkat komunikasi untuk mengontrol operasi dari robot. Dpt diramalkan untuk masa depan robot perangkat militer dan keamanan layanan mereka akan memiliki fungsi utama jauh oleh dengan pengendali manusia. Pada umumnya peningkatan penggunaannya diarahkan sebagai robot penolong atau kontrol dari perangkat dan layanan.

roboticSekarang ini, kebanyakan robot digunakan sebagai pengganti peran manusia khususnya yang sangat besar resikonya terutama dalam penjinakan BOM/EID. Robot pendeteksi bom inilah yang digunakan untuk mendeteksi dan menjinakkan bahan yang disinyalir bom atau EID tersebut.  Ada juga yang didesain untuk mendeteksi bahan-bahan kimia. Dengan kontrol monitor kimia dapat mendeteksi bahan kimia.

robot with weaponYang menjadi salah satu hal kontroversial dalam teknologi robot sekarang ini adalah digunakannya robot sebagai mesin tempur dalam kegiatan militer. Walaupun telah menggunakan teleoperasional kontrol, hal yang diluar kontrol bisa saja terjadi.  

military robot 1

Seperti yang dilansir oleh militer israel pada saat perang melawan Hisbullah di Lebanon,  Israel menggunakan UGVs untuk mengetahui posisi dan kedudukan musuh. Termasuk juga menghancurkan ranjau-ranjau yang ditebar di daerah perbatasan. mine clearing

predator-civilian

Pesawat predator tanpa awak yang dilengkapi teknologi survey. 

Sedikit gambaran robot yang dilengkapi senjata otomatis yang akan digunakan pada perang di masa depan.

  

talon-robot

land robot gladiator armed lgrobotexrobot sherpa Nah bagaimana dengan TNI,  khususnya prajuri ZENI ? Bagaimana ya dunia di masa yang akan datang ?????  terutama teknologi militer menggunakan robot.

Disarikan dari berbagai sumber oleh PendawaLima.com

EOD / IEDD Equipment, EOD Robot dari Telerob

Posted in JIHANDAK on Januari 23, 2009 by zeniad

Untuk mengembangkan mesin, perangkat dan sistem yang melindungi atau mengganti orang-orang dalam situasi di mana mereka secara tidak dapat digunakan, atau hanya dapat bekerja dengan risiko besar,” – ini adalah motto dan semangat Telerob, sebuah perusahaan terkemuka dunia khusus EOD di-robot dan seluruh sistem IEDD solusi. Kami mengembangkan, manufaktur dan menyampaikan berbagai macam sistem yang sangat canggih dan perangkat ke pelanggan di lebih dari 60 negara di dunia. Kunci bidang usaha telerob adalah:

  • EOD robot dengan kontrol jarak jauh (tEODor dan teleMAX)
  • Sepenuhnya dilengkapi EOD / IEDD kendaraan (TEL600)
  • Khusus anti magnetis tools (NOMATOOLS)

Produk telerob dikembangkan dan diproduksi sesuai dengan standar kualitas yang pertahanan dan industri daya nuklir. Meskipun kita alami bersertifikat ke DIN ISO 9001, kami memiliki kualitas persyaratan jauh lagi. telerob diakui NATO pemasok (Supplier Kode NATO: C 5152) dan mitra pembangunan. Kami memberikan produk-produk sesuai dengan AQAP 2130.

TEODor Explosive meriam disposal (EOD) robot  

telerobTerjual lebih dari  350 klien di 39 negara di dunia, EOD  robot masih menetapkan standar dalam teknologi meriam peledak jarak jauh. Fitur unik seperti Programmable enam poros penyeleweng, tambahan linear poros, otomatis alat tukar, diagnostik terpadu sistem operasional pararel atau sampai lima disruptor membuat tEODdor diterima pasar dalam dunia pertahanan. 

Telemax : Robot EOD dengan mobilitas tinggi

telemax

Mengikuti jejak saudaranya tEODor, telemax adalah khusus untuk pembuangan meriam dibatasi dalam ruang operasi. Dengan kemampuan untuk buka overhead lockers di dalam pesawat, bis atau kereta api, ini benar-benar baru mobilitas tinggi EOD robot dengan fitur unik dan dengan kemampuan teknologi seperti Programmable penyeleweng lengan, height adjustable chasis dan banyak lainnya. Yang dapat bergerak independen pada empat trek memungkinkan mobilitas tinggi untuk melalui rintangan/hambatan 500 mm.

Posted by Infolahta Ditziad