Archive for the SAMARAN Category

Mengintip Terowongan HAMAS

Posted in SAMARAN on Januari 29, 2009 by zeniad

terowongan hamasBLOKADE berkelanjutan Israel atas Jalur Gaza tidak meruntuhkan moral bangsa Palestina. Mereka pun aktif membuat terowongan bawah tanah untuk menembus blokade itu. Kini jumlahnya telah berlipat menjadi ratusan.

Melalui terowongan itulah warga Palestina di Jalur Gaza mencari pekerjaan di luar Gaza untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

”Tanah di Rafah ini benar-benar sebuah keju yang enak. Jika di sana terjadi gempa bumi, keseluruhan wilayah bisa ambruk,” kata salah seorang ketua pengelola salah satu terowongan rahasia itu.
Dia menuturkan, warga dari berbagai tempat datang ke terowongan-terowongan itu untuk mencari pekerjaan di Gaza, Jabaliyah, Dair al-Balah. ”Terowongan ini sudah berjasa membuat 15 keluarga bertahan hidup,” paparnya.

Jumlah pasti terowongan bawah tanah itu sulit diverifikasi. Namun, pertumbuhan aktivitas ekskavasi sangat jelas bisa dilihat semua orang. Pada pukul 10.00 di Rafah, kota di Jalur Gaza yang berbatasan dengan Mesir, satu-satunya suara berasal dari mesin gerinda. Mesin tersebut digunakan para penyelundup yang sibuk membangun lebih banyak lagi terowongan di bawah tanah berpasir itu.

Keberadaan sejumlah terowongan itu bisa dilihat dari tenda-tenda plastik yang menutupi pintu masuknya. Garis demarkasi yang sangat jelas sepanjang 14 kilometer menjadi pembatas wilayah Palestina dengan wilayah Mesir itu.

”Ini adalah sebuah bisnis yang berkembang karena blokade Israel dan ditutupnya perbatasan,” ungkap Abu Khaled, yang sedang sibuk membuat terowongan. Proses penggalian terowongan itu dimulai 10 hari lalu. Di sekitar tendanya saja, tiga terowongan tengah dibangun.

Terbuka

Sebelumnya sangat sulit bertemu dengan para penyelundup atau berbicara dengan mereka. Sekarang mereka beroperasi secara terbuka dan diketahui banyak orang. Mereka tidak diganggu oleh siapa pun, terkecuali saat harus membayar pajak kepada pemerintah Hamas yang mengontrol Gaza.

”Tidak ada lapangan pekerjaan, sementara saya butuh uang,” ungkap pengelola bisnis terowongan itu dengan sangat terbuka. Namun, keterbukaan ini berbeda sekali dengan terowongan-terowongan yang dikelola secara rahasia oleh para pejuang Palestina. Terowongan ini dicurigai pihak Israel sering kali digunakan untuk menyelundupkan senjata.

”Kami bekerja setiap hari sepanjang waktu. Enam orang bekerja siang hari, enam lainnya malam hari,” kata Abu Khaled, mantan anggota pasukan Grup 17, sebuah pasukan elite Palestina yang ditugasi melindungi Presiden Mahmoud Abbas.

”Dari waktu ke waktu, Hamas mengabari kami untuk melarang lalu lintas persenjataan dan hashis,” ungkapnya sembari membantu seorang pekerja muda yang terus menggali di lubang berkedalaman 20 meter.

Abu Khaled mengatakan, Hamas juga mengambil ”bagiannya” dari semua produk yang masuk ke Jalur Gaza. Wilayah Palestina ini praktis tertutup sejak Juni tahun lalu oleh pihak Israel. Bertambah pesatnya jumlah terowongan itu karena adanya restu dari Hamas, yang melihat upaya itu sebagai cara untuk menembus blokade Israel.

Surat kabar Israel, Yediot Aharonot, dalam laporan yang tidak menyebutkan sumbernya, mengungkapkan pekan ini bahwa sebuah tim tentara AS dan Israel berhasil menemukan 42 terowongan dalam waktu kurang dari sebulan berkat penggunaan alat detektor canggih.

Dengan tingginya angka pengangguran di Gaza, tidak sulit mencari pekerja untuk menggali terowongan itu dengan bayaran sekitar 500 dollar AS untuk terowongan sepanjang 100 meter. ”Setiap orang yang bekerja di sini adalah mahasiswa seperti saya. Beberapa bahkan tengah menyusun tesis doktor mereka,” papar Yussef (29), mahasiswa fotografi di Universitas Deir al-Balah, di jantung Gaza.

Sumber : Kompas .com

Posted by Infolahta Ditziad

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI SAMARAN

Posted in SAMARAN on Januari 5, 2009 by zeniad

Pada dasarnya samaran digunakan untuk menyembunyikan diri baik personil maupun peralatan agar tidak dapat diketahui oleh musuh.

Dalam satu dekade terakhir, penyamaran merupakan peran  yang penting di hampir seluruh operasi militer yang ada didunia.  Seluruh Angkatan bersenjata didunia melakukan kegiatan penyamaran diseluruh operasi militer yang ada.

Unsur – unsur pokok yang digunakan pada alat peralatan samaran konvensional  baik seragam militer maupun jaring samaran yaitu warna dan pola.

Warna yang digunakan disesuaikan dengan lingkungan dimana operasi militer dilakukan. Warna hijau dan coklat umumnya digunakan untuk dididaerah hutan. Warna putih dan abu – abu digunakan didaerah salju sedangkan warna coklat muda (krem) digunakan didaerah gurun pasir. 

Warna yang digunakan dalam alat peralatan samaran dan seragam militer ukmunya lebih dari satu warna. Garis-garis yang terbentuk dalam perpaduan warna – warna tersebut membentuk pola dan corak yang menyerupai lingkungan sekitarnya.

Perpaduan antara warna-warna dan pola/corak yang digunakan pada alat peralatan dan seragam militer bertujuan untuk menyelaraskan  alat peralatan dan prajurit dengan lingkungannya sehingga dapat mengelabui pandangan mata baik dari darat maupun dari udara.

 

Sejak PD II, kegiatan penyamaran tidak hanya bertujuan untuk menyembunyikan, meyelaraskan dan merubah bentuk agar tidak mudah diketahui oleh musuh baik dari darat maupun dari udara.  Kegiatan penyamaran juga dilakukan untuk menyesatkan musuh tentang kedudukan pasukan sendiri.  Pembuatan kendaraan dan pesawat tiruan hingga bangunan/instalasi dan pangkalan udara tiruan juga dilakukan untuk menyesatkan musuh tentang kedudukan sebenarnya. Sedangkan kendaraan, pesawat, bangunan/instalasi dan pangkalan udara yang sebenarnya disamar sehingga tidak dapat terdekteksi oleh musuh.

  

Perkembangan teknologi samaran dewasa ini.

Dengan perkembangan teknologi saat ini berdampak terhadap taktik dan persenjataan militer yang digunakannya.  Dewasa ini militer negara-negara maju menggunakan “thermal imaging” (alat pendeteksi panas) untuk mendeteksi panas yang dikeluarkan dari badan orang dan alat / kendaraan. Selain itu peralatan lain yang digunakan untuk mendeteksi kedudukan musuh adalah   radar, satelit,  dan alat pendekteksi suara.

 

Untuk mengatasi “thermal imaging”, beberapa Negara maju telah mendisain pakaian seragam militernya dengan menggunakan bahan yang mampu menyerap panas sehingga tidak terdekteksi oleh alat pendeteksi panas. Demikian juga dengan kendaraan dan kapal – kapal modern saat ini menggunakan system pendingin pada saluaran pembuangan panasnya.

 

Stealth Technology

Stealth technology merupakai teknologi yang dikembangkan untuk menghindari dari deteksi radar.  Peralatan militer terbuat dari bahan khusus yang licin dan datar sehingg gelombang radio yang dipantulkan oleh radar tidak memantul kembali keradar namun kearah yang berlainan. Seain itu peralatan militer tersebut dicatdengan menggunakan bahan cat khusus yang dapat menyerap sebagian gelombang radio. Degan demikian gelombang radio dari radar sebagian besar terserap dan sebagian lagi akan terpantul kearah lainnya sehingga radar tidak dapat membaca dan mendeteksi peralatan militer tersebut.

 

Decoy Technology

Decoy technology adalah teknologi untuk menyesatkan musuh tentang kedudukan pasukan sendiri dengan membuat kedudukan-kedudukan tiruan. AB AS dan beberapa Negara maju telah mengembangkan alat peralatan militer tiruan yang mudah system transportasinya. Hal ini tentunya akan memudahkan membuata kedudukan tiruan dalam waktu singkat dan mudah dipindah – pindahkan. Selain itu peralatan tiruan tersebut juga mengeluarkan energi panas seperti lazimnya peralatan militer sebenarnya sehingga dapat menipu alat – alat pendeteksi panas musuh.

 

Smart Camouflage

Dewasa ini para ahli dinegara –negara maju sedang mengembangkan teknologi penyamaran yang disebut “smart camouflage”.  Pada dasarnya konsep kerja teknologi ini adalah alat peralatan samaran yang digunakan untuk menutupi kedudukan sebenarnya dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan analisa komputerisasi sehingga tidak mampu terdeteksi dengan alat peralatan deteksi yang ada saat ini.

 

Walaupun perkembangan teknologi termasuk teknologi penyamaran berkembang dengan pesat, dasar dasar samaran yang digunakan selama ini yaitu menyembunyikan, merubah bentuk, menyelaraskan dan menyesatkan tetap merupakan dasar – dasar samaran yang diterapkan dari dulu sampai saat ini.