RANCANGAN JEMBATAN SELAT SUNDA RESMI DI PUBLIKASIKAN

Posted in PENYEBERANGAN on Januari 18, 2010 by zeniad

Rencana ambisius pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) telah dipublikasikan. Proyek yang diperkirakan menelan biaya konstruksi sekitar Rp 100 triliun itu, akan menggunakan teknologi jembatan teranyar yang baru digunakan di Shanghai, Cina.

Prastudi kelayakan jembatan yang dilakukan PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM), menyebutkan bahwa konstruksi jembatan akan menggunakan teknologi generasi ketiga. Sebuah teknologi dengan konstruksi penampang jembatan paling ringan.Menurut Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia, Agung R Prabowo, teknologi tersebut memungkinkan jarak antartiang jembatan atau spanlenghth lebih dari 2.000 meter. Jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra ini juga dirancang memiliki panjang 29 km.

Agung mengungkapkan, jembatan ini terdiri atas lima bagian. Dua jembatan gantung ultra panjang dengan jarak antartiang 3,5 km dan 2 km serta 108 jembatan dengan rentang lebih pendek. Jembatan ultra panjang ini sangat dibutuhkan.Sebab, untuk melintasi Selat Sunda, terdapat dua palung berkedalaman 135 dan 115 meter. ”Jadi, tiang-tiang antarjembatan harus diletakkan sebelum memasuki daerah palung laut tersebut,” kata Agung di Jakarta, belum lama ini.

Artinya, diperlukan rentang antartiang jembatan yang lebih panjang. Menurut Agung, tinggi pilon jembatan gantung ultra panjang sekitar 310 meter di atas muka air rata-rata dan akan terbuat dari baja bermutu tinggi.Ruang bebas vertikal di tengah bentang jembatan ultra panjang sekitar 81 meter. Artinya, jelas Agung, kapal-kapal terbesar di dunia saat ini, seperti USS Enterprise dan Queen Mary-2, masih dapat berlayar tanpa gangguan di bawah JSS.

Agung menambahkan, untuk melintasi perairan yang kedalamannya relatif dangkal, pihaknya menggunakan serangkaian jembatan kantilever seimbang dengan rentang antartiang 200 meter.Agung, yang terlibat dalam pembuatan prastudi kelayakan JSS, menambahkan, teknologi jembatan kantilever seimbang digunakan dengan rentang antartiang lebih pendek, yaitu 80 meter. Ini digunakan pada jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). ”Karena kita mau membuat jembatan dengan rentang lebih panjang, otomatis teknologi konstruksinya harus yang ringan. Makanya, dalam rancangan jembatan yang akan kami bangun digunakan teknologi generasi ketiga,” ujar Agung.

Jembatan yang telah dibangun dengan menggunakan jembatan gantung ultra panjang adalah Jembatan Xihoumen, yang menghubungkan beberapa pulau di selatan Shanghai, Cina. Jembatan tersebut memiliki rentang antartiang 1.650 meter. Cina, bisa dibilang sangat berpengalaman dalam membangun jembatan berskala besar. Dalam setahun, Cina bisa membangun 100-150 jembatan mengandalkan kemampuan sendiri. ”Saya yakin, jika ada political will yang kuat, kita juga bisa,” kata Agung. n wulan tunjung palupi

Dari Generasi ke Generasi

Generasi Pertama

Pada jembatan yang menggunakan teknologi generasi pertama atau disebut juga jembatan suspensi konvensional, rentang antartiang hanya mampu di bawah 2.000 meter. Pembangunan jembatan yang dititikberatkan pada beban gravitasi dan beban angin pada jembatan dianggap tidak signifikan.Kekakuan geometris generasi pertama juga memengaruhi panjangnya rentang jembatan. Contohnya adalah Jembatan Golden Gate (1937) dan Jembatan Verrazano Narrows (1964). Batas ini diwakili oleh Akashi Kaikyo Bridge di Jepang (1998) dengan rentang antartiang 1.991 meter.


Generasi Kedua

Agar bisa mencapai rentang lebih panjang, otomatis desain jembatan harus dibuat lebih ringan. Pada jembatan generasi kedua, penampang jembatan telah berusaha dirancang sedemikian rupa dan lebih aerodinamis agar lebih ringan dan tahan terhadap terpaan angin. Untuk memberikan jawaban atas masalah ketebalan dek penampang dan terpaan angin, konsep generasi kedua telah diperkenalkan menggunakan penampang berbentuk satu kotak tertutup, bentuk dek yang terdiri atas panel baja kaku.

Adapun perilaku seismik generasi kedua ini relatif fleksibel. Maka, dek jembatan hanya akan mengalami reaksi ringan jika terjadi gempa. Contoh awal generasi kedua ini adalah Jembatan Severn (1966) dengan rentang antartiang 988 meter dan Humber dengan rentang antartiang 1.410 meter. Namun, jembatan generasi kedua ini belum bisa memiliki rentang antartiang lebih dari 2.000 meter. The Great Belt-East Bridge (1998) dengan rentang 1.624 meter mewakili generasi kedua jembatan gantung, yang telah hampir mencapai batas maksimum rentang yang dimungkinkan.

Generasi Ketiga

Pada generasi ketiga, dek jembatan dipertahankan tidak terlalu tebal dengan konstruksi yang bisa dilalui angin sehingga lebih ringan dan tahan terpaan angin. Pada generasi ini, fleksibilitas jembatan yang relatif tinggi akan bertindak sebagai dasar isolator.Ini mencegah lebih lanjut propagasi atau perambatan gelombang seismik sehingga dek jembatan masih relatif tenang meski terjadi getaran. Jembatan Selat Messina di Italia, yang belum mulai dibangun, merupakan contoh pertama dari jembatan generasi ketiga.

Rentang utama jembatan tersebut memiliki panjang 3.300 meter. Pada teknologi generasi ketiga boks penampang dibuat lebih mudah mengakomodasi terpaan angin. Konstruksi lebih ringan, namun tahan angin, yang memungkinan rentang antartiang menjadi lebih panjang. Jembatan Xihoumen yang memiliki rentang 1.650 meter dibangun pada 2004 dan selesai pada 2009. Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia, Agung R Prabowo, dalam prastudi kelayakan, JSS yang menggunakan teknologi generasi ketiga, disebutkan mengenai berbagai aspek alam.

Seperti lokasi jembatan yang berdekatan dengan Anak Krakatau serta merupakan wilayah yang rawan gempa telah diantisipasi. ”Meskipun kalau letusan Krakatau yang terjadi pada 1883 itu terjadi lagi sekarang, konstruksi apa pun tidak akan tahan,” katanya. Namun, dengan perhitungan aktivitas anak Krakatau dan estimasi aktivitasnya, kata Agung, kondisi ini masih bisa dikelola. Hal yang pasti, banyak pekerjaan rumah menumpuk untuk mewujudkan proyek yang sudah didengungkan sejak 20 tahun silam ini.

Agung menyatakan, kesiapan industri baja dan semen dalam negeri yang merupakan material utama pembentuk jembatan harus sudah mulai dibangun. Kesiapan sumber daya manusia, antisipasi dampak sosial, dan budaya serta berbagai aspek lain pun harus mulai dipikirkan.

Diintisarikan Dari Berbagai Sumber

ANCAMAN BAHAYA DEPLETED URANIUM

Posted in NUBIKA PASIF on Desember 28, 2009 by zeniad

     “Penyebab polusi terbesar di Amerika Serkat adalah “Departemen Pertahanan AS , sekarang ini sedang membersihkan sampai 29,500 tempat, baru atau lama yang terkontaminasi disetiap wilayah negara bagian. Di California sendiri terdapat 3,912 lokasi yang terkontaminasi, di atas lokasi 441 buah instalasi Departemen Pertahanan yang baru dan lama. Banyak fasilitas milik Departemen Pertahanan AS telah mencemari sumber air minum bawah tanah …. Biaya untuk membersihkan racun mesiu yang mencemari dan perlengkapan perang artileri yang belum meledak dan masih aktif serta bekas instalasi militer di seluruh negara dapat mencapai US.$. 200 milyar.” – The National Resources Defense Council, April 21, 2004

Explosive depleted uranium tank round. (Photo: Tuberose.com)

      “Departmen Pertahanan menolak untuk mematuhi perintah atau menandatangani kontrak untuk membersihkan 11 lokasi pembuangan sampah (nuklir?), termasuk sebuah di Hawaii, dan telah meminta Gedung Putih serta Departemen Kehakiman untuk campurtangan atas atas namanya.” – Associated Press, Juli 1, 2008

Sementara mencoba bertindak sebagai watchdog nuklir di planet ini, Amerika Serikat dan Inggris Raya telah menjadi dua penyebab kanker paling besar dunia, kanker yang disebabkan oleh debu radiasi dan pengotor proyektil depleted uranium. Dengan menggunakan tank dan pesawat, militer Amerika Serikat dan Inggris telah menembakkan ratusan ton mesiu radioaktif depleted uranium (DU) sewaktu Perang Gurun Pertama, Perang Balkan, dan perang yang baru-baru ini terjadi di Afghanistan serta Irak. Selama dua dekade berturut-turut pemimpin pemerintahan Amerika dan Inggris sedikit saja melakukan upaya menyapu bersih sampah nuklir sisa peperangan yang berbahaya ini. Dan ketika berulang-kali ditanyakan tentang sampah senjata DU itu, juru bicara Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown dan President Amerika, George W. Bush, demikian pula kedua kandidat Presiden Amerika, baik Senator Barack Obama (D-Illinois) maupun Senator John McCain (R-Arizona), tidak memberikan reaksi terhadap sejumlah besar e-mail dan panggilan telepon selama waktu satu bulan ini. Ironinya, sementara menembakkan sampah nuklir di seluruh wilayah Iraq, Afghanistan dan bekas negara Yugoslavia, baik Inggris maupun Amerika Serikat secara tetap mengkritik sambil menterapkan tekanan keuangan atau politik kepada Iran, Syria, Korea Utara dan Pakistan karena mengembangkan senjata nuklir. Dari ke-empat negara tersebut, hanya Pakistan yang disebut-sebut memiliki amunisi depleted uranium, namun angkatan bersenjatanya tidak pernah menggunakan senjata tersebut.

      Depleted uranium adalah sebuah produk sampingan dari natural uranium yang dikayakan untuk kualitas reaktor nuklir atau kualitas senjata uranium. Tambahan lagi senjata itu digunakan sebagai pelapis baja untuk melindungi tank. Kepadatan metalnya ideal untuk membuat amunisi yang siap menembus tank dan kendaraan lapis baja lainnya dengan membakar dan melubanginya. Tetapi selama proses pembuatannya, mesiu tersebut mengeluarkan debu radio aktif dengan jumlah yang besar yang dapat diterbangkan oleh angin sejauh 20 sampai 30 mil. Kadang-kadang projektilnya tidak meledak. Bahkan turun ikut terkubur dengan sendirinya. Sekarang senjata DU tersebut mengotori atau mengancam penyediaan air, tanah, tumbuh-tumbuhan, burung dan binatang lainnya di wilayah tempat peperangan terjadi.

Potentially Serious Health Impacts

Bahaya puing-puing DU termasuk diantaranya meningkatkan jumlah penyakit kanker pada anak-anak dan penyakit-penyakit lainnya di Eropa dan Timur Tengah. Partikel DU yang halus juga dapat merusak ginjal, kulit dan lensa mata. Dan ketika terhirup atau tertelan oleh manusia, binatang atau ikan, debu DU dapat merusak kesehatan secara serius dan permanen. Curahan DU mencemari wilayah daratan secara permanen dengan paruh-umur 4.5 milyar tahun.. Debu Uranium tetap hidup di dalam paru-paru, dalam darah dan organ tubuh lainnya selama bertahun-tahun. Menurut laporan setelah Perang Teluk, debu uranium telah menyebabkan  apa yang disebut dengan penyakit misterius terhadap lebih dari 350,000 orang anggota militer Amerika Serikat, banyak diantara mereka yang tidak berhasil ditangani secara medis.

Sedikitnya di empat negara bagian, yaitu New York, California, Louisiana dan Connecticut – telah berusaha meloloskan rancangan UU namun gagal memaksa Departemen Pertahanan untuk melakukan pemeriksaan dan merawat lebih baik bagi veteran perang yang terkena pajanan DU sewaktu masa peperangan.

“Sejumlah besar penetrator depleted uranium berkarat yang menempel di permukaan tanah akan merupakan ancaman jangka panjang jika larut kedalam sumber air,”  Sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh British Royal Society menyatakan. Setelah granat ditembakkan, tanah menjadi tercemar dengan partikel buangan depleted uranium dan oleh beberapa bagian dari mesiu itu sendiri. Yang tercemar DU harus dipindahkan dari daerah lokasi sekelilingnya yang diketahui terdapat pengaruh penetrator yang kuat ,” demikian kata the Royal Society. “Percontohan lingkungan jangka panjang, terutama sekali air dan susu, lingkungan membutuhkan dan harus disediakan metoda monitoring komponen yang sensitif serta hemat biaya, serta menyediakan informasi mengenai tingkat uranium yang ada untuk dijadikan perhatian oleh penduduk setempat.. Monitoring perlu ditingkatkan di beberapa tempat, dengan menyebutkan asesmen risiko tertentu, jika situasinya menjamin keabsahan untuk pertimbangan lebih lanjut.”

Walaupun Royal Society menegaskan ancaman yang merusak kesehatan kepada mereka yang menghirup jumlah yang banyak dari debu depleted uranium dibandingkan dengan mereka yang menghirup sedikit dan terbatas, namun sebuah studi terhadap anak-anak di Irak, yang terkena debu DU sewaktu berkecamuk peperangan, ternyata bertentangan dengan penilaian tersebut. Dr. Souad N. Al-Azzawi, seorang anggota dari Brussels Tribunal Advisory Committee, mengatakan bahwa anak-anak yang menghirup nafas atau menelan partikel yang terkena radiasi di daerah dimana Amerika Serikat menembakkan mesiu DU dengan intens “memberikan bukti kuat adanya hubungan antara terkenanya radiasi tingkat rendah dan akibat yang merusak kesehatan,” Pajanan DU menciptakan” tingkat insiden yang menimbulkan satu pergeseran leukemia terhadap anak-anak yang lebih muda baru-baru ini,”  demikian kata sang Doktor. Penyelidikan lain dilakukan oleh tiga orang profesor di

Universitas Massachusetts dan Universitas Tufts menyimpulkan: bahwa “Bukti jumlah kumpulan epidemiological manusia adalah konsisten dengan tingkat risiko cacat kelahiran dalam keturunan dari orang yang terkena DU.”

Empat tahun lalu, pemerintahan sementara Iraq meminta bantuan kepada PBB untuk meratakan lubang-lubang yang dalam di negaranya, yang dipenuhi dengan bongkahan projektil mesiu, peralatan penghancur DU, pecahan acak partikel-partikel dan angin yang membawa hujan debu DU. PBB menghimbau militer Inggris dan Amerika Serikat untuk membersihkan kerusakan yang diakibatkan DU yang mereka ciptakan, namun tanpa hasil yang efektif. Faktanya, ahli pembersihan lingkungan PBB telah meminta pejabat-pejabat Inggris dan Amerika Serikat untuk menunjukkan dimana lokasinya senjata DU ditembakkan di Irak, namun mereka hanya dilaporkan menerima koordinat penembakkan DU dari Inggris.

DU Cleanup Required But Ignored

Baik pejabat berwenang Inggris maupun Amerika Serikat keduanya tidak memenuhi tawaran untuk menambah dana sumbangan yang dianggarkan sebesar US$ 4.7 juta yang terutama disumbang oleh Jepang kepada PBB untuk mengevaluasi tempat-tempat peperangan yang tercemar yang oleh ahli kesehatan dikatakan mengancam jutaan rakyat Irak. Tetapi bertentangan dengan bukti ilmiah, dalam akhir bulan Oktober 2004, Lt. Col. Mark Melanson dari angkatan bersenjata mengatakan bahwa anggaran lima tahun Departemen Pertahanan sebesar US$ 6 juta untuk anggaran dipergunakan untuk melihat percobaan simulasi peledakan tank DU “risiko kimia yang begitu rendah ketika bernafas dalam debu uranium yang tidak akan menyebabkan risiko kesehatan dalam jangka panjang, ” bahkan terhadap kru tank.

Akan tetpi, peraturan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat 700-48 dan Technical Bulletin 9-1300-278 telah selama bertahun-tahun menuntut pembersihan residu dan pemusnahan depleted uranium yang ditembakkan. “Bahan dan buangan radioaktif tidak akan dibuang dan dikubur ditempat itu, perendaman dan pengabuan serta penghancuran di tempat, atau dengan bebas semuanya tanpa persetujuan dari komandan,” demikian bunyi peraturan itu. “Jika pembuangan ditempat disetujui, komandan yang bertanggungjawab harus membuat dokumen mengenai sifat-sifat umum bahan yang dibuang dan lokasi yang pasti tempat pembuangannya.”Peralatan radioaktif di bawah peraturan yang sama harus dibersihkan dan dibuang segera setelah dipakai. Peraturan penting militer lainnya adalah meminta semua sopir Tank untuk diperiksa secara medis jika mereka terkena debu atau pecahan radioaktif.  Pensyaratan yang sama dari Inggris melarang tanpa izin mengumpulkan sampah radioaktif.

Salah satu contoh yang paling penting mengenai masalah senjata depleted uranium dan bahayanya terhadap umum baru-baru ini telah membuka babak baru dalam sejarah panjang mesiu. Dihadapan Pentagon dan Angkatan Bersenjata penolakan yang berulangkali akan perlunya mengikuti peraturannya sendiri, repeated denials of the need to follow their own regulations, masih pemimpin yang sama terlibat dalam sebuah pembersihan besar dan final senjata DU yang mahal di Camp Doha, sebuah pangkalan militer yang luasnya 500 ha di Kuwait.

Meskipun potensi bahaya terhadap kesehatan kepada siapapun yang berjalan dekat penyimpanan, kebanyakan bahan berbahaya ini tetap berada di permukaan dan bawah tanah di dalam pangkalan militer yang masih aktif ini lebih dari satu setengah dekade. Sejak tahun 1991, tempat buangan bahan berbahaya ini telah dibersihkan dengan cara yang berbeda-beda yang tidak sempurna. Kecerobohan ini menyebabkan masalah kesehatan kepada semua yang tinggal di dekat atau yang ditempatkan di sana. Pangkalan militer yang terletak disemenanjung yang secara relatif berdekatan dengan Kota Kuwait, ibukota tempat perkantoran pemerintahan. Penduduknya kira-kira berjumlah 191,000 orang ketika kecelakaan senjata depleted uranium terjadi. Tepat disudutnya adalah Kuwait City International Airport.

Tujuh belas tahun lalu, selama terjadi Perang Teluk I, Doha merupakan tempat terbesar dari penyimpanan senjata dan bahan peledak depleted uranium dan tempat penyimpanan tank. Pada tanggal 11 July 1991, kira-kira pada jam 10:20 pagi kata seorang penyidik Pentagon, sebuah pemanas yang rusak dalam sebuah pembawa amunisi M992 dilengkapi dengan peluru artileri 155mm disambar api dan menyebabkan ledakan beruntun dan kebakaran. Jilatan apai dan ledakan mengirimkan bahan kimia dan debu radiasi dari persenjataan dan tank ke udara setinggi beberapa mil, juga asap hitam yang berbahaya naik tinggi ke langit. Tank-tank, peralatan lainnya, kendaraan dan gudang besar tempat penyimpanan amunisi hangus terbakar. Lima puluh orang serdadu Amerika dan enam orang serdadu Inggris terluka. Dua orang serdadu Amerika terlauka serius. Perlu berbulan-bulan dengan biaya jutaan dolar untuk membangun kembali sebuah pangkalan militer yang signifikan. “Kerusakannya luar biasa, “begitu kata seorang penyidik Pentagon. “Api dan ledakan merusakkan atau menghancurkan 102 kendaraan, termasuk empat buah tank M1A1 dan sejumlah kendaraan tempur lainnya. Lebih dari dua lusin gedung juga mengalami kerusakan. Diperkirakan kerugian berkisar hampir US $15 juta karena rusak atau hancurnya senjata DU sabot 660 M829 120mm..”

Pada awalnya Angkatan Bersenjata bekerja selama berbulan-bulan dalam sebuah opersai pembersihan utama. Kemudian pada akhir tahun 1991, yang kedua dan tahap akhir dari pembersihan peralatan berbahaya dilakukan oleh the Environmental Chemical Corporation. Dan laporan penyidik Pentagon mengatakan: “Personnel membereskan drum-drum DU penetrator mengenakan topi ahli bedah, kaca pengaman, masker pengaman setengah muka, coverall, apron karet sintetis, sarung tangan karet ahli bedah dengan sisipan katun, dan ’sepatu boot karet’ khusus. Jumlah keseluruhannya ada delapan buah drum diisi kira-kira 250 DU penetrator.”

Pemerintah Kuwait menyewa kontraktor pemerintah Amerika Serikat, the Halliburton Corporation, untuk memindahkan rongsokan kapal yang terbakar disekitar Kuwait City ke tempat pembuangan di sebelah barat gurun pasir. Tetapi, belum sampai tiga tahun lalu, ketika Amerika Serikat merencanakan untuk menghentikan penggunaan pangkalan militernya, Angkatan Bersenjata membuang tambahan pecahan selongsong. Dan baru saja pada bulan April tahun ini sisa sampah raksasa ini pada akhirnya dinetralkan di tempat. Pembersihan dilakukan oleh MKM Engineers, yang berkantor pusat di Stafford, Texas, dibiayai oleh pemerintahKuwait.

David Foster, seorang jurubicara urusan publik Angkatan Bersenjata mengatakan “an Army public affairs spokesman, said “bagaimanapun juga, Angkatan Bersenjata tidak mempunyai kewajiban hukum untuk membersihkan the (particulate) material” di Camp Doha. Angkatan Bersenjata awalnya membawa senjata dan peralatannya untuk melindungi Kuwait, jadi sekarang merupakan kewajiban Kuwait untuk membayar biaya pembersihan, mengangkut bahan-bahan berbahaya sampai selsesai, dikubur dengan aman, katanya. Sejumlah 6,700 ton pasir tercemar dengan partikel depleted uranium diangkut dari Kuwait dengan kapal dalam bulan April ke Pelabuhan Longview di Washington. Tong-tong berisi pasir kemudian dipindahkan ke kereta api untuk pengiriman akhir kepada American Ecology Corporation’s Idaho’s Grand View fasilitas sampah radiasi tingkat rendah, 70 mil di tenggara Boise di Gurun Owyhee.

“Berdasarkan keaadaan tingkat pencemaran yang sangat rendah,” juru bicara American Ecology, Chad Hyslop, mengatakan “tanahnya tidak diatur sebagai ‘material radioaktif’ oleh Departemen Transportasi Amerika Serikat. “Penetrator rusak depleted uranium dipisahkan oleh MKM dan dikirim secara terpisah ke Amerika Serikat untuk dibuang, menurut Foster, juru bicara Angkatan Bersenjata. Baik the Department of Environmental Protection maupun the Nuclear Regulatory Agency, menerima hasil uji coba dan penjelasan bahaya dari debu depleted uranium, mengizinkan kondisi seperti ini untuk dibuang,

EPA and NRC Leave Cleanup and Burial to the Army

Kedua pejabat keagenan tersebut menyandarkan atas kata-kata pejabat Angkatan Bersenjata bahwa pengapalan debu depleted uranium ini tidak mengancam umat manusia atau merusak lingkungan, baik selama transit atau sewaktu disimpan di tempat pembuangan akhir di Idaho. Mark MacIntyre, seorang juru bicara EPA mengatakan: “Angkatan Bersenjata bertanggungjawab dengan menggolongkan material tersebut dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan alat transportasi dan syarat-syarat pembuangan … EPA tidak mempunyai standard tertentu berkaitan dengan depleted uranium. Untuk tujuan pembuangan, depleted uranium dipertimbangkan sebagai buangan radioaktif tingkat rendah dan tunduk kepada peraturan-peraturan dari U.S. Nuclear Regulatory Commission.” Neil Sheehan, seorang juru bicara untuk the NRC, menjelaskan: “Pasir – dengan sejumlah kecil depleted uranium sedang dikirim ke fasilitas U.S. Ecology Idaho untuk dibuang – berisi ‘bebas’ dari konsentrasi uranium, lebih kecil dari 0.5-persen beratnya. jika konsentrasinya lebih besar dari ini, kami mungkin khilaf.”

Pensiunan Major AB, Doug Rokke bergelar Ph.D. bidang pendidikan – fisika dan teknologi – dari University of Illinois, sudah bertahun-tahun menentang penggunaan DU melalui Internet dan dengan cara lainnya. Ia yakin bahwa operasi pembuangan sampah DU Doha baru-baru ini melanggar pedoman keselamatan. Dia bekerja pada tim operasi khusus, the 3rd U.S. Army captured equipment project team, dan dengan the 3rd U.S. Army Depleted Uranium Assessment team selama Perang Teluk I. Sebagai hasil kerjanya dalam pembersihan DU, Rokke mengatakan ia sakit karena radiasi yang merusak paru-parunya dan ginjalnya. Dia juga terkena radiasi katarak, fibromyalgia, bintik merah pada kulit, hilang pendengaran, diarrhea, penyakit reactive airway, luka pada otak, gigi pecah dan ompong, dan neurological abnormalities

Adalah menggelikan kata Rokke, baik NRC, EPA dan Angkatan Bersenjata yang menyangkal bahaya depleted uranium dari Doha. Mereka melakukan hal ini, katanya, bahkan pemerintah Amerika Serikat memberikan mandat pembersihan sangat besar kepada Concord, Massachusetts,, lokasi pabrik pembuatan mesiu depleted uranium Starmet’s Superfund, dan tentu saja menyakitkan untuk mengapalkan DU dari  Camp Doha, Kuwait, ke Amerika Serikat sementara membahayakan lingkungan dan semua orang dari manapun yang dekat dengan kiriman tersebut.

Disarikan Oleh berbagai Sumber

Amerika Uji Rudal Balistik Antar Benua

Posted in Uncategorized on Agustus 24, 2009 by zeniad

rudal balistikAngkatan Udara AS berhasil meluncurkan rudal balistik antarbenua  (ICBM) Minuteman 3 dari sebuah pangkalan di California. Rudal yang tidak dilengkapi bahan peledak tersebut diarahkan ke targetnya di Samudera Pasifik.   
    
Sersan Benjamin Rojek dari Angkatan Udara AS menjelaskan rudal ICBM ini diluncurkan dari Pangkalan Udara Vandenber pada pukul 9:01 pagi, Minggu (23/8), waktu setempat atau pukul 23:01 WIB tadi malam. Menurut Rojek, rudal ini menyentuh sasarannya dekat kepulauan karang Kwajalein di kepulauan Marshall, yang berjarak sekitar 6.758 kilometer dari lokasi peluncuran.
 
Peluncuran ini dilaksanakan sebagai sebuah uji operasional untuk memeriksa akurasi dan kehandalan sistem persenjataan. Data tes ICBM ini selanjutkan digunakan untuk ditelaah oleh perancang kebijakan Komando Strategis dan lab Departemen Energi AS.  

Sumber : Kompas.com

Uji Coba Bom Vacum Terkuat Di Dunia

Posted in DESTRUKSI on Agustus 14, 2009 by zeniad

MOSKWA – Rusia telah berhasil menguji coba bom vakum paling kuat di dunia. Bom itu menghasilkan gelombang kejut yang kekuatannya setara dengan bom nuklir. Militer Rusia menyebut bom itu ”bapak segala bom” (father of all bombs).

roket lapanBom itu menambah deretan persenjataan baru Rusia untuk mendukung langkah-langkah kebijakan luar negerinya. Presiden Vladimir Putin sedang gigih membangkitkan kembali peran Rusia di kancah internasional.
”Hasil uji coba senjata baru itu menunjukkan, kekuatan dan efisiensinya tidak kalah dengan senjata nuklir,” kata Deputi Kepala Staf Angkatan Darat Alexander Rukshin kepada televisi ORT First Channel. ”Bom itu sedang beraksi. Senjata itu tidak ada tandingannya di dunia dan sukses dalam uji coba di lokasi militer kami,” tambahnya. Televisi menayangkan pesawat bomber Tupolev Tu-160 sedang menjatuhkan bom di atas lahan uji coba. Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan dahsyat.
Dalam tayangan itu, terlihat gedung-gedung bertingkat di sekitar lokasi runtuh dan rata dengan tanah. ”Tanah di lokasi yang terkena bom menjadi seperti permukaan bulan,” demikian laporan televisi milik pemerintah Rusia itu.
Kementerian Pertahanan menegaskan, penemuan senjata baru itu tidak bertentangan dengan traktat internasional tunggal. ”Rusia tidak bermaksud memprovokasi perlombaan senjata baru,” kata dia.
Bom vakum terdiri atas dua bagian utama. Bagian pertama untuk menghasilkan ledakan kecil yang melontarkan bahan peledak utama. Setelah terlontar, peledak gas cair itu otomatis meledak.
Setara 44 Ton TNT
Ledakan itu menghasilkan gelombang tekanan udara dengan radius jangkauan yang lebih jauh dibandingkan dari bahan peledak konvensional. Ledakan itu juga menghisap udara sehingga menimbulkan kondisi hampa udara dan dampak ledakan makin destruktif.
”Gelombang ultrasonik dan temperatur tinggi akibat ledakan bom itulah yang menimbulkan kerusakan hebat,” kata dia. ”Semua makhluk hidup akan terempas hancur.”
Rukshin mengatakan, ”Namun, saya ingin menegaskan bahwa bom itu tidak meracuni lingkungan, berbeda dengan dampak bom nuklir.”
Pesawat bomber supersonik Tu-160 yang menjatuhkan bom itu dijuluki NATO dengan nama ”Blackjack”. Pesawat itu adalah pesawat berbobot terberat. Putin memerintahkan pesawat Blackjack dan Tu-05 ”Beruang” berpatroli di seluruh dunia.
Menurut laporan itu, bom vakum itu jauh lebih kuat daripada bom sejenis produksi Amerika Serikat, yakni bom Massive Ordnance Air Blast (MOAB). MOAB dijuluki ”ibu segala bom” (mother of all bombs). ”Karena itulah, militer Rusia menyebut bom vakum itu Bapak Segala Bom,” kata Rukshin.
Menurut militer Rusia, bom itu empat kali lebih kuat daripada bom MOAB. Daya ledaknya setara 44 ton TNT. Lonjakan temperatur di pusat ledakan juga dua kali lebih tinggi.
Pada 1999, para jenderal Rusia pernah mengancam akan menggunakan bom vakum untuk menumpas gerilyawan Chechnya dari persembunyian di gunung-gunung melalui operasi antiteroris.
Lembaga Human Rights Watch ketika itu kemudian minta Putin untuk tidak menggunakan bom tersebut. Sampai kini pun, belum jelas apakah bom vakum itu pernah digunakan selama Perang Chechen.

Diintisarikan dari berbagai sumber

PEMANFAATAN ENERGI OMBAK SEBAGAI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PERTAMA DI DUNIA

Posted in PERBEKALAN AIR & LISTRIK on Agustus 13, 2009 by zeniad

Tahukah anda???

Untuk bisa melangsungkan hidupnya, manusia harus berusaha memanfaatkan sumber daya hayati yang ada di bumi ini dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi penggunaan tersebut haruslah mempunyai tujuan yang positif yang nantinya tidak akan membahayakan manusia itu sendiri.

Kenyataanya, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Norwegia. Sayangnya potensi energi pantai yang ada belum banyak dimanfaatkan. Masalah yang terjadi dalam kebutuhan manusia adalah kesenjangan antara kebutuhan hidup serta persediaan energi. Seperti saat ini kebutuhan akan minyak semakin turun, dikhawatirkan 5 tahun mendatang kebutuhan akan energi akan habis, lalu bagaimana dengan nasib anak cucu kita nanti? Oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan energi sumber daya hayati yang perlu dikembangkan saat ini.

BGambar tengah (1): Rumput laut mekanik yang disebut juga Biowave.

Sumber daya hayati yang ada di planet bumi ini salah satunya adalah lautan. Selain mendominasi wilayah di bumi ini, laut juga mempunyai banyak potensi pangan (beranekaragam spesies ikan dan tanaman laut) dan potensi sebagai sumber energi. Energi yang ada di laut ada 3 macam, yaitu: energi ombak, energi pasang surut dan energi panas laut.

Salah satu energi di laut tersebut adalah energi ombak. Sebenarnya ombak merupakan sumber energi yang cukup besar. Ombak merupakan gerakan air laut yang turun-naik atau bergulung-gulung. Energi ombak adalah energi alternatif yang dibangkitkan melalui efek gerakan tekanan udara akibat fluktuasi pergerakan gelombang.

Energi ombak dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, seperti saat ini telah didirikan sebuah Pembangkit Listrik Bertenaga Ombak (PLTO) di Yogyakarta, yaitu model Oscillating Water Column. Tujuan didirikannya PLTO ini adalah untuk memberikan model sumber energi alternatif yang ketersediaan sumbernya cukup melimpah di wilayah perairan pantai Indonesia. Model ini menunjukan tingkat efisiensi energi yang dihasilkan dan parameter-parameter minimal hiroosenografi yang layak, baik itu secara teknis maupun ekonomis untuk melakukan konversi energi.

Dalam PLTO ini proses masuk dan keluarnya aliran ombak pada suatu ruangan tertentu (khusus) dapat menyebabkan terdorongnya udara keluar dan masuk melalui sebuah saluran di atas ruang khusus tersebut. Apabila diletakkan sebuah turbin di ujung saluran tersebut, maka aliran udara yang keluar masuk akan memutar turbin yang menggerakkan generator. Kelemahan dari model ini adalah aliran keluar masuk udara dapat menimbulkan kebisingan, akan tetapi karena aliran ombak sudah cukup bising umumnya ini tidak menjadi masalah besar.

FGambar kanan (2): Sirip ekor ikan hiu buatan yang disebut Biostream.

Selain model Oscillating Water Column, ada beberapa perusahaan & lembaga lainnya yang mengembangkan model yang berbeda untuk memanfaatkan ombak sebagai penghasil energi listrik, antara lain:

1.   Ocean Power Delivery; perusahaan ini mendesain tabung-tabung yang sekilas terlihat seperti ular mengambang di permukaan laut (dengan sebutan Pelamis) sebagai penghasil listrik. Setiap tabung memiliki panjang sekitar 122 meter dan terbagi menjadi empat segmen. Setiap ombak yang melalui alat ini akan menyebabkan tabung silinder tersebut bergerak secara vertikal maupun lateral. Gerakan yang ditimbulkan akan mendorong piston diantara tiap sambungan segmen yang selanjutnya memompa cairan hidrolik bertekanan melalui sebuah motor untuk menggerakkan generator listrik. Supaya tidak ikut terbawa arus, setiap tabung ditahan di dasar laut menggunakan jangkar khusus.

2.   Renewable Energy Holdings; ide mereka untuk menghasilkan listrik dari tenaga ombak menggunakan peralatan yang dipasang di dasar laut dekat tepi pantai sedikit mirip dengan Pelamis. Prinsipnya menggunakan gerakan naik turun dari ombak untuk menggerakkan piston yang bergerak naik turun pula di dalam sebuah silinder. Gerakan dari piston tersebut selanjutnya digunakan untuk mendorong air laut guna memutar turbin.

3.   SRI International; konsepnya menggunakan sejenis plastik khusus bernama elastomer dielektrik yang bereaksi terhadap listrik. Ketika listrik dialirkan melalui elastomer tersebut, elastomer akan meregang dan terkompresi bergantian. Sebaliknya jika elastomer tersebut dikompresi atau diregangkan, maka energi listrik pun timbul. Berdasarkan konsep tersebut idenya ialah menghubungkan sebuah pelampung dengan elastomer yang terikat di dasar laut. Ketika pelampung diombang-ambingkan oleh ombak, maka regangan maupun tahanan yang dialami elastomer akan menghasilkan listrik.

4.   BioPower Systems; perusahaan inovatif ini mengembangkan sirip-ekor-ikan-hiu buatan dan rumput laut mekanik untuk menangkap energi dari ombak. Idenya bermula dari pemikiran sederhana bahwa sistem yang berfungsi paling baik di laut tentunya adalah sistem yang telah ada disana selama beribu-ribu tahun lamanya. Ketika arus ombak menggoyang sirip ekor mekanik dari samping ke samping sebuah kotak gir akan mengubah gerakan osilasi tersebut menjadi gerakan searah yang menggerakkan sebuah generator magnetik. Rumput laut mekaniknya pun bekerja dengan cara yang sama, yaitu dengan menangkap arus ombak di permukaan laut dan menggunakan generator yang serupa untuk merubah pergerakan laut menjadi listrik.

  HGambar kiri (3): Pelamis Wave Energy Converters dari Ocean Power Delivery. 

Namun kekurangan dalam pemanfaatan energi ombak sebagai pembangkit listrik ini adalah

1.   Bergantung pada ombak; kadang dapat energi, kadang pula tidak,

2.   Perlu menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan muncul secara konsisten. Akan tetapi jika kita memanfaatkan energy ini maka kelebihan yang kita dapatkan adalah energi bisa diperoleh secara gratis, tidak butuh bahan bakar, tidak menghasilkan limbah, mudah dioperasikan dan biaya perawatan rendah, serta dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai.

Oleh karena itu mengingat potensi yang telah dmiliki oleh  ombak begitu besar, maka sebaiknya mulai sekarang kita perlu memanfaatkan energi ombak ini sebagai pembangkit tenaga listrik guna memenuhi kebutuhan akan energy listrik di hari mendatang, dengan mengembangkan model tersebut di seluruh pesisir pantai Indonesia.

Diintisarikan Dari Berbagai Sumber

X-51 WAVERIDER RUDAL JELAJAH MASA DEPAN AS

Posted in DESTRUKSI on Agustus 13, 2009 by zeniad

1Bagi AS punya seabreg armada rudal jelajah Tomahawk belumlah cukup. Mereka menganggap gerakan arsenal penghancur masal ini masih kelewat lambat. “Kami butuh senjata yang bisa melesat lima kali lebih cepat dari semua senjata yang ada sekarang,” ujar Letjen. Robert Kehler, deputy commander dari Komando Strategis AS. Tak perlu berlama-lama. Kehler mengakui kalau saat ini AS sedang mengembangkan rudal jelajah berkecepatan hipersonik. Salah satu kandidatnya adalah X-51.

 

Punya panjang sekitar 14 kaki (4,2 m) rudal berjulukan WaveRider mi masuk golongan arsenal eksotis dan high-tech. Dengan hidung bersudut, flaps di bagian tengah serta inletdi ba-wah perut, sosoknya merupakan gabungan antara wahana angka-sa luar dan rudal jelajah masa depan. Jangan heran bila Penta­gon mematok X-51 WaveRider baru bisa beroperasi satu dekade ke depan. Uji terbang dilakukan paling cepat pada 2008.

2Bicara tentang kecepatan, disinilah kunci dari kesaktian X-51. Dalam kondisi normal rudal mampu melesat hingga kecepat­an Mach 5. Atau bila dihitung sekitar tujuh kali lebih cepat ketimbang Tomahawk. Dalam penerapan di lapangan jika di-lontarkan dari Laut Arab menuju target di timur Afghanistan, X-51 hanya butuh 20 menit saja buat merampungkan misinya.

3Bagi orang awam, proyek pengembangan X-51 terkesan mengada-ada. Maklum, selama ini penerbangan hipersonik dianggap hanya berlaku pada penerbangan luar angkasa atau rudal balistik. Pentagon punya alasan yang menjamin program X-51 bakal melenggang tanpa hambatan. Pada 2004 NASA berhasil melakukan uji coba pe-nerbangan level dengan kecepat-an hipersonik pada wahana X-43A. Berbekal mesin ramjet, wa­hana tadi mampu melesat hingga Mach 10. Alias dua kali dari syarat kecepatan minimal X-51. Berbekal ilmu dari NASA, Pentagon tinggal melakukan pembenahan. X-51 Waverider nantinya bakal dikemas kompak hingga seukuran JASSM (Joint Air to Surface Standoff Missile). Tujuannya tak lain agar bisa diusung jet-jet berukuran kecil.

Sementara untuk urusan bahan bakar tetap memakai standar AB AS yaitu JP-7. Alhasil bisa di-simpulkan, X-51 memang bu-kanlah sekadar proyek mimpi. (from Angkasa)

Diintisarikan dari berbagai sumber

Limbah Radioaktif

Posted in NUBIKA PASIF on Juli 28, 2009 by zeniad

limbah radioaktifLimbah radioaktif didefinisikan sebagai material radioaktif atau material terkontaminasi yang harus dibuang termasuk bahan bakar bekas. Klasifikasi limbah radioaktif termasuk Limbah Radioaktif Tingkat Tinggi (HWL) jika limbah radioaktif tersebut mempunyai radioaktivitas dan kalor yang dihasilkan yang melewati nilai batas yang telah ditetapkan.
Limbah lain yang tidak tergolong sebagai HLW dikategorikan sebagai Limbah Radioaktif Tingkat Rendah dan Menengah (LILW). Limbah radioaktif juga dapat dikategorikan sebagai limbah padat, cair dan gas.
Aspek fundamental dari manajemen limbah radioaktif adalah sebagai berikut;
a. Untuk melindungi generasi sekarang dan yang akan datang dari bahaya radiasi limbah nuklir.
b. Untuk meminimalisasi jumlah penyimpanan dengan mereduksi volume limbah radioaktif yang disimpan.
c. Untuk menghasilkan hubungan yang baik antara produser limbah radioaktif dengan publik, dengan melakukan manajemen pengolahan limbah yang aman.

Sumber Limbah

Pemanfaatan teknolgi nuklir ini dapat menimbulkan limbah yang banyak dikenal sebagai limbah radioaktif. Limbah radioaktif adalah zat radioaktif yang tidak terpakai dan bahan bekas serta peralatan yang telah terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena operasi nuklir dan tidak dapat digunakan lagi. Hal ini merupakan kendala untuk peengembangan lebih lanjut, sehingga diperlukan pemecahan dengan menggunakan suatu metode analisis yang tepat yaitu ‘Cost Benefit Analysis’.
Sumber radioaktif itu sendiri berasal dari:

1. Alam.
Lingkungan kita sendiri sebenarnya telah mendapat radioaktif alam seperti dari tanah, sinar cosmic (75 – 100 mrem/th) sebagai akibat dari peluruhan Uranium dan Thorium.
2. Industri-industri yang memanfaatkan nuklir.
3. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Proses terjadinya limbah radioaktif yaitu:

1. Limbah radioaktif alam.
Sumber radioakif ini memang sudah ada di alam seperti ; di tambang uranium, di pasir thorium, bahan-bahan yang mengandung K-40.

2. Hasil fisi
Sumber radioaktif yang bersumber dati suatu reaksi fisi dan kemudian diolah ulang biasanya memiliki aktivitas yang tinggi.

3. Hasil aktivasi
–  Irradiasi
–  Produksi radioisotop
–  Material (bahan struktur) yang terkena radiasi sehingga menjadi materi aktif

4. Hasil kontaminasi
Bahan atau sumber radioaktif ini biasanya berasal dari laboratorium riset yang menggunakan radioaktif.
Limbah radioaktif yang dihasilkan dari tambang dan pabrik konsentrat biasanya tidak terlalu membahayakan karena dapat larut dalam air. Unsur-unsur yang merupakan bahaya utama dalam tambang Uranium adalah Radon dan turunannya. Satu hal yang juga perlu diketahui bahwa suatu reaktor nuklir menghasilkan limbah radioaktif yang memiliki aktivitas rendah. Laboratorium produksi radioaktif menghasilkan limbah aktivitas tinggi dengan jumlah besar bila memproses isotop hasil fisi.

Klasifikasi Limbah Radioaktif.

Limbah radioaktif yang dihasilkan dari tambang dan pabrik konsentrat biasanya tidak terlalu membahayakan karena dapat larut dalam air. Unsur-unsur yang merupakan bahaya utama dalam tambang Uranium adalah Radon dan turunannya. Satu hal yang juga perlu diketahui bahwa suatu reaktor nuklir menghasilkan limbah radioaktif yang memiliki aktivitas rendah. Laboratorium produksi radioaktif menghasilkan limbah aktivitas tinggi dengan jumlah besar bila memproses isotop hasil fisi.
Klasifikasi limbah radioaktif berdasarkan bentuk fisisnya:

1. Gas.
Udara dari tambang Uranium, udara dari pembakaran limbah radioaktif padat, gas dari penguapan cairan radioaktif, udara dari ventilasi pabrik pengolahan Uranium, cerobong reaktor.
Khusus untuk limbah radioaktif bentuk gas, klasifikasinya berdasarkan jumlah aktivitas, bukan berdasarkan pada konsentrasinya.

2. Padat.
Jarum suntik bekas, alat gelas untuk zat radioaktif, binatang percobaan, resin alat bekas pabrik pengolahan Uranium. Penanganan limbah radioaktif padat lebih rumit dibanding penanganan limbah radioaktif cair,kesulitan tersebut terletak pada ; cara penanganannya dan pengangkutannya.

3. Cair.
Air cucian benda terkontaminasi, cairan zat percobaan, cairan dari laboratorium dan pabrik pengolahan Uranium.

Sumber : Infonuklir.com